
Malam Hari di dalam Kamar Barry dan Tiara...
"Sayang masih datang bulan?" Tanya Barry to the poin
"hemm masih mas mungkin besok selesai"
"Duh makin merinding di panggil mas" Ucap Barry memeluk Isterinya dalam posisi duduk dan tubuh bersender di dipan tempat Tidur
Tiara hanya diam, ia merasa malu sejak tadi sudah merasa habis-habisan di ledek oleh Suaminya..
"Besok aku ke caffe ya mas" Izin Tiara yang sudah cukup lama tidak menengok cafe
"iya sayang, di antar Joni yaa.. setelah dia drop aku Di kantor" kata Barry
"hem yaudah gimana kamu aja.."
"aku juga sekalian ke salon Ibu deh" Sambung Tiara
"Jangan terlalu capek ya! kalo kamu butuh bantuan aku, ngomong!"
"iyaa sayang.. oh iya Mas, aku kasian sama Syifa dan Anwar, kenapa kamu ga rekrut karyawan baru buat gantiin aku?"
"Sudahh, itu pihak HRD yang atur.. selagi mereka atau fardhan bisa handle aku gaperlu turun tangan"nkata Barry
"Terus kenapa pas aku ngemalar kamu turun tangan buat interview aku, terus kalo sekertaris juga kamu yang interview"
"Yaa karena ketua Hrd gak masuk, terus Fardhan lagi meeting, kalo sekertaris ya akulah sayang yang nentuin, biar gimana juga Aku harus nentuin, itu juga atas dasar saringan dari HRD" kata Barry menjelaskan
"oh begitu yaa.. yaudah Mas bobo yuk, capek" ucap Tiara
"yaa Maunya si aku ga tidur sayang, tapi gara-gara lampu merah aku harus tidur.." kata Barry menahan hasratnya
Tiara hanya terkekeh
"Sabar ya Sayang" ucap Tiara sambil mengusap pipi suaminya
*****
Pagi Hari..
Usai Sarapan Tiara mengantarkan Barry sampai kedepan gerbang..
dengan cepat ia kembali ke kamarnya, meraih ponselnya dan menghubungi seseorang...
Dalam sambungan telfon..
hallo.. pras ...
apa yang mau kamu katakan kemarin? aku hampir gak bisa tidur memikirkannya..
Ibu Peri.... hemm apa tak apa aku bicara di telfon, apa sopan?
Katakanlah...
hmm aku ingin menyicil hutangku 25 persen dulu yaa.. bulan ini aku mendapatkan bonus dari Bos Fardhan..
hanya itu? huh! kupikir apa! Nanti saja lah itu, sudah yaa...tolong jaga suamiku dari wanita centil yaa
haha ibu peri bisa saja, mana mungkin Pak Bos berpaling, kau sungguh sempurna.. dan satu lagi, ayahku kini di penjara.. jika aku di izinkan aku ingin cuti menjenguk ibu dan adikku..
Cutilah, jika kedua bos mu tidak mengizinkan baru aku yang akan turun tangan, oh ya bagaimana ayah mu bisa di penjara?
Aku akan coba nanti.. hemm karena dia menjadi komplotan begal.. aku bersyukur dia di penjara..
huh apa kau menyewaku sebagai mata-mata peri?
tidak juga, sudah ya! aku sibuk....
Tiara menutup telfonya..
ia sungguh hiba dengan kehidupan Pras namun beruntungnya Pras memiliki kekuatan untuk hidup dan bangkit begitu besar..
Hari berlalu begitu cepat, Tiara kembali ke rumahnya pukul 5 sore karen harus menjemput suaminya terlebih dahulu bersama supirnya Joni..
"Kamu mandi duluan Mas.." Kata Tiara merebahkan badannya di atas kasur
"Tuh kan kamu cape banget, pakai asisten aja lah sayang, itu juga gak akan membuatmu rugi bukan?" Ucap Barry
"Akan ku pikirkan nanti, kalo untuk Salon aku tenang karena sudsh ada orang kepercayaan ibu, Tapi entah kalo Caffe" kata Tiara menaik turunkan bahunya sambil rebahan...
"Nanti aku bantu yaa, aku mandi dulu.. " kata Barry kemudian beranjak ke kamar mandi..
sebenarnya aku sangat ingin mengembangkan usaha cafe.. ah tapi entahlah Mas Barry pasti gak akan setuju.. tapi gak ada salahnya aku bicara nanti..
******
Usai makan malam.. Tiara telah membersihkan dirinya sehabis makan, ia mencuci mukanya juga menggosok giginya mengganti pakaian nya menjadi setelah piyama celana pendeknyaa...
Di Toilet kering, di depan cermin yang panjang Tiara memakai serangkaian perawatan untuk wajah dan tubuhnya..
Tiara beranjak ke atas kasurnya...
"Masih kerja?" Ucap Tiara pada Barry yang duduk sambil memainkan laptopnya
"enggak sayang" kata Barry menutup laptopnya..
Tiara merebahkan kepalanya di atas paha kencang suaminya..
"Mass"
"hemm"
"Mas masih inget ga kalo aku pengen punya cabang cafe" Ucap Tiara membuat Barry mengangguk
"Aku mau buka mas, se enggaknya kita bisa nerima karyawan baru yang butuh pekerjaan"
Barry diam, dia hanya tersenyum tipis..
"Akan aku pikirkan, fokuslah pada rumah tangga kita dulu sayang, kita baru memulainya, banyak hal yang harus kita benahi pada diri masing-masing.. aku juga sedang berusaha mengatur waktu ku, aku gamau gila bekerja dan mengabaikan mu, begitu juga sebaliknya, aku gak mau kamu terlalu sibuk sampai mengabaikan aku...." ucap Barry membuat Tiara tersentak kaget dengan ucapan suaminya, ia sadar kini posisinya sebagai isteri..
Ibunya memang sibuk mengurus dan mengembangkan salon, itu karena ayahnya jarang pulang, tapi ketika ayahnya berada dirumah, ibu tidak sedikitpun meni ggalkan ayahbkarena urusan pekrjaan..
"Astagfirullah Mas.. Maaf aku ga berfikir sejauh itu..." Ucap Tiara lalu ia duduk menatap suaminya penuh sesal
Barry tersenyum, mengusap pelan wajah isterinya lalu menyelipkan rambut isterinya di belakang telinga..
"wajar sayang, namanya manusia munya lebih lebih dan lebih, saat aku menikah aku berusaha bersyukur atas semuanya, berusaha menjaga dan mempertahankan yang sudah menjadi milikku.. untuk lebih? aku akan memulainya seperti air mengalir, tidak mengebu-gebu" ucap Barry lalu mengecup keing isterinya...
Hingga kecupan itu turun perlahan dan berakhir menjadi adegan panas mereka...
*******
uhuuuyy bayangin sendiri yak hahah macem mana itu adegan panas hihihiii
😅😅😅😅😅😅