Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Rahasia Tiara


Tiara berusaha membuka matanya karena dering pinsel yang membangunkannya dari tidur...


yaa Allah.. Batin Tiara melihat panggilan masuk di ponselnya...


"Assalamualaikum.. yaa Zaaa.." kata Tiara pelan agar tak membuat suaminya bangun


........


"Allhamdulillah...."


"yaudah Lo balik Malaysia kan Zaa?"


.........


"Iyaaa gue faham.. yaudah better Lo disana dari pada terjebak lagi, Lo mau papa mama nanti sakit mikirin Lo?"


..........


"wajar lah mereka kecewa zaa, tapi mereka sudah memaafkan kok, sekarang Lo dengerin aja permintaan mereka, balik dan mulai semua dari Nol" kata Tiara yang sudah menahan air matanya


...........


"iya itu pasti...."


"yaudah yaa gue sholat dulu, kabarin gue yaa" kata Tiara kemudian ia memutuskan telfonnya..


Tiara kemudian berlari pelan menuju kamar mandi untuk mandi agar segera bisa menunaikan Ibadah subuhnya..


Barry sejak tadi telah terbangun, ia sungguh penasaran dengan sikap Tiara yang menerima telfon dengan cara berbisik...


Selama menikah Barry bukan Type lelaki yang sering mengecek ponsel Tiara, baginya sikap isterinya yang sangat mencintai dirinya cukup untuk di jadikan sebuah pondasi kepercayaannya...


Namun kali ini berbeda... Ia membuka riwayat panggilan, ia melihat memang hanya Reza, Barry, Risa, ibu, Ayah, Mama, Cafe, salon, hanya seputar orang-orang itu yang intens..


Barry penasaran dengan Reza, Barry membuka histori pesan antara Isterinya dan Reza..


Mata Barry terbelatak kaget membaca pesan dari Reza, lalu ia membaca pula pesan dari ayah, ibu juga Tante Rahmi (ibunda Reza) yang membahas hal yang berkaitan dengan pesan yang di kirimkan oleh Reza...


Saat sudah tak terdengar Suara gemericik air Barry meletakan ponselnya seperti semula..


"Mas sudah bangun? baru mau aku bangunin" kata Tiara sambil mengusap rambutnya dengan handuk


"aku punya Wudhu mass" ucapnya


"tunggu, kita Jamaah" kata Barry lalu di angguki Tiara..


**


Selesai sholat...


"Sayang...." kata Barry lembut


Pasti minta nambah lagi deh! Batin Tiara yang sudah paham akan kebiasaan suaminya...


"aku bersumpah loh sayang, gak ada hal apapun yang aku tutupi dalam hidupku selama kita berumah tangga" Ucap Barry lembut smabil meraih jemari isterinya...


"maksud kamu apa mas?" kata Tiara dengan sedikit kepanikan juga rasa penasarannya


"kamu menutupi musibah yang menimpah Reza? hemm? kenapa?" Tanya Barry dengan lembut..


Ia yakin jika Isterinya memiliki alasan yang masuk akal karena menutupi semuanya dari Barry..


Ternyata kamu tau sendiri mas...


"Maaf , aku penasaran saat tadi kamu telfon bisik-bisik gitu, awalnya aku kira kamu begitu supaya aku ga bangun, Tapi aku denger ucapan kamu sudah membawa nama Ayah dan Ibu, Jujur aku penasaran... sampe akhirnya maaf aku buka ponsel kamu, jujur aku syok, tapi aku ga lanjutin baca semuanya, aku butuh kejelasan dari isteri aku" Kata Barry menatap lekat wajah isterinya


"kamu ga percaya sama aku ya? atau kamu belum sepenuhnya menganggap aku bagian dari keluarga kamu??? Barry masih mengucapkan perkataannya dengan lembut..


Tiara merasa bersalah telah menutupi masalah keluarganya itu ...


"Maaf Mas, bukan maksud aku gak percaya sama kamu, bukan juga aku bermaksud untuk tidak menganggapmu sebagai keluargaku, Tapi aku ada alasan tersendiri untuk menutupinya..."


"Bisa kamu jelaskan? Aku gak akan baca semua pesan itu, aku butuh tau dari kamu "


Kata Barry seolah menuntut kejelasan


Tiara mengusap air matanya, sambil mengangguk...


Ia menarik nafasnya lalu agar lebih siap menceritakan semuanya pada Barry....


****