Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Resepsi


Prosesi Acara Akad Nikah telah selsai, Mereka masih Asyik berfoto Ria...


Resepsi akan di adakan pukul 4 sore hingga pukul 8 malam..


Mereka masih Asyik berfoto dengan beberapa kerabat..


Usai satu jam mereka berfoto, mereka diminta untuk kembali ke kamar hotel karena pihak dekorasi akan merubah dekorasi Akad ke Resepsi...


Tiara dan Barry hendak kembali ke kamar yang merupakan kamar yang Barry Tiduri semalam...


Tiara berjalan lebih dulu bersama Risa dan Syifa.. di belakang mengekor kaum laki-laki yang tengah bercanda riang..


"Masih siang lo jangan ngapa-ngapain" Ledek Roy


"lah suka-suka gue... udah sah mah bebas"!kata Barry dengan bangga nya


"yah, elu!!entar bini lu ga kuat diri di pelaminan, sakit loh Barr!" Ucap Roy yang memang tidak mengetahui status janda Tiara


mana mungkin sakit, Dia sudah janda, tandanya dia sudah.. Ah!!! kenapa pikiranku jelek sekali- Batin Barry


"Tenang gue beraksi entar malem" kata Barry sedikit frontal agar Roy tidak melanjutkan ocehannya..


"entar gue pesenin jamu kuat" ledek Kevin membuat Barry memicingkan matanya sementara Roy dan Fardhan tertawa


"Gue ga perlu gitu-gituan kalee" Kata Barry ketus


"Yakin" hahaha ledek Roy


Sementara itu Risa, Tiara dan Syifa sudah berada di depan pintu kamar Barry..


"Masuklah" pinta Risa


"Baik aku ganti baju dulu, nanti aku susul kalian" Ucap Tiara kemudian menempelkan akses card ke handle pintu..


Tiara masuk ke dalam kamar kemudian di susul oleh Barry..


Yaa Allah kenapa jadi dekdekan gini- Batin Tiara melihat Barry masuk dan menutup pintu..


Tiara celingukan seperti orang salah tingkah..


Barry juga jadi sedikit cangung melihat Tiara hanya diam membisu..


Tiara memilih menatap cermin besar, ia membuka satu persatu aksesorisnya yang menempel..


"Mau di bantu sayang?" Ucap Barry yang duduk sambil membuka sepatunya...


"Ah engga ini gampang kok" Ucap Tiara lalu di anggukkan oleh Barry


"Barr..." Panggil Tiara membuat Barry menoleh


"Ponsel ku ilang" Kata Tiara yang belum juga menemukan ponselnya


"Gak ilang! ada di Risa... Nanti aku ambilkan y" ucap Barry mendekati Tiara


"kenapa ada di Risa?" Tanya nya heran


"Nanti kamu introgasi Adik ipar mu juga calon adik iparmu" kata Barry sedikit kesal mengingat kejadian semalam


Namun Barry Segera menepis bayangan itu, ia kembali mendekati Isterinya melingkarkan tangannya di pinggul Tiara dari belakang..


"Barr, aku ga leluasa Gerak" Kata Tiara menahan rasa gugupnya


Barry melepas pelukan Itu.


"Aku Ganti Baju dulu ya" Kata Tiara kemudian berjalan pelan ke arah kamar mandi sambil mengambil pakaian ganti miliknya yang sudah tersedia di atas kasur..


duh degdegan banget.. semoga Barry ga minta malam ini..


Jangan napsu dulu Bar.. Tahan - tahan , Masih ada resepsi.. - Batin Barry sambil mengusap dadanya..


10 menit kemudian Tiara keluar kamar mandi menggunakan kaos putih berlogo brand ternama serta leging hitan tebal 7/8..


Rambutnya telah di ikat kuda, makeupnya juga telah ia hapus total, membuatnya semakin terlihat cantik natural...


"Sayang ganti bajumu" Kata Tiara


"Aku ambil ponselku dulu yaa" Kata Tiara hendak pergi keluar kamar, dengan cepat Barry menariknya hingga Tiara terjatuh dalam pangkuan Barry


"kamu menghindar? hemm?" Tanya Barry membuat debar jantung Tiara semakin terpacu dangat cepat


"Ah engga aku, aku kan mau ambil ponsel" Kata Tiara sedikit gugup


"Kan aku udah bilang, nanti aku yang ambilkan" Ucap Barry mengeratkan pelukannya


Aduh gimana nii, gimana kalo Barry minta jatahnya sekarang - Batin Tiara seolah belum siap


"kamu lama, aku pikir kamu mau ambilin pas aku bebersih diri" Kata Tiara protes


Barry terkekeh,


"Yaudah ambil sana.. Jangan lama-lama Ada yang mau aku bicarakan" Kata Barry melapas pelukan itu dan membiarkan Tiara berlari kecil keluar pintu


"Ah selametttt" kata Tiara pelan sambil menutup pintu kamarnya..


****


Di kamar Hotel bu Erna, Ada Syifa juga Risa tengah berbaring..


"Mau ambil ponsel mam" Ucap Tiars kemudian di ajak masuk oleh Ibu mertuanya


"Risa ponselku sama kamu?" Tanya Tiara


"Ah iyaaa.." Kata Risa gugup.sambil bertatapan dengan Syifa


"Kok Bisa" Kata Tiara heran


Risa memberikan ponselnya pada Tiara, lalu ia dan Syifa saling menatap..


"Itu sayang, itu mama yang ambil ponsel kamu diem-diem sama Ibu kamu, Abis Barry semalam mau culik kamu" Sambar Ibu Erna


"Menculik aku?" Kata Tiara mengerutkan Dahinya


"Iya.. lebih baik kamu kembali ke kamar mu, aku sudan send Video lucu sekali" Kata Risa mendorong ipar nya keluar kamar


"Tapi aku mau disini" Kata tiara polos


"wait wait... nanti aja sekarang kamu nonton dulu, tapi nontonya di kamar kamu" Kata Risa


Tiarapun masuk ke kamarnya, mendapati suaminya sedang berada didalam kamar mandi..


"ah mati, pasti abis batre dari kemarin belum aku isi daya" Kata Tiara sedikit kecewa


Tak lama berselang Barry keluar menggunakan celana pendek dan kaos putihnya...


"Tidur sayang, biar nanti malem strong" Ledek Barry


what?? apa maksudnya ini - Batin Tiars merasa sesuatu akan terjadi padanya malam nanti..


Tiara bergegas merebahkan Tubuhnya setelah mengisi daya ponselnya, ia Tak berkata apapun, dirinya cukup gugup kala itu...


Ia juga membungkus dirinya dengan selimut hotel yang cukup tebal..


Lucu sekali, siang bolong begini pake selimut- Batin Barry dalam Hati..


Barry pun merebahkan Tubuhnya, ia merasa sangat lelah karena semalam tak mampu tidur nyenyak karena takut kesiangan..


*****


Pukul 15.30 sore...


Tiara telah selesai di Makeup dengan begitu cantik, menggunakan Gaun mewah berwarna putih gading..


Nuasa putih dan aksen sedikit marron menghiasi pernikahan mewah itu..


Mawar Putih dan merah telah memenuhi setiap dekorasi Ballrom tersebut..


"Cantiknya Istri aku" Kata Barry mencium cepat Pipi Tiara..


Tiara pun tersipu malu, tak mengeluarkan kata-kata apapun, Team MUA hanya tersenyum melihay kedua pengantin barru ini..


"Ada yang ga nyaman?" Tanya seorang team MUA


"engga sih, Boleh ga aku ga make hells, pegel banget pasti" Kata Tiara yang merasakan pegal betis efek memakai hells di pelaminan sewaktu ia menikah dengan Adam..


"Boleh tapi di pelaminan aja yaa lepasnya, nanti kita bawakan flatshoes nya" Kata MUA Tiars pun mengangguk


"Untung tubuhnya bagus" kata Seorang team membuat Barry tersenyum..


Waktu pun Tiba...


Tiara dan Barry bersama para pengiring berseragam Marron berjalan membuat Barrisan menuju pelaminan, Lantunan musik romantis dengan suara merdu membawakan lagu Beautiful in White...


Seluruh keluarga inti berbaris sesuai aturan pihak WO, Tiara dan Barry berada di belakang kedua orang tua mereka..


Ibu Erna berdampingan dengan Risa kala itu karen Ibu Erna adalah sorang janda..


Mereka melangkah perlahan, nampak rona bahagia terpancar dari keduanya ..


Syifa dan Fardhan berada di belakang Barry dan Tiara merasakan Aura kebahagiaan yang begitu kuat hari ini..


Sementara Di belakang Fardhan, Ada Roy juga Vita, Ada pula Andin juga suaminya..Sementara Kevin berdampingan dengan Adik Reza yang masih berstatus sebagai seorang pelajar di Malaysia..


Vita nampak sangat kecewa dengan pernikahan Barry dan Tiara, namun ia benar-benar harus memendam rasa kecewanya dan membuang perasaan cintanya yang hanya bertepuk sebelah tangan...


Kedua mempelai serta kedua orang Tua telah berada di pelaminan.. Prosesi pertama mereka menjalani beberapa Foto bersama keluarga kemudian di lanjutkan dengan pemberian ucapan selamat dari pada tamu undangan yang di dominasi dari kalangan pengusaha..


"Ah Pak Devano.. Terimakasih telah menyempatkan hadir... Terimakasih juga atas pelayanan yang luar biasa" Ucap Barry dengan begitu antusias


"Sama-sama semoga berkenan, selagi saya bisa kenapa engga! Selamat yaa, semoga cepat mencetak generasi penerus" Kata DeVano tersenyum sambil berjabat tangan


"Terimakasih Nyonya sudah datang" Ucap Tiara pada Isteri Vano, Salsa..


"Sama-Sama, Selamay yaa... ih kamu cantik sekali" Ucap salsa dengan kagumnya


"Terimakasih Nyonyaa" Balas Tiara tersipu malu..


Merekapun mengabadikan moment tersebut dalam sebuah potret kebersamaan..


Kebahagiaan terus menyelimuti Ballrom tersebut..


*******