
Satu bulan Berlalu...
Barry dan Tiara tengah bersiap untuk melakukan olahraga pagi, sejak semalam Barry berusaha membujuk Tiara agar mau pergi joging bersama.. Tiara hanya enggan meninggalkan anaknya terlalu pagi, meski anaknya bisa di tinggal dengan pengasuhnya...
"Ayok dong sayang" ajak Barry
"Sabar dong mas" Sahut Tiara sambil mengikat tali sepatunya
Tiara menggunakan stelan pakaian running berwarna pink dengan paduan topi putih juga sepatu putih...
Barry juga terlihat sangat macho dan atletis karena memakai pakaian olahraga yang cukup ketat berwarna navy...
"Kok sepi ya mas" Tanya Tiara saat menuruni anak tangga
"mama sama Risa tidur lagi kayaknya, Syifa Fardhan kan nginep di rumah bunda sayang" kata Barry
"Oh iya lupa...."kata Tiara
Mereka berjalan santai menuju taman kota,, diamana setiap pagi di hari Minggu tentu banyak sekali kerumunan masyarakat untuk sekedar berolahraga atau menghirup udara pagi yang sejuk...
"Sayang capek ga?" kata Barry
"Biasa aja, aku kan biasa mas, olahraga dirumah" kata Tiara kesal karena merasa diremehkan
"iya tau, maksud aku kalo kamu capek aku siap gendong kamu" kata Barry dengan genitnya
"jangan lebay, inget udah punya anak" kata Tiara
"loh, justru kita harus mempertahankan hal seperti ini sayang, biar hot terus, lagian genit sama isteri itu sah-sah aja lohh, halal" kata Barry menatap lekat isterinya
"Yaudah Ayo coba gendong aku" kata Tiara menantang suaminya ..
"Dengan senang hati tuan Puteri" kata Barry kemudian berjongkok, Tiara pun naik ke gendongan belakang Barry, dengan santai Barry berjalan mengitari setrnah lingkaran taman tersebut..
"Loh mau ekmaan mas, kok keluar taman?" Tanya Tiara heran
"Ada deh, kamu diam aja... " kata Barry tetap menggendong isterinya
"Aku jalan aja mas, kamu capek pasti" kata Tiara dengan sedikit memberontak
"ih diem sayang, nanti malah jatoh.. diem banyak motor mobil juga" kata Barry tidak memberikan izin isterinya untuk turun...
"Malu tau mas, di liatin orang" kata Tiara mengumpat di bahu suaminya
"gapap biar mereka iri, biar mereka yang dingin ke isterinya jadi anget kaya kita" kata Barry terkekeh...
Di sebrang Taman, Barry memasuki sebuah perumahan cukup elite di kawasan tersebut..
Tiara sedikit bertanya-tanya kemana langkah suaminya membawa mereka..
"Kok kesini? kamu mau kerumah siapa mas?" Tanya Tiara...
"kerumah orang sayang" kata Barry yang sudah banjir keringat itu
"Yaa aku tau rumah orang, kalo kerumah macan mah kamu aja sonoh" Timpal Tiara kesal
hahaha
"Sayang diem, semakin kamu bawel kamu semakin berat" ledek Barry
"Serius aku berat mas?" Tanya Tiara sampai menatap wajah Barry dari samping, Barry menoleh ke arah tatapan isterinya lalu terkekeh
"Kamu ga berat sayang, kamu sama kaya dulu, tetep cantik, sexy, nagihin, ngangenin, ah semua sama bahkan makin nambah setiap hari" kata Barry dengan nafas yang sudah ter engag-engah
"nambah? emang kebiasaan kamu kan suka nambah" kata Tiara tak mau kalah
"kan nagihin , kalo ga nagihin mana mungkin nambah" kata Barry membuat Tiara tersipu malu, wajahnya sudah merah merona di buatnya..
Setelah cukup jauh berjalan, Barry menurunkan isterinya di depan rumah cukup mewah bernuansa Tropis Modern..
"kalo kita masuk baru kita tau ini rumah siapa" kata Barry menuntun tangan isterinya menuju teras rumah itu..
Mata Tiara seolah di manjakan dengan anekan tanaman berfariasi warna dengan sedikit sentuhan kecil kolam ikan menambah kesan asri di teras dan halaman depan rumah tersebut...
Barry mendorong handle pintu putih nan besar itu..
kenapa mas Barry masuk tanpa kunci..
Barry mengucap salamnya, di ikuti oleh Tiara ...
Mata Tiara membulat sempurna, ia begitu kaget dengan banyaknya foto Barry dan Tiara yang terpajang sempurna di ruangan tersebut..
"Mas ini??" kata Tiara seperti tak sanggup lagi berbicara
"Ini apa? itu foto kita pertama kali ngedate, itu foto prewedding kita, foto dinner kita, foto pernikahan kita, foto kehamilan kamu, foto Alesha dari dalam kandungan sampe akikah, semua aku taro disini" kata Barry
"Mas... jelasin " kata Tiara dengan jantung berdebarnyaa
"ini rumah kita sayang, mulai nanti malam kita tidur disini sama Al...Ayo masuk" kata Barry menggandeng tangan isterinya..
Tiara makin tak kuasa menahan kekagumannya...
ruang keluarga yang begitu luas terhubung langsung dengan area taman belakang dan kolam renang yang di kelilingi dengan hamparan tanaman asri ...
Setiap ruangan pun bernuansa sangat tropis dengan sentuhan tanaman hidup hijau juga beberapa ornamen kayu yang unik..
"mas ini keren banget " kata Tiara dengan begitu takjub..
"Sesuai keinginan kamu.. Tidak terlalu luas namun asri dan nyaman..." kata Barry mengengam erat tangan Tiara lalu mengecupnya.. sontak membuat Tiara menghambur kedalam pelukan suaminya..
"rumah Kanan dan kiri rumah ini juga milik kita, suatu saat kita butuh rumah lebih besar kita bisa jadikan satu rumah ini" kata Barry dengan segala planing yang sudah cukup matang...
"Masya Allah mas .. aku gatau mau ngomong apa, aku terlalu seneng" kata Tiara bersorak kegirangan
"Tapi...." kata Tiara sambil melepas pelukannya
"Mama gimana? kita pindah dan meninggalkan mama mas?" kata Tiara khawatir..
"Tenang aja sayang, mama akan tinggal bersama Risa dan Reza di rumah mama"kata Barry sambil menyelipkan beberapa helai rambut Tiara yang menutupi area pipi isterinya
"Fardhan dan Syifa????" Tanya Tiara penasaran
"Setelah Syifa melahirkan, Fardhan akan memegang perusahaan peninggalan ayahnya sayang, mereka akan tinggal di dekat perusahaan .. karena kalo mereka dari kediaman mama itu waktu perjalanan bisa satu setengah jam... " kata Barry memperjelas
"kenapa Ifa ga cerita ke aku mas?"
"Syifa sendiri belum tau sepenuhnya sayang, yang dia tau cuma Fardhan akan mengambil alih perushaan ayahnya.." kata Barry membuat Tiara ber-oh atas penjelasan suaminya...
"Kita makan yuk" Ajak Barry menuju ruang makan di area taman yang dapat terhubung ke arah dapur bersih
"makan apa????siapa yang masak? kata Tiara dengan bingung
"sini"ajak Barry
Sebuah hidangan yang luar biasa menurut Tiara... membuat Tiara tak henti berdecak kagum dengan apa yang di berikan suaminya...
"Mas barang-barang kita gimana?" Tanya Tiara bingung
"Tenang aja sayang, semua barang kamu akan segera berpindah ke sini, termaksud Al yang juga akan menyusul kesini setelah selesai breakfast..."Kata Barry dengan senyum.lekatnya...
Yaa Allah terimakasih atas nikmat yang engkau berikan, ini sungguh luar biasa bagiku...
Batin Tiara sambil menatap wajah suaminya yang terus memberikan senyuman manisnya...
***