Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kehancuran Luna


Perusahaan Atjama Grup


Rapat berjalan dengan lancar, Barry berhasil meyakinkan para investor untuk tetap bertahan karena memang perusahaan akan baik-baik saja...


Usai melakukan Rapat dengan para Investor yang meragu, Barry dan Fardhan harus berbicara berdua dengan serius di Ruangan Barry...


"Terlalu buang Waktu, gue harus ke Rumah Sakit" Kata Barry kesal


"Sabar lah... gue harus ngomong ini karena ini mengangkut perusahaan kita kedepannya" kata Fardhan dengan nada serius


"Apa?" kata Barry mengerutkan keningnya..


"Luna...." Barry menatap Fardhan Penuh Arti..


"Kita harus pecat Luna" Sambung Fardhan cepat


"Apah? Lu pikir dalam kondisi begini kita dengan mudah dapetin sekrtaris baru?" kata Barry sambil memijat keningnya...


"Tapi apa lo yakin mempertahankan wanita ular kaya gitu?" Kata Fardhan sambil memutar pulpen di jemarinya


"Maksud lo? Jangan buang Waktu! jelasin aja" kata Barry semakin tak karuan


"Pertama, dia ngedeketin Tiara dan Syifa karen mau dekat sama lo dan gu........."


"Apa kenapa bisa gitu"


"si kambing!!! gua kalo ngomong jangan lo potong dulu" Kata Fardhan melempar pulpen ke arah Barry


Barry hanya diam setelah ia kaget sebuah pulpen mendarat di pipinya


"Intinya dia mau deket sama orang-orang berduit karena dia tau hubungan lo sama Tiara,,, kedua... dia udah fitnah Tiara, dia bilang Tiara goda lo lah, ngincer harta lu lah,,, dia bilang lo sama Tiara udah macem-macem karena lo sama dia gak masuk bersamaan,, sampe akhirnya Syifa marah, dan lo tau? Syifa di dorong pake meja sampe paha nya bengkak dan biru....


di tambah, mulut dia semakin busuk! dia sebarkan fitnah kalo Tiara nyelametin mama karena mau ngambil hati mama, jadi semua karyawan tau lo ada hubungan sama Tiara..."


"Bren**k! usir dia! pastiin dia gak bisa dapet pekerjaan dimana pun!


"eh kambing! gua tau lu emosi. tapi ada lagi yang bikin darah lu mendidih, dengerin dulu makanya" kata Fardhan kesal


"hemm" kata Barry dingin


"Dia bilang ke salah satu investor yang mau ketemu lo, dia bilang lo lagi stres karena kekasih lu lagi koma jadi lu gak bisa di ganggu ,,,, nah dari salah satu investor itulah merembet kemana-mana! LICIK KAN?" ucap Fardhan sambil menyodorkan mukanya mendekat ke arah Barry


"Gue harus habisin dia pake tangan gue kayaknya" Kata Barry berjalan ke arah pintu, namun Fardhan dengan cepat menahannya


"Pikirin Tiara, efeknya apa kalo lo sampe kasar ke dia" Kata Fardhan dan Barry terdiam mengingat Wajah kekasihnya


"Siapin rapat, sepuluh menit lagi... gue gak mau Waktu berharga ini kebuang sia-sia" Kata Barry kembali ke kurisnya


****


BallRoom Perusahaan Atmaja...


Hampir 80 persen penghuni Perusahaan berkumpul di Ballrom perusahaan tersebut yang berada di lantai paling Atas...


Semua Karyawan tentu bertanya-tanya apa yang akan Bos besar katakan saat itu sampai menganggu waktu istirahat mereka....


"Selamat siang.. Maaf ini akan menunda sedikit jam istirahat kalian... " Kata Barry pada karyawannya, yaa memang waktu menujukan pukul 11.30 siang kala itu..


Kata banyak karyawan secaraa berbisik, Mereka heran CEO nya kini terlihat lebih hangat meski wajah judes nya tetap tak berubah...


"Sepertinya keadaan perusahaan ini sedang ramai membicarakan tentang saya" Ucap Barry sambil tersenyum sinis


"Entah apa yang harus saya pertegas disini.. karena saya rasa kalian sudah termakan banyak gosip murahan yang saya sudah kantongi identitasnya" Kata Barry sinis menuju ke arah seorang wanita


"Saya Klarifikasi bukan untuk diri saya tapi untuk wanita saya yang tengah berjuang" Kata Barry mengingat wajah Tiara, lalu ia menarik dan membuang nafasnya dengan kasar...


"Tiara Anastasya, Tentu kalian kenal bukan? Dia Adalah Calon Isteri saya, Dan hubungan kita bukan atas dasar dia menggoda atau saya menggoda... Hubungan kita berjalan sesuai apa yang di kehendaki Tuhan! Dan perlu kalian tau Dia adalah teman Adik perempuan saya!!! Dia juga diterima disini bukan atas rekomendasi dari Adik saya, Tapi Dari Syifa sahabatnya yang lebih dulu bekerja disini... dan kita belum saling kenal tentunya kala itu" mata Barry tertuju ke arah Syifa yang duduk di deretan depan, Syifa terlihat tertunduk dalam kesedihan mengingat Tiara


"Jadi, karena Hubungan Saya dan Tiara tentu menjadi kedekatan saya juga dengan Syifa, dan Adik saya Fardhan juga Risa pasti akan dekat dengan Tiara dan Syifa... saya harap IQ kalian sanggup mencapai pemikirian ini..." Kata Barry samb menujuk kepalanya sendiri dengan telunjuknya..


"Dan!! ini kabar yang tentu kalian nantikan Bukan??" Barry kembali tersenyum sinis


"Tiara sedang berjuang di Rumah Sakit, keadaan nya baik, bahkan sangat baik, hanya saja dia memang memilih untuk beristirahat dalam tidur nyenyaknya.... Soal berita yang tentu sudah kalian baca... Tiara memang menolong Ibu Saya, Calon mertuanya sendiri"


Kata Barry sambil menahan getaran di tubuhnya, melawan kelu di lidahnya


"Tiara bukan seperti wanita yang kalian pikirkan, dia wanita yang cukup kaya raya! jadi jangan kalian pikir dia hanya memanfaatkan saya dari segi materi" kata Barry sambil tertawa sinis..


"mobil, motor, dan rumah mewah pun dia sudah miliki sendiri jauh sebelum ia mengenal saya!" Kata Barry dengan tegas


"Jadi mulai saat ini, Jika kalian berani membicarakan hal yang tidak kalian tau kebenarannya, kalian akan saya pastikan menjadi pengangguran seumur hidup kalian"


kata Barry Tegas


Tentu membuat para karyawanya tersentak kaget..


"Luna.. sekertaris saya, silakan berdiri" Ucap Barry karena seluruh karyawannya duduk di lantai berkarpet tebal nan mewah


"Ini Luna, Dia menjadi sekertaris saya satu bulan ini, nah saya berterimakasih yaa atas kerja keras kamu" Ucap Barry membuat Luna merasa tersipu dan merasa tersanjung


" Tapi sayang sekali yaa Luna, Kerja keras kamu bukan ada pada pekerjaan inti kamu! " Kata Barry


membuat semua mata mengarah ke arah luna, lalu luna membulatkan matanya


"Jadi.... Luna Kamu saya Pecat secara Tidak Hormat! kamu tentu tau kesalahan kamu?! Menyebarkan Kabar hoax, menyelakai sesama karyawan, memberi informasi yang merugikan perusahaan pada investor..."


Kata Barry denga lantang, membuat Luna terisak dalam tangisnya


"Saya Rasa ini bisa menjadi pelajaran untuk siapapun... Ingat, di Perushaan ini tembok itu mampu mendengar!" Ucap Barry sinis


"Saya rasa Cukup, Kalian bisa Istirahat dan saya rasa hari ini kalian bisa kembali pulang setelah jam makan siang, Terimakasih waktunya... selamat Siang" Ucap Barry dengan sangat sopan...


Semua Karyawan bersorak kegirangan karena dapat kembali pulang lebih awal, dan merasa senang kini CEO mereka nampaknya sudah lebih hangat...


aku merasa bersalah sama Tiara, aku sempet kesel sama dia loh...


duh gak nyangka Tiara itu beneran kekasih bos..


pantes dia itu orang kaya juga yaa, cocok lah sama pak Barry...


************


yuks manaa dukungannya buat akuu guys hehehehehe