Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Pusat Perhatian


Barry nampak turun perlahan dari kamarnya..


mencari keberadaan penghuni rumah namun nihil, ia tak menemukan adik juga ibunya..


"mama mana bi?" tanya Barry sambil menuang air putih di gelasnya


"Nyonya di kamar nya sama Den Fardhan juga Non Risa...." kata salah satu asisten rumah tangganya


Barry mengangguk mengerti lalu Barry menuju kamar ibunya..


tok


tok


tok


"maaahhh" ucap Barry


"yaaa masuk"


ceklekk...


suara handle pintu..


Ibu Erna sibuk membaca Majalah ssmbil duduk dia atas Ranjang, kemudian menyenderkannya di dipan..


"sini masuk kak" kata Risa yang tengah berbaring di paha ibunya, sementara Fardhan di sisi Ibu Erna sedang merebahkan kepalanya di bahu ibu Erna sambil bermain ponsel


"pada disini rupanya? hmm" Kata Barry kemudian merebahkan tubuhnya meletakkan kepalanya di lengan Risa


"Barry.. kamu nanti bareng Tiara kan ke Acara Andin?" kata Ibu Erna


"Bareng mama aja" kata Barry sedikit berbohong


"ihh mama bareng aku,," celetuk Risa


"iya biar mama ama gue aja" tambah Fardhan


"No... kalian sama wanita kalian aja. mama urusan aku" ucap Risa


Fardhan dan Barry diam membisu mendengar ucapan adiknya..


"mama sedih" Ucap Ibu Erna,


mendengar itu ketiga anaknya kompak bangun dari posisinya, menatap ibu Erna dengan serius..


"kenapa ma?"


"mama sedih kenapa?"


"mama kangen papa ya?"


Bu Ernah meranik nafasnya, membuangnya kasar..


"Mama sedih, sedih banget... dua anak laki-laki mama sudah punya pacar, tapi ga cerita sama mama, mungkin mama sudah ga berarti lagi" kata Ibu Erna yang memulai drama di hari Sabtu ini


Risa terkekeh setelah menghela nafas lega...


sementara kedua Laki-laki yang menjadi tersangka hanya diam membisu..


"maah Fardhan masih jomblo mah, percaya lah maahh" ucap Fardhan sambil bergelendot di lengan Ibu Erna


"mah.. Barry hemm Barry belum siap cerita" ucap Barry


"intinya aja deh, Jawab cepat atau kalian akan mama lempar jadi gelandangan yah!!" Ancam ibu Erna yang sebenarnya hanya gertakan semata


"bentar mah bentar, dokumentasi dulu" ucap risa membuka menu camera di ponselnya..


"Gak lucu ih, ngocol ni anak" kata Barry kesal


"Risa konyol yaa, awas!! gak bakal kaka mau jadi pacar pura-pura kamu lagi" celetuk Fardhan membuat Ibu Erna dan Barry membulatkan matanya menatap Risa


"sabar mah sabar.. fokus ke mereka dulu mah, inget misi mama" Ucap Risa mencoba mengalihkan pembicaraan


Awas lu kak Fardhan.. Abis lu entar!!!


Batin Risa


"awas kamu Risa, kamu hutang penjelasan sama mama!!!" kata Ibu Erna membuat Risa menelan Ludahnya dengan begitu sulit ..


"Dengerin Mama!! FARDHAN... Apa kamu lagi deket dengan seorang wanita?" kata Ibu Erna


"mmmm........." fardhan berfikir cukup lama


"Jawab cepat!!! mau yaa jadi gembel"


"hem Iya mah Fardhan lagi deket sama perempuan, Fardhan suka mah sama dia, Fardhan jatuh cinta mah..." kata Fardhan dengan intonasi sangat cepat


"bagus, ini anak mama" kata Ibu Erna


"lalu udah jadian???" lanjut Ibu Erna


"Belum mah, nunggu timing yang tepat, sekalian penjajakan" ucap Fardhan..


"oke.. mama dukung! kalo perlu ajak nikah langsung" ucap ibu Erna membuat Barry dan Fardhan bergidik ngeri


"Barry!!!! sejauh apa kedekatan kamu dengan TIARA??" Tanya Ibu Erna


"JAWAB CEPAT!!!"


"hemm Aku dan Tiara berpacaran mah" ucap Barry dengan di iringi jantung yang berdebar cepat. begitu juga dengan Fardhan dan Risa yang tak kalah berdebar kala itu menantikan ucapan Barry...


"Bagus!! mama seneng jadinya.. segera pepet dia,, ajak nikah.. mama ga sabaf mau punya mantu, terus punya cucu" kata Ibu Erna dengan wajah senang nya


"Tapi mah...Tiara it-----"


ucapan Barry terpotong..


"yaa maksimal banget Akhir tahun lah yaa ajak dia nikah" kata Bu Erna masih dengan bayangan memiliki menantu cantik


"Insya Allah mah, doain ya mah" kata Barry dengan sedikit rasa was was dalam diri nya..


****


"Tiara cepat, Nak Barry sudah menunggu" Kata Ibu Sulis berteriak ke arah atas


What?? baru jam setengah 7 dia udah sampe?! luar biasa Pak Barry yang terhormat..


Batin Tiara sambil memoles dirinya dengan make up tipis natural


Dua Puluh menit kemudian..


Tiara menuruni Tangga Rumahnya Sambil membawa Hand Bag senada dengan warna pakaiannya...


"Cantiknya anak Ibu" Kata Ibu Sulis menggundang perhatian Barry dan Pak Rachman


Subahanallah.. Bidadari turub dari kamar...


Cantik banget, apa dia Tiara? ga nyangka ini bikin pangling banget...


"Kedip Woy" kata Pak Rachman sambil memukul paha Barry


"eh om.. maaf maaf..." kata Barry malu sendiri..


"Yah, bu aku berangkat yaa.. Syufa dari tadi juga udah nelfon terus katanya udah mau sampai dia" kata Tiara


"iya hati-hati yaa" ucap Ibu Sulis


"Pamit Om, Tante.." kata Barry sambil bersalaman


"iya.. Titip Tiara, jagain yaa.. anter pulang dengan selamat" Ucap pak Rachman


"baik om" ucap Barry dengan penuh keyakinan..


*********


"kita pulang aja yu" kata Barry pada Tiara saat mereka akan segera tiba di lokasi


Tiara Menoleh cepat


"Apa-apaan si Barr, ga lucu deh!" ucap Tiara kesal


"pasti kamu jadi pusat perhatian orang-orang! kamu cantik banget sayang, aku ga rela" Kata Barry


"tau ah, kamu suka ga jelas deh Bar, aku wajar kan make up namanya kondangan!" kata Tiara kesal


"iya iya maaf, tapi jangan jauh-jauh dari aku ya??" pinta Barry Lirih


"hemmm"


********


"Barr, aku turun duluan yaa.. nanti pada curiga" Kata Tiara sedikit Panik


"gak ih apaan si sayang! gak mau aku" kata Barry kesal


Tiara menghela nafasnya.. merasa sangat cangung..


tok


tok


suara ketukan kaca mobil di sisi Tiara


"Risa"


Tiara menurunkan kaca mobilnya sedikit


"Ayo masuk.. mama udah di dalam sama kak Fardhan" kata Risa yang baru saja mengambil ponselnya yang tertinggal di mobil


Dengan cepat Tiara mengangguk mempersiapkan firi lalu keluar..


Barry tak ingin tertinggal pun bergegas dari mobil mewahnya..


"Alamakk Tiara kamu cantik banget" Puji Risa


Tiara hanya tersenyum..


Tiara berjalan berdampingan dengan Risa, Barry pun berada di sisi Tiara namun sedikit berjarak agar tidak terlalu mencolok..


Kulit putih bersinar, make up natural dan fres, rambut hitam lurus dan ikal di bagian ujung rambut, drees Sabrina Hitam se lutut dengan aksen bubga di bagian bawah baju, Higheels 5 cm hitam yang talinya melingar di pergelangan kaki membuat kaki jenjang putih itu terlihat begitu sexy...


Semua Mata tertuju pada Wanita Itu.. Tiara!


"itu Tiara kan?"


"omg Tiara"


"waw so beautyfull"


"sumpah cantik banget"


Itulah pujian para undangan yang juga berada di acara tersebut...


Barry merasa kesal sekali, andai mereka tahu bahwa Barry kekasihnya mungkin Tiara tidak akan di goda atau di puji laki-laki lain...


***


*****


*******