Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kata Hati


Hari demi Hari mulai berganti..


Kini sudah tiga hari berlalu setelah acara pernikahan Andin..


Sejak kemarin memang banyak sekali karyawan perempuan yang menatap Tiara sinis, Tak hanya sinis, bahkan ada yang mencibirnya sebagai wanita yang pandai menggoda hingga Tiara bisa dekat dengan Barry dan Fardhan..


yaa! Serangan itu tidak hanya di layangkan ke pada Tiara, Syifa juga mendapat serangan itu.. Hanya Saja Syifa lebih berani menantang ucapan karyawan lain yang mengunjing nya..


Berbeda dengan Tiara yang hanya masa bodoh dengan ucapan orang, hatinya bagai beku dengan gunjingan, Pikirannya sudah tak terfokus lagi dengan apa yang orang Pikirkan tentangnya...


Luna semakin gencar mendekati Tiara guna mendapatkan teman dekat yang juga akan menjadi teman bahkan pacarnya..


waw licik bukan?! Berteman untuk mendapatkan Teman yang kaya hemm


Dengan Semakin meluasnya kabar kedekatan Tiara dan Barry membuat Tiara mempasrahkan dirinya jika Barry mengajaknya makan, atau pulang bersama...


Pagi ini hari tidak bersahabat, Barry sedang melakukan perjalanan Bisnis sejak kemarin di Bogor... Barry berencana membuka tempat wisata di Bogor, maka dari itu ia sesekali harus meninjau lokasi serta prospek pembangunannya...


Pagi ini sudah di sambut hujan yang cukup deras.. Tentu tidak mungkin jika Tiara harus naik Ojeg Online atau membawa sepdah motornya..


"Hanya mobil ini yang bisa membantu sekarang" ucap Tiara sambil melihat mobil mewah yang memakai penutup terparkir di Garasi rumahnya...


Ibu Sulis telah menuju Salon Lima belas menit lalu. Ia fikir Tiara akan pergi bersama Barry makanya ia juga tika ambil pusing tentang keberangkatan anaknya menuju kantor meski cuaca tak mendukung...


"Mau gimana lagi, huh semoga gak bikin heboh" Ucap Tiara mulai menyalahkan mesin mobil sekedar untuk memanaskannya terlebih dahulu.


Tiara masuk kedalam rumahnya, mengambil Tas, ponsel serta nemakai sendal jepit, sementara Sepatu nya ia masukan ke dalam paperbag...


Tiara melajukan mobil itu, aroma Khas tubuh Adam seperti masih menempel di dalam mobil tersebut, meski mobil tersebut sudah beberapa kali dipakai Pak Rachman juga Reza...


harus kuat, harus tegar... huh


Ucap Tiara menguatkan Hatinya sendiri, ia tidak mau lagi terpuruk dalam.kesedihan.. Ia Rasa kebahagiaan nya sudah sangat nyata saat ia bersama Barry saat ini..


Setelah 60 menit perjalanan yang memang membuat Tiara terlambat karena kemacetsn ibu kota yang baru saja di guyur hujan..


Tapi tidak hanya Tiara, tentu banyak karyawann yang juga telat..


Dengan tergesah-gesah Tiara keluar dari mobil yang telah ia parkirkan secara mulus sesuai dengan line yang ada..


Saat mobil itu lewat pun sudah banyak yang melirik, apalagi jika pengemudinya keluar...


"Tiara Men.. Anjrit udah dapet mobil aja dari Bos" Ucap salah satu Karyawan laki-laki dari ujung basement dimana Parking motor berada


"Ah wajar si, dia cantik gitu.. kalah sama pacar Bos yang dulu, dempulan doang muka ny" sahut salah satu rekan nya yang tengah membuka jas hujan yang basah


Tiara mendengar?? tentu tidak, karena posisi yabg memang sangat jauh.. Namun banyak sekali pasang mata yang melihat Tiara turun dari mobil mewah itu..


dreet


dreeeeet


dreeeeeeet


Ponsel Tiara bergetar, menandakan Panggilan masuk..


"Barry - Batin Tiara yang tengah menunggu Lift bersama beberapa karyawan


Tiara menggeser tombol hijau nya ke kanan...


📞 dalam sebuah panggilan telfon📞


Barry: Sayang, sudah sampe kantor? ujan ga?


Tiara: Baru sampe niih, Iya hujan deres disini.. disana gimana?"


Tiara sibuk dengan barang bawaanya berupa Tas, berkas dan lunch box, sementara satu tangganya menahan ponsel agar tetap di telinga...


Barry: Sama disini juga hujan, kamu naik apa?


Tiara: bawa mobil, ini aku telat juga jalan mecet...


ucap Tiara sambil melangkah masuk Lift menuju Lobby lebih dahulu, diamana mesin absensi tersedia...


Barry: gak masalah, gak kerja juga gak masalah kok...


kata Barry terkekeh


Tiara: enak aja.. kamu jadi ga ke lokasi dong kalo hujan?


Barry : untuk saat ini belum, kemarin juga baru pemeriksaan laporan aja... tapi kalo hujan terus siang aku pulang, disini lama-lama juga ga ngapa-ngapain


Tiara: terserah lah.. aku absen dulu yaa...Nanti aku telfon lagi.. see you sayang...


Dari kejauhan Barry benar-benar gemas dengan sikap Tiara yang sering sekali membuat debar jantung Barry bertempo lebih cepat...


********


Sampai di Ruangan kerjanya..


"Maaf aku telat, aku kejebak macet" Ucap Tiara pada kedua rekan kerjanya, Barry dan Anwar


"iyaaa" ucap keduanya


"Tii cek email yaa, Ada Revisi yang kemarin" Ucap Anwar memberitahu Tiara


"Sip Bos" Ucap Tiara sambil tersenyum ke araj Anwar


tok


tok


tok


Suara ketukan pintu...


"Masuk" ucap Anwar namun ketiganya masih fokus dengan daun pintu yang akan terbuka


"Luna" ucap Tiara pelan...


"Ada apa?" ucap Anwar malas


"ada perlu saya sama Tiara" kata Luna


"Maaf lun pekerjaan aku banyak. kita ngobrol di jam makan siang aja ya" Ucap Tiara menolak Secara sopan


Luna menghela Nafasnya kasar sambil memutar badannya..


"hem baik lah" katanya sambil pergi meninggalkan ruangan tersebut...


"Aneh, ngapain si dia nempel terus sama lo?" ucap Syifa


"mana aku Tau ifaaa" ucap Tiara jujur


"Dasar dua gadis Bo**h" Kata Anwar meledek


"what? maksud abang ape ni" Kata Syifa kesal


"huh! Luna itu tau kedekatan kalian sama dua bos tampan! iri lah dia, makanya kalian di pepet biar bisa deket sama orang paling kaya dan ganteng di Kantor ini" kata Anwar menjelaskan


"Hah??? serius lu bang?! jangan sok tau" tanggap Syifa merasa tak percaya, Tiara hanya diam mematung


"Tau dari cewek gue" Ucap Anwar dengan jujur


"hah? gimana-gimana? otak gue koslet bang rasanya kalo nangepin sesuatu yang rumit" Ucap Syifa nampak kebingungan


Anwar menjelaskan dengan sedetail mungkin... Jadi Author gak perlu flashback yah!


"Jadi.. cewek gue Arum.. Arum ini pernah temenan lumayan deket sama Andin saat mereka kerja Part time dulu di butik... Nah kedeketan mereka itu terjalin sampe sekarang... H+1 Nikahan Andin, cewek gue kerumah Andin buat bawain sesuatu kenang2n karena Andin mau Pindah kan ikut suaminya... entah apa yang para wanita itu bicarakan dari awal sanpe akhirnya Andin kasih tau kalo Luna itu ada Niat gak baik, Termaksud sama Kamu Ti... dia mau berteman sama kamu cuma karena si Luna mau punya temen, gebetan, pacar, jodoh orang kaya, ganteng, mapan.... Andin katanya denger sendiri dari mulutnya si Luna..." Kata Anwar menjelaskan


Tiara dan Syifa yang sedari tadi sudah mematung mendengar ucapan Anwarpun membuat pikirannya jauh melayang...


"Lo harus hati-hati Ti..." ucap Syifa


"bukan cuma Tiara, tapi kalian berdua" kata Anwar


"emang hubungan kalian sama kakak beradik itu sejauh apa si? kalian gak takut cuma jadi mainan mereka para pria kaya?"


Deng!!


ucapan itu bagai tombak menancap di hati Tiara dan Syifa


""huh gue masih temenan kok" ucap Syifa


"Gue... gue emang pacaran sama Pak Barry, entah akan berujung dimana.. gue coba jalanin aja..." Kata Tiara mengikuti kata Hatinya


aku yakin Barry mencintaiku, terlihat jelas dari matanya, Cara dia memandang aku, memperlakukan aku, memanjakan aku.. aku yakin itu cinta...


******


*********


************