
Masih di malam yang sama...
"Syifa, Fardhan mama mau bicara.. di kamar mama yaa" ucap Ibu Erna sambil berjalan ke arah kamarnya, sementara Syifa dan Fardhan yang tengah berbincang di ruang keluarga bersama Kevin juga Risa merasa sedikit tegang, entah hal apa yang akan di ucapkan Oleh Ibu Erna...
"Gapapa" Ucap Fardhan mengengam tangan Syifa, Fardhan tau kini kekasihnya tengah di landa kebingungan karena ucapan Ibu Erna yang mendadak mengajaknya berbicara serius..
***
Di kamar Ibu Erna..
"Sini sayang Ayo duduk" Ajak Ibu Erna Pada Syifa sambil menepuk kasur di hadapan ia duduk..
Syifa mendekat, lalu duduk di atas kasur empuk, kakinya di angkat dan duduk bersila menghadap Ibu Erna sesuai permintaan Ibu Erna, Farhan kemudian di arahakan di samping sisinya, kini mereka duduk membuat formasi segitiga di atas kasur..
"Ayah Bunda apa kabar sayang?" Ucap Ibu Erna sebelum memasuki inti
"Allhamdulillah Ayah Bunda sehat mahhh" Kata Tiara
"Allhamdulillah..." Ucap Ibu Erna penuh Syukur
"Sayang, apa Fardhan sering bersikap hal konyol yang membuat kamu menangis?" Ucap Ibu Erna membuat Fardhan membulatkan matanya
"Engga lah mah" Bela Fardhan pada dirinya
"Mama nanya Syifa, buka kamuuu!!" kata Ibu erna ketus
"Hehe engga kok mah, sejauh ini kita baik-baik aja, Fardhan juga care banget sama aku" Ucap Syifa jujur
"Tuh kan mah" Kata Fardhan bangga, namun ibu Erna menoleh memberi bulatan matanya membuat Fardhan bergidik ngeri membuat Syifa terkekh
"Kali ini pertanyaan untuk kalian yah.." Ucap Ibu Erna membuat keduanya saling memandang
"Apa hubungan kalian berdua serius?" Tanya Ibu Erna, syifa memandang Fardhan seolah ia lidah nya kelu seketika, jantungnya juga berdebar cukup kencang
"Allhamdulillah, lalu bagaimana dengan kamu syifaa?" ucap Ibu Ena membuat Syifa terkejut
"hmm.. Syifa juga serius mah,, rasanya tak pantas jika mnjalani hubungan tanpa ada keseriusan dan tujuan..." Ucap Syifa
Ibu Erna tersenyum...
"Sayang....." Ibu Erna mengenggam tangan Syifa penuh ketulusan
"Sayang banyak hal yang harus kamu tau tentang Fardhan" ucap Ibu Erna, kemudian pandangannya beralih ke arah Fardhan, seolah Fardhan memberi anggukan
"Nak, kamu tau bukan jika Fardhan bukan terlahir dari rahim mama??" tanya nya membuat Syifa mengangguk karena Fardhan pernah berucap hal itu meski tak Syifa tak berani menguliknya lebih dalam..
"Fardhan anak dari adik kandung Papanya Barry.. Usianya dengan Barry berbeda 2 tahun, sementara dengan Risa 1tahun... Saat Fardhan usia 4 Tahun, keluarga kecil mereka mengalami kecelakaan maut di tol cipularang, karena mereka harus bolak balik jakarta bandung Karena Pekerjaan,... Ayahnya meninggal di tempat, sementara ibunya sempat keritis namun karena saat itu ternyata Ibunya yang tak lain adalah adik Dari Papa Barry tengah mengandung 2 bulan hingga itu yang membuatnya meninggal karena pendarahan" Ucap Ibu erna kini tangan Kirinya mengengam satu tangan Fardhan, Syifa juga ikut mengengam tangan satunya Fardhan
"Saat itu Fardhan benar-benar di lindungi Oleh Allah, dia tidak terluka sedikitpun, bagian depan mobil kancur karena masuk ke pembatas jalan besi, Fardhan hanya menangis menyaksikan orang tuanya bersimbah darah" kini Ibu Erna sudah menangis di ikuti oleh Syifa
"Kami hancur melihatnya, tapi kamu tau sayang?" Tanya nya pada Syifa
"lelaki yang Insya Allah akan menjadi imammu ini begitu kuat, ia menghapus air mata kakek neneknya, menghapus air mata kami" ucap ibu Erna dalam Isak tangis...
"Sejak saat itu, Fardhan menjadi bagian dari kami disini, dia penyejuk hati kami, sikap hangat selalu membuat siapa saja nyaman, Barry sangat senang saat Fardhan bersama kita, mereka sejak kecil selalu menyayangi dalam sikapnya masing-masing... Tak lama Mama hamil Risa, dan mama me ganggap itu sebuah anugrah dari Allah, karena mama tergolong sulit memilimi Anak.."
"Mama bersykur atas kehidupan mama, meski banyak cobaan silih berganti tapi kita teteap bersama dalm kuat!"
"Syifa... Fardhan meniliki 30 persen saham di perusahaan karena kini perusahaan orang tua Fardhan menjadi anakkan perusahaan utama Papa Barry.. Mama harap ketika kalian siap menikah, bawalah perusahaan ini menjadi lebih baik..Mama sudah lelah sudah setua ini masih harus bekerja... Mama Yakin kamu bisa seperti Papa mu sayang" ucap Ibu Erna Pada Fardhan Juga Syifa
Ibu Erna memeluk keduanya, erat, sangat erat..
"Bicaralah pada Ayah dan Ibu mu sayang.. jika kamu siap mama akan segera melamar mu untuk anak mama yang satu ini" Ucap Ibu Erna pada Syifa
"Baik mah, nanti akan syifa bicarakan niat baik Fardhan dan mama terhadap Syifa.. Makasih mah sudah memberikan Syifa restu" Ucap Syifa berlinang air mata bahagia membuat Ibu Erna memeluk Syifa, seolah tak ingin membuat anak-anaknya bersedih, Ibu Erna belajar dari kisah anaknya Barry yang harus merasakan sakit atas ke egoisannya