
Satu Jam telah berlalu....
"apa kamu sudah membaik?" tanya Risa
"sudah, maaf aku merepotkan kamu" kata Tiara
"aku ga merasa di repotkan, kaka dan mamaku juga ga merasa repot kok" kata Risa
"oh iya, apa Bos Barry adalah kakak mu?" tanya Tiara penasaran
"iya dia kakaku... kalo kak Fardan itu kakak sepupuku tapi sudah seperti anak mamaku" kata Risa sambil menjelaskan...
"kita makan siang bareng yuu, kamu pasti belum sarapan kan? soalnya aku lihat pukul 6 kamu sudah menelfonku..." kata Risa terkekeh
"iya.. selepas ibadah aku langsung ke rumah itu..." kata Tiara Jujur...
"yaudah ayo kita makan siang, mamaku buatin sup khusus buat kamu" kata Risa mengajak Tiara
"tapi aku masih pusing Ris,, aku juga malu sama keluarga kamu" kata Tiara dengan jujurnya
"aku akan bantu memapah kamu sampai ke meja makan, tak usah malu, kami malah senang kamu ikut makan bareng... kata Risa...
Atas segala paksaan Risa akhirnya Tiara menerima tawaran makan bersama di meja makan... secara perlahan Risa memapah Tiara...
sudah ada Barry, Fardan juga Ibu Erna di meja makan..
melihat risa datang memapah Tiara, ibu Erna pun berdiri membukakan jarak kursi untuk tiara duduk...
"Silakan sayang... mari duduk" kata Ibu Erna
"makasih Tante..." kata Tiara sedikit tertunduk...
dengan berani Tiara menatap Barry
"selamat siang Pak" sapa Tiara saat menatap Barry, ternyata Barry juga sedang melirik Tiara
"siang juga Pak fardan..." sambung Tiara ke arah Fardan....
"mama saya kamu panggil Tante, tapi kamu panggil saya Bapak? setua itu kah saya?" kata Barry dengan ketusnya
"maaf pak.. eh maksudnya.....(Tiara berfikir sejenak) boss" kata tiara sedikit terbata bata
seluruh orang di meja makan pun tertawa kecuali Tiara dan Barry yang merasa bingung...
"kalo di luar kantor panggil Barry" ucap Barry
"iya betul Tiara, kamu bisa panggil aku Aa Fardhan" kata Fardan sambil menaik turunkan alisnya
"mejijikan!!!" celetuk Barry
"sudah-sudah ayo makan, Tiara sini tante ambilin yaa... habis makan kamu bisa istirahat lagi, nanti pulangnya bisa di anter Risaa" kata Bu Erna
"SAMA AKU AJA MAH"
Kata Barry dan Fardan berbarengan
"Hahaha kalian kenapa si, kalian naksir sama temen aku, hah??" celetuk Risa
Sementara Tiara hanya Diam membisu namun pipinya merah merona
"Siapa si yang gak naksir sama wanita cantik kaya gini,, mirip mama muda" kata Ibu Erna dengan cepat menyambar pertanyaan Risa
"hahah mama ini mulai lagi pede nya" kata fardhan
"mirip aku dong mah" kata Risa
"hemm sebelas dua belas deh.." kata Ibu Erna yang sedikit mengundang tawa...
"ayo dimakam Tiara, semoga suka ya sama masakan tante..." kata Ibu Erna
"Makasih tantee, Tiara suka tante" kata Tiara setelah mencicip kuah sup di piringnya...
merekapun melanjutkan makan.. usai makan Tiara di ajak berbincang di halaman belakang bersama Risa dan ibu Erna... tak lama datang Fardhan... Barry yang mengetahui perginya Fardhan segera menyusul ke halaman belakang...Terlihat memang Tiara sedang menceritakan siapa diirinya sesuai dengan pertanyaan dari Ibu Erna...
"ayah aku Pilot tante, lagi dinas sekarang, biasanya dua bulan sekali pulangnya terus libur dua minggu...kalo Ibu aku aktifitasnya di salon, ibu punya salon and spa..."
"berarti profesi papa dan almarhum itu sama ya Ti?" tanya Risa
"iya sama, mereka satu maskapai.... awalnya mereka sebagai pasangan antara Pilot dan Co pilot... tapi setelah dua tahun akhirnya Almarhum jadi Pilot...." kata Tiara menjelaskan dengan sendu..
"jangan sedih, maafkan aku" kata Risa memeluk Tiara
"uuuu co cuittt, jadi pengeng" celetuk Fardhan sambil memeluk dirinya sambil menyilangkan tangannya ke bahu...
"ihh malu-maluin lu" kata Barry ketus
"idih kurang kasih sayang begitu tuh, maklum ya Tii" kata Risa yang membuat Tiara tersenyum lagi...
"senyumn kamu manis sekali Tiara" kata Ibu Erna.. Tiara hanya tersipu malu..
"oh iya, ibu kamu punya salon dimana?" tanya Ibu Erna
"oh ituu.. Tante pernah kesitu beberapa kali, emang nyaman banget si tempatnya" puji Ibu Erna
"makasih tante....hmm Rissa, Tante kayaknya aku harus pulang, takut Ibu khawatir" kata Tiara
Ibu Erna langsung mengedipkan kedua matanya pada Risaa
"Di anter ya Sama Fardhan dan Barry, soalnya Rissa belum beresin kamarnya" kata Ibu Erna berusaha adil... dan sedikit berbohong soal Risa...
"maaf Tante tapi Tiara bawa motor kesini, aku bisa kok pulang sendiri" kata Tiara
"jangan!" kata Barry mengejutkan semua orang...
"kamu naik mobil sama saya, nah si Fardhan bawa motor kamu ngikutin dari belakang"
Sambung Barry
"kok ga enak di hamba yaa" kata Fardhan kesal
"yaudah lo bawa mobil, gue bawa motor sama Tiara" kata Barry
"loh kok makin ga enak di gue yaa..." kata Fardhan...
"oke okee karena gue orang nya baik, ganteng dan dermawan... gue ikutin kalian dari belakang.... tapi inget Bar, inget ada si macan, kalo si macan tau abis lu di cakar" kata Fardhan sambil terkekeh
"hayuluh kak, macan ngamuk entar" ledek Risa
"jangan dengerin bar, biar mama yang hadapin anak macan, mama biang macan" kata Bu Erna yang menggundang gelak tawa semuanya....
******
Perjalanan menuju rumah Tiara...
"maaf ngerepotin pak" kata Tiara memecah suasana
"hmm.. oh ya saya ikut prihatin atas meninggalnya calon suami kamu" kata Barry
"makasih pak.. tapi dia....."
"sudah jangan di bahas saya gamau liat kamu nangis disini.... oh iya kamu jangan panggil PAK kalo di luar kamtor" kata Barry..
"iyaa" kata Tiara singkat sambil memikirkan apa yang pantas untuk memnggil Barry
keheningan kembali terjadi...
Sesekali Tiara hanya menujukkan arah jalan menuju rumahnya..
Saat Tiba dirumah Tiara..
"maaf pak.. sepertinya Ibu belum pulang dari rumah temannya, mobilnya gak ada , jadi maaf saya gak bisa mempersilakan bapak masuk"
"panggil Barry! tak masalah saya juga mau langsung pulang...jaga kesehatan kamu, jangan sampe kejadian tadi terulang, ikhlaskanlah, dia pasti ikut bahagia jika kamua bahagia disini..." kata Barry menatap Tiara dengan sedikit merubah posisi duduknya jadi menyerong ke arah Tiara...
Mendengar Ucapan Barry Tiara merasa tenang, wajahnya memerah, jantungnya berdetak tak beraturan...
"teerimakasih Barry atas sarannya.. maaf sekali lagi aku merepotkan kamu dan keluargamu... aku senang bisa mencicipi masakan ibumu.. enak!" kata Tiara sambil tersenyum....
yaa tuhan senyuman itu memang manis sekali.... matanya juga begitu Indah, yaa tuhan kenapa jantung ini berdebar kencang sekali...
"tak masalah, memang masakan mama tak ada duanya" kata Barry tersenyum..
"kalo begitu aku turun dulu, kasian itu pak Fardhan di depan gerbang.... Terimakasih yaa" kata Tiara bergegas turun...
Barry hanya membuka kaca mobilnya...
terlihat Tiara berlari kecil...
"parkir di sini pak" kata Tiara sambil membuka gerbangnya...
"disini yaa" kata fardan
"iya pak, makasih yaa maaf saya merepotkan" kata Tiara...
Tin Tin Tin
suara klakson mobil Barry
"duh berisik dia.. aku pamit yaa..oh iyaa kamu jangan sedih yaa, Barry ada buat kamu" kata Fardhan sambil berlari kecil ke arah gerbang menjauhi Tiara... Tiara hanya menggelngkan kepalanya....
Tiaran berdiam sejenak melepas kepergian dua pria itu...
rasa apa ini.. kenapa jantung ini berdebar kencang saat Barry menatap aku.. apa aku sudah..... akh... yaa tuhan aku Rasa Ini adalah Rasa yang Salah..
*
*
*
*