Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Tak Terduga


Satu pekan berlalu...


Risa masih menyibukkan dirinya dengan bekerja melayani konsultasi pasiennya, sesekali ia pergi bersama teman-temannya demi mengisi kekosongan waktunya...


Pintu ruangan Risa terketuk, tanda pasien selanjutnya datang..


Risa mempersiapkan diri, lalu mempersilakannya masuk..


Risa melihat sosok pria di hadapannya, Mulutnya mengaga, matanya tak berkedip dan badannya terasa kaku...


"Reza...." kata Risa akhirnya mengeluarkan kata-katanya


matanya seolah sudah terisi cairan bening yang begitu saja membendung..


Reza mendekat tanpa berbicara apapun, ia memeluk Risa dengan erat...


"Maaaf" kata Reza sambil mengusap lembut rambut kekasihnya


"jahat" kata Risa sambil menangis


"Maaf sayang..." hanya itu yang Reza ucapkan


Risa melepas pelukan itu, ia menatap wajah Rena, ia tersenyum namun menangis, sungguh perasaan yang sangat sulit untuk di gambarkan..


Risa memeluk Reza lagi...


"Aku rindu... kamu jahat, kamu bohonggg" kata Risa dalam Isak tangisnya


"Tapi aku cinta" lanjut Risa membuat Reza merengangkan pelukan itu menatap mata Risa sambil mengusap air matanya


"Maaf, semua demi kamu" kata Reza penuh rasa sesal


Risa langsung berpaling..


"Duduk! Kamu pasien ku" kata Risa mempersilakan Reza duduk


Reza pun duduk , mamun memilih duduk di samping Risa...


"ada keluhan apa?" kata Risa tak menatap Reza...


"Keluhan nya banyak dokter, sering sakit disini (Reza menyentuh dadanya) pikiran selalu tiba-tiba terfokus pada seseorang, mata suka melihat sosok seseorang sedang tersenyum, susah tidur, mimpiin orang yang sama, itu kenapa ya dok" kata Reza penuh dengan mimik senang nya


"Oh itu gila, rawat aja ya saya kasih rekomedasi RSJ terdejat" kata Risa kesal


"tapi dokter ya yang rawat, saya ikhlas meski itu di RSJ jauh pun" kata Reza terkekh kecil


"Saya ga punya waktu , silakan keluar"kata Risa menahan malu


"Waktu konsultasi maksimal satu jam dok, masa dokter sibuk si" kata Reza semakin menggoda membuat Risa semakin salah tingkah...


"Sayang......." kata Reza mendekat lalu memeluk Risa dari samping


"Aku itu kangen, masa kamu bilang aku gila"kata Reza to the Poin


"Kalo kangen Dateng, jangan sok sibuk" celetuk Risa


"Yaa Allah sayang, aku rela loh jarang tidur dua bulan ini, demi aku bisa stay disini" kata Reza yang meletakkan dagu nya di bahu Risa


Risa menoleh ke arah Reza hingga hanya berjarak satu Senti dari wajah Reza


"Jelaskan apa maksud ucapan kamu"kata Risa ketus


Reza melepas pelukan itu, mengengam tangan Risa...


"Aku akan stay disini... aku akan mengurus perusahaan cabang disini" kata Reza penuh bahagia, membuat Risa tak kalah bahagia di buatnya..


Risa menghambur kedalam pelukan Reza, lagi-lagi ia menangis menumpahkan kebahagiaanya..


"kenapa ga cerita? jahat"


"Karena aku belum yakin untuk bisa, sekarang aku sudah yakin maka aku datang kesini sayang"kata Reza


"kapan kamu sampe Jakarta?"tanya Risa sambil melepas pelukan itu


"Apa kamu udah gila beneran??? sebulan belakangan kita jarang komunikasi, bahkan satu Minggu ini kita lost kontek, tapi nyatanya kamu ada disini.. kamu jahat!!!!" kata Risa mendapat kekecewaan


"Maaf sayang, maaf... Satu Minggu ini karena pertama aku ganti nomer pastinya ke nomer lamaku, kedua aku sibuk di kantor baru, papa ku juga ada disini jadi aku harus memanfaatkan momen di kantor bersama papa, ketiga aku sibuk juga urus apartemen tempat aku tinggal... dan sekarang semua sudah beres, makanya aku datang langsung kesini... Maafin aku sayang" kata Reza dengan penuh permohonan..


"Gak mau"


"aku kecewa sama kamu" kata Risa memalingkan wajahnya


"Jangan gemesin gitu sayang, Aku nikahin juga ni besok" Ancam Reza membuat bulu kuduk Risa bergidik, Risa menatap Reza yang masih cengengesan


"Ga lucu"


"Sayang, kalo ngambek aku sedih lohh" kata Reza memelas


"bodo"


"I love you" kata Reza berbisik


wajah Risa memerah..


Reza kembali memeluk Risa dari samping..


"ihh kangen banget" kata Reza mengeratkan pelukan itu


"Ih kesel banget" celetuk Risa pelan


"ih cinta banget aku tuh" timpal Reza


"Ih pede banget"


"ihhh yang penting sayang, cinta, bahagia, kangen, pokoknya kamu segala galanyaaaaaaaa" kata Reza semakin erat memeluk Risa


Risa semakin tersipu malu, pipinya kembali merona, wajahnya tampak bahagia kala itu...


"Maafin aku yaa cintakuu"kata Reza penuh harap


"Ada syaratnya.." kata Risa


"Apapun" kata Reza menantang


"Traktir aku makan, aku laper" kata Risa se simple itu


"haduhhh gak ada permintaan yang menantang? minta di lamar kek, minta di nikahin kek" gerutu reza


Risa terkekeh...


"itu ga perlu aku minta, lakuin aja kalo kamu udah siap" kata Risa lalu beranjak dari duduknya, membuka jas putihnya


"Oke.. kita liat tanggal mainnya.. Sekarang makan dulu" kata Reza ikut bangkit dari duduknya


Risa menoleh dan tersenyum pada Reza, merasa gemas Reza menghampiri Risa memeluk Risa lalu di balas pula dengan pelukkan penuh kerinduan dari Risa...


Reza kemudian memegang kedua pipi Risa menatap Risa penuh rasa kebahagiaan dalam balutan kerinduan


"I Love You" kata Reza kemudian mengecup kening Risa cukup lama, Risa memejamkan matanya menikmati kecupan hangat itu...


Aku bahagia sekali yaa Allah...


Batin Risa penuh rasa syukur....


Jadikan dia tambatan terakhirku yaa Allah, kuatkan kami sampai akhir kami menuju sebuah kemenangan...


Batin Reza dalam doa...


*


*


*