Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Pembukaan Dua


"Astagfirullah mas... sakiiittttt" lirih Tiara


Barry semakin kalang kabut mendengar rintihan sang isteri..


"Sabar ya Buu, memang begini, jangan keluhin sakit ya Buu nanti mindset nya sakit terus... bapak nya harus kasih aura positif ya pak, suport dan semangati isteri... " kata bidan Yuni yang merupakan seorang bidan andalan Dokter Salsa yang sering kali di minta mendampingi pasien yang hendak melahirkan


Tiara dan Barry menuruti perkataan Bidan Yuni,...


Tiara pun kini mencoba duduk di atas GYM Ball dengan tangan yang terus digenggam Barry...


Yaa Allah sungguh berat pengorbanannya, permudahlah yaa Allah...


"Sust...." tegur salsa


"sekarang ada tanda-tanda mules sus" kata Salsa yang sudah bergoyang di atas GYM Ball selama 25 menit


"iya Bu, nanti kita cek pembukaan yaa, semoga sudah ada pembukaan... Bapak ajak bicara Dede bayi yaa suruh cepet keluar" kata Bidan Yuni terkekeh kecil


Pintu kamar terketuk....


"Sayang makan dulu yuu" kata Bu Erna


"Sust mari makan bersama" tambah ibu Erna pada Suster Yuni/Bidan Yuni


"Iya Bu, makasih" jawab bidan Yuni


"bentar mah, aku abis makan roti..."kata Tiara


"mas, kamu duluan deh makan nya" Sambung Tiara


"Nanti Aja,"


"Suster silakan duluan, nanti saya makan suster bisa jaga isteri" pinta Barry


"iya sust, Ayo mari gabung aja,..." Ajak ibu erna


"baik, mari pak, Bu" kata Suster Yuni pada Tiara dan Barry


*


Tiara masih duduk di atas GYM Ball, Sepertinya kontraksi tengah ia rasakan, Barry berdiri di hadapannya, Tiara melingkarkan pelukan itu di pinggang Barry...


"Astagfirullah...."


"Allahhhu Akbar..."


ucap Tiara pelan...


Sungguh Nikmat yaa Allah...-Batinnya


Barry sedikit membungkukkan tubuhnya, mengusap pinggang sang isteri...


"Maafin aku sayang, maaf belum bisa jadi suami yang baik selama ini..." ucapnya Lirih


"Mas jangan berisik, jangan ngajak melow-melow dulu, Ini mulai mulessss" kata Tiara kesal


"iya maaf sayang.... sabar yaa sayang sabarr.... Tarik nafas buang..." timpalnya


Seketika Rasa mules yang menderanya hilang begitu saja...


"Gak mules mas" kata Tiara melepas pelukan itu..


"Assalamualaikum anak Papih, Sayangnya papi dan mami.... papi sangat menanti kehadiran kamu, mami juga sudah kesakitan tuhhh... yuk keluar sayang, Insya Allah kita sudah sangat siap... Bantu mami ya sayang, kita berjuang sama-sama nakkk" kata Barry pada perut buncit itu sambil mengusap perut Tiara..Barry pun mengecup perut itu, di akhiri dengan mengecup kening isterinya...


lalu mengambil segelas air putih di gelas memberikannya pada Tiara...


"Mas makan dulu deh mumpung ga mules" pinta Tiara yang sudah mendapat edukasi sebelum melahirkan, bahwa energi sangat di butuhkan untuk melahirkan secara normal...


Barry mengangguk, dan memapah tubuh isterinya keluar kamar...


Barry dan Tiara bergabung dengan ibu Erna, Syifa juga suster Yuni di meja makan yang hampir saja menyelesaikan makan siang mereka...


Barry mengambil satu piring nasi berserta lauknya, ia menyuapi isterinya lalu menyuap untuk dirinya... begitu terus secara bergantian sampe makanan itu habis...


Setelah meneguk air Tiara kembali merasakan kontraksi yang luar biasa....


"Mas mau ke kamar" pinta nya karena tidak ingin menunjukan ekspresi nya di hadapan Syifa... dengan cepat Barry kembali mendampingi Tiara


"Suster ikut aku yuk" kata Tiara meminta


Tiara tiba di kamarnya,dengan cepat ia memeluk suaminya...


"Astagfirullah mas sakit Mass" kata Tiara lirih


"iya sayang, sabar yaa... tarik nafas buang ya sayang..."


Yaa Allah ringankanlah rasa sakit isterikuu.. jika dapat Engkau pindahkan padaku, maka pindahkan lah....


"Susuter ini gimana dia mules lagi" kata Barry pada bidan Yuni


"Berbaring yuk biar saya cek pembukaan" kata Suster tersebut


Tiara pun berbaring, lalu bidan Yuni memeriksa Tiara sesuai dengan prosedurnya..


Barry memicingkan matanya melihat apa yang hendak di lakukan tenaga medis itu..


Gilak.. bini gue main di celupin jari aja! Batin Barry kesal


"Apa seperti itu sust?" kata Barry melihat suster Yuni dengan lihat memeriksa pembukaan pada jalan lahir Tiara..


Suster Yuni tersenyum...


"Iya pakk"


"Ini pembukaan dua Buu, pak..., masih panjang ya perjalanan... harus sabar, ikhlas dibawa relax yaa" kata Bidan Yuni


Tiarapun mengangguk mengerti.


"bisa di bantu dengan berjalan kecil di sekeliling rumah aja, itu juga membantu jalan lahir anak, atau kita bergoyang di atas GYM Ball juga boleh...."


kata Bidan Yuni menjelaskan...


"Aku mau tidur dulu boleh sust? agak ngantuk" kata Tiara yang merasakan kantuk usai makan siang


"boleh Buu, paling cepat saya perkirakan malam hari bahkan besok baru bisa lahir" kata bidan Yuni


"Aku sholat bentar sayang, nanti aku usap-usap ya" kata Barry lalu di angguki Tiara


*******


kok aku yang mules yaa??? hehe