Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Pekerja Baru 3


"Non, den Barry sudah pulang" kata Bibi membuat Tiara menghentikan gerakan berenangnya


perasaan baru mulai berenang, apa aku ga sadar waktu ya? - Batin Tiara


"hah? emang jam berapa sekarang Bi?" Tanya Tiara


"Jam 4,15 non.. mungkin Den Barry pulang cepet non" kata Bibi


"yaudah oke bii" Jawab Tiara


ada apa Mas Barry pulang cepet..


*


"Isteri saya mana Bi?" Tanya Barry dari arah kamarnya yang tidak mendapati keberadaan isterinya


"di kolam Den, lagi berenang tapi sudah saya kasih tau kalo Den Barry pulang" jawab bibi


Barry mengangguk lalu menuju ke arah kolam..


Tari melihat Barry berjalan menuju kolam pun akhirnya mengekor namun langkahnya terhenti di ambang pintu kaca yang menghubungkan dapur dengan taman belakang...


"Mas kenapa pulang cepet?" tanya Tiara sambil mencium tangan suaminya meski badannya masih basah akan air


"gapapa, kangen kamu aja" kata Barry lalu meraih handuk di kursi dan memakaikannya ke tubuh isterinya


"Gombal.. aku baru mulai padahal" Kata Tiara sedikit kesal, bukan karena kepulangan suaminya tapi karena Barry yang tidak berbicara soal Tari..


"Yaudah kamu lanjut aja, aku liatin" kata Barry


"gamau ah" kata Tiara lalu duduk dan meneguk susunya, tak terduga Barry berjongkok di hadapan isterinya..


"Katanya Baru mulai, tapi minum susunya kaya abis macul gitu" kata Barry terkekeh


Tiara merasa malu, lalu memukul bahu suaminya..


"jangan meledek, aku lagi kesel loh sama kamu" kata Tiara sambil meletakkan gelas


Barry mengerutkan keningnya


"kesel kenapa sayang?" kata Barry measih memandangi isterinya


"Aku mau mandi dulu, nanti baru kita mulai sidangnya" kata Tiara bangkit lalu memakai handuk kimono nya


"oke aku ikut" kata Barry


"Ikut? ikut kemana?" Tanya Tiara memicingkan matanya ke arah suaminya yang juga sudah berdiri..


"ikut Mandi" bisik Barry kemudian menarik tangan Isterinya, rasanya Barry sudah tidak tahan menahan hasratnya hampir tiga Minggu..


Melihat Barry dan Tiara hendak masuk, Tari segera berpaling dari bibir pintu ke arah dapur...


"Mas masih sore" Ucap Tiara pelan namun Tari mendengar nya dengan jelas


"pagi siang sore malem sama aja sayang" kata Barry


Dasar penggoda- Batin Tari kesal..


"Tari, Ngapain kamu Jongkok disitu" kata Bibi yang baru masuk ke area dapur


"ga ngapa-ngapain"


"kamu pel itu teras belakang, becek" kata Bibi


"bukan aku yang bikin becek, tapi perempuan itu" Kata Tari


."Astagfirullah Tari, dia majikan kamu, disini siapapun yang habis berenang pasti becek dan harus segera di pel oleh petugasnya, yaitu kamu" kata Bibi dengan nada tinggi


Dasar nenek Tua!


Batin Tari lalu ia langsung pergi guna membersikan air yang membuat lantai teras belakang becek...


****


Di Sore yang masih sangat cerah itu terjadi sebuah adegan panas, Barry benar-benar melupakan hasratnya yang sudah tertahan selama hampir tiga Minggu... berkali-kali Tiara mengingatkan, untuk tidak menanam benih lebih dulu.. dan ini kali pertama Barry melepaskannya di luar demi kesehatan isterinya..


Usai adegan panas di sore hari, Tiara duduk di atas kasurnya menunggu suaminya menyelesaikan mandinya...


pintu kamar mandi terbuka menandakan Barry sudah selesai mandi dan kemudian menghampiri Isterinya...


Cup! ciuman mendarat di kening Tiara..


"jangan jutek-jutek.. nanti aku makan lagi loh" ledek Barry


"bicara biar selsai keselnya" sambung Barry


Tiara menghela nafasnya..


"Mas kenapa mempekerjakan Tari dirumah ini?" ucap Tiara


"Astagfirullah aku lupa sayang mau bicarain ini ke kamu" kata Barry sambil menepuk jidatnya


"Jadi mas berfikir buat jadiin dia pengganti Sari, tapi pas aku sampe kantor aku langsung ngobrol sama Anwar dan langsung mengerjakan yang lain, jadi aku lupa.. maaf sayang" Kata Barry jujur namun Tiara masih diam membisu..


"Maaf... kamu ga suama ya?" Tanya Barry menatap wajah Isterinya


"bukan aku yang gak suka mas, tapi dia yang gak suka sama aku" Kata Tiara dengan lirih


"Dia datang pun tadi ga menganggap aku ada loh mas" keluh Tiara


"kenapa begitu yaa?" kata Barry heran


"tapi aku ga masalah si, kamu bisa nilai dia langsung nanti mas" kata Tiara tersenyum


"Aku tau dia juga butuh pekerjaan ini demi nenek dan kakek kan" kata Tiara yang memang tidak menyukai perdebatan berlebihan


"Yaudah sayang, mas akan pantau dia beberapa waktu kedepan, jika pekerjaan dia ga beres mas akan pindahkan ke tempat lain ya" Kata Barry lalu di anggukan oleh Tiara


Sepandai apapun kamu berpura-pura, kelak sikap aslimu yang akan membuka topengmu Tari.. aku harap kamu segera berubah....


******