Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kesempatan


Malam Hari..


"Mas aku mau bicara sesuatu" kata Tiara dengan serius membuat Barry menutup laptopnya


"tentang apa sayang?" kata Barry


"tentang Tari" ucap Tiara serius lalu Barry juga menjadi penasaran


"ada apa?"Tanya Barry..


Tiara kemudian menceritakan semua nya pada Barry, mulai dari sikapnya terhadap Tiara, Syifa bahkan dengan Risa.. di tambah Tari berani masuk ke kamar Tiara dan Barry meski bibi melarangnya sejak awal...


"Yaa Allah aku baru tau, kalo gitu besok kita suruh Joni antar dia balik ke panti, aku rasa sumbangan kita dan beberapa donatur lain kepanti cukup kok" Kata Barry


"Jangan mas, kasian aku yakin dia punya kebutuhan tersendiri makanya dia rela bekerja" ucap Tiara


"Aku akan bicara pelan-pelan saat Timing yang pas, aku cerita supaya kamu ga kaget aja kedepannya" ucap Tiara


Barry pun mengikuti Saran isterinya itu, Biar bagaimana pun mereka memang masih membutuhkan tenaga Tari untuk membersihkan rumah..


*****


Hari berganti..


Barry, Risa dan Fardhan telah kembali beraktivitas, Tinggallah Tiara dan Ibu Erna..


Tak lama berselang bel rumah itu berbunyi, membuat Bibi menuju post satpam lewat pintu samping..


Tak lama kemudian Bibi kembali menghampiri Tiara dan Ibu Erna yang tengah duduk di halaman belakang..


"Nyonya, Non.. Ada Tamu.." Kata Bibi


"Siapa namu pagi-pagi" Tanya Ibu Erna


"Katanya sodara Tuan, nyonya.. namanya ibu Mala dan Alice Nyonya..." kata Bibi


mau apa lagi mereka...


"Baik suruh masuk aja bii, saya tunggu di ruang tamu" kata Bu Erna kemudian Bibi pergi untuk membawa tamu itu masuk


"Ayo sayang temenin mama biar sekalian kenal" Ajak ibu Erna pada menantunya..


****


"Ada apa Mba Mala kesini?" Tanya Ibu Erna


"Aku mohon, izinkan kita tinggal disini Erna, kami di usir dari kosan kecil itu.."


Tanya Ibu Erna kesal


"Maaf Erna saat itu tiba-tiba kepalaku pusing, akhirnya aku pakai uang tersebut untuk berobat" ucap Ibu Mala sambil menangis


"Tapi gak bisa disini mba, kami gak ada kamar kosong" Sahut Ibu Erna dengan jujur..


"Masa si Er, rumah mewah ini gak ada kamar kosong" Kata Ibu Mala tak percaya


"iya, mba bener.. " Kata Ibu Erna meyakinkan


Tiara rasanya ingin sekali mengatakan kalo ia bisa saja pindah kembali ke kamarnya dan Ibu Mala juga Alice bisa memakai kamar tamu itu..


"Kita harus tinggal dimana Tante, cuma Tante keluarga kita disini" kata Alice yang mulai membuka suara


"Alice kamu kan sudah bekerja di perushaan, gaji kamu juga lebih dari cukup kalo untuk mengontrak rumah untuk kalian berdua" kata Ibu Erna


"iya Tante tapi mama sakit-sakitan.. kalo untuk Alcie tinggal sendirian di rumah kasian Tan.. itu salah satu alasan juga kenapa Alice kesini..."


"Maaf sekali lagi Mba, Alice.. Saya benar-benar gabisa bantu.. Sebentar lagi Fardhan juga akan menikah, mereka juga akan tinggal disini sesuai ke inginan saya" kata Ibu Erna


"Apah? Fardhan mau menikah???" Kata Alice


"kenapa kamu ga jodohin aja Alice dengan Fardhan Er.. " celetuk ibu Mala


"Astagfirullah mba, Ini bukan zaman Siti Nurbaya, saya mau anak-anak saya punya kebebasan..."


ibu Erna kemudian berbisik kepada Tiara, membuat Tiara bangkit mengikuti instruksi mertuanya..


"Alasanmu klasik sekali Erna" kata Ibu Mala tak suka


Tak lama Tiara datang membawakan Tas mertuanya.. Ibu Erna membukanya dan mengambil sebuah amplop coklat...


"ini ada uang Cash sepuluh juta, saya rasa ini cukup untuk mba dan Alice mencari kontrakan yang layak untuk beberapa bulan kedepan, saya harap cari lah yang sesuai dengan gaji Alice kedepan nya.. Bukan saya tidak mau membantu mba.. Tapi sebentar lagi perusahaan saya akan jatuh ke anak-anak jadi saya juga pasti akan bergantung pada anak-anak" Ucap Ibu Erna beralasan, meski ia memiliki beberapa bisnis dan saham lainnya yang ia terima tanpa bekerja namun ia tak ingin jika Alice dan Ibu Mala bergantung padanya, itu hanya akan membuatnya menajdi semakin malas dan bersikap se enaknya...


"Sepertinya sikap sombong mu baru terlihat Er" Kata Mala


"Maaf mba jika seperti itu.. tapi saya benar-benar tidak bisa mba" kata Ibu Erna


Dengan cepat Ibu Mala meraih amplop itu dan menarik Alice pergi dari rumah itu..


Ibu Erna menatap wajah Tiara yang nampak bingung..


"Mereka memang begitu, dari habis menikah mereka sudah ikut mama dirumah mama yang dulu, jadi mama sudah tau sifat mereka" Kata Ibu Erna pada Tiara, Tiara hanya mengangguk, ia tak ingin berkata banyak mengingat itu bukan ranah nya untuk berbicara...


****