Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Berusaha


"Mas????" ucap Tiara memandang Barry dengan tatapan kosong..


Semua pandangan menuju ke Tiara dan Barry.. Isak tangis yang semua mendadak terhenti begitu saja...


"Mas.. kenapa manggil aku sayang?! jangan sembarangan yah" Ucap Tiara dengan jutek nya..


Semua orang tercengang, Barry merasa kembali tertusuk tombak tajam nan panas...


"Sayang itu Barry nak" ucap Ibu Sulis


"Barry siapa bu? oh iya aku kenapa disini bu?" Tanya Tiara bingung


Yaa Tuhan Apalagi Ini...


Batin Barry..


"Sayang kamu kecelakaan, kamu koma selama 3 bulan nak..." ucap Ibu Sulis


Tiara terdiam bingung...


"Sayang ini mama nak, sekarang apa nya yang sakit" celetuk Ibu Erna


"mama?" kucap Tiara bingung


semua kembali menatap Tiara bingung..


"Ibu ini aku kenapa si bu? terus kak Adam mana, apa dia masih dinas?" TanyaTiaraa membuat semua orang terkejut dan dapat menarik kesimpulan bahwa Tiara mengalami amnesia..


"aku panggil dokter" ucap Fardhan berlari kecil ke arah pintu...


"Ifaa dia siapa? kok merangkul kamu tadi?" Tanya Tiara bingung


semua masih dalam isak tangisnya, Barry sendiri tertunduk dan menangis pelan...


"Tiara... hiks hiks... Nak dengarkan Ibu Baik-Baik yaa....." ucap Ibu Sulis kemurdian ia menahan pembicaraanya karena isak tangisnya


"akkhh" Keluh Tiara sambil memegang kepalanya


"Sayang... kenapa" Kata Barry dengan cepat


"Mas stop"


"Akh sakit buu, kepala Tiara sakit"


keluh Tiara membuat semua orang panik..


dokter Jaga pun datang karena memang hari sudah malam, Terpaksa dokter memeberikan obat penahan rasa sakit dan obat tidur karena Tiara tak kunjung merasa tenang....


****


Pagi Hari..


Dokter Martin yang menangani Tiara datang pagi-pagi dengan semngat karena menerima kabar sadar nya Tiara...


"dokter dia tidak mengenali saya sebagai calon suaminya dok, bagaimana ini dok" keluh Barry Lirih sementara Tiara masih terjaga dalam tidurnya


"Bahkan Anak saya malah mengingat mantannya yang telah tiada dok" Ucap Pak Rachman yang juga begitu Khawatir


Dokter Martin Tersenyum...


"Sebenarnya ini yang saya khawatirkan, efek dari benturan dan traumatik yang ia alami sampai ia koma, nah saat ia sadar tentu ia akan melupakan beberapa kejadian yang baru ia alami.... beberapa pasien saya mengalami hal serupa" ucap dokter bermata sipit itu


"Lalu berapa lama dia bisa ingat saya dok" Ucap Barry


"Tergantung... ada yang setelah tidur 12 jam ia akan ingat, ada yang butuh berhari-hari ada juga yang dua bulan... semua beraneka ragam tergantung fisik seseorang..." Ucap dokter tersebut


"Tenang mas, ini bukan hal permanen, kamu bisa menanti si Cantik tiga bulan, masa kamu gak bisa si bantu dia ingat semuanya,, mudah-mudahan tidak sampai Tiga bulan..."


Barry tertunduk lemas rasanya Tuhan masih ingin mengujinya lebih lagi..


"Tapi ingat, jangan memforsir terlalu berat pikirannya, itu bisa membuat dia merasa tak nyaman, sakit" ucap dokter martin sambil memeriksa Tiara yang masih tertidur.


*******


Satu Minggu Berlalu..


Barry tetap berada di sisi Tiara meski Tiara nampak enggan di dekati, yaa bukan enggan tentu Tiara masih menghargai Adam sesuai ingatannya saat ini...


"Ibu kenapa kak Adam gak kesini? terakhr kita jalan di pantai dan dia melamarku" Ucap Tiara


jadi anakku hanya mengingat mereka masih berpacaran.. bukan ingat tentang pernikahannya dengan Adam...- Batin Ibu Sulis


Apah?? jadi ingatan Tiara hanya sampai saat adam melamarnya... Yaa Tuhan sembuhkan dia... - Batin Barry


"buu boleh aku kesalon dulu?aku merasa rambutku jelek sekali, masa ini pendek ini panjang" kata Tiara memperlihatkan rambut pendeknya karena terpaksa harus di potong sebagian demi lancarnya operasi kala itu...


"kamu tetep cantik sayang" ucp Barry


Tiara memutar bola matanya..


"Mas kenapa si mas ini panggil aku sayang, sayang, mas ga tau yah aku punya pacar!" Kata Tiara ketus namun ucapan itu bagai tak mempan lagi untuk Barry..


"Sayang gak baik bicara kasar..." ucap Ibu Sulis sambil mengemas pakaian ke dalam tas


Setelah siap, Ibu Sulis membawa putrinya pulang kerumah, tentunya dengan Barry...


Mereka sudsh sepakat untuk membawa Tiara ke makam adam...


"Bu kenapa ke sini?" Tanya Tiara penasaran


"kuatkan hati kamu Nak" Kata Pak Rachman


Mereka pun berjalan meski harus menitah Tiara secara bergantian..


"Ayah, rasanya Tiara ga asing sama tempat ini" Ucap Tiara memerhatikan sekitar


"Iya sayang, kamu sering kesini" Ucap Pak Rachman


Merekapun berhenti tepat di sebuah pusaran dengan Batu Nisan yang jelas terpampang nama Adam...


"Kak Adam... Ayah... Ibu.. maksud kalian apa?" Ucap Tiara dengan isak tangisnya


"Adam sudah pergi hampir setahun lalu nak..." Ucap Ibu Sulis tak kuasa menahan tangisnya, Barry mencoba menguatkan nya dengan mengusap bahu ibu sulis


"apah? aaaaaaakk Sakittttttt" pekik Tiara lalu kemudian ia pingsan....


"Astagfirullah..."


Barry mengambil alih tubuh Tiara yang terlihat sangat kurus itu...


"Kita pulang aja yah" ucap Barry cepat smbil mengangkat Tubuh Tiara


"Apa kita terlalu berlebihan yah?" tanya Ibu sulis


"Enggak buu, biar bagaimana pun Tiara harus melepas Adam... jangan sampai amnesia nya kali ini membuat ia semakin dalam mencintai adam...


*********


Di kediaman Tiara..


Risa, Fardhan Juga Syifa telah memberi kejutan kecil untuk menyambut kepulangan Tiara, mereka membuat dekorasi kecil serba pink untuk Tiara...


"Ahh gemash" Ucap Syifa melihat dekorasi penuh warna pink


"Tiara pasti lupa sama aku" celetuk Risa


"siapa suruh kerja mulu" celetuk Fardhan


"kalo aku disana terus yang ada ku cuma jadi penonton adegan korea..." kata Risa kesal


Syifa dan Fardhan hanya tertawa...


"Tapi Ris, dia juga ga kenal Fardhan" Kata Syifa sedih mengingat sahabatnya kini lupa dengan kekasihnya..


"Aku yakin ini gak lama, aku juga konsul kok sama dokter syaraf... kita berdoa aja ya" ucap risa memeluk Syifaa


"ini baru namanya Drama Wanita" kata Fardhan ketus...


Mereka masih menunggu kedatangan Tiara sambil mengobrol bersama, bercanda tawa sekilas melepas kepenatan yang tengah mereka alami..


*******


**Yuhuuu aku up lagi...


jangan lupa Vote, Like, komen lagi....


Tapi ini terakhir di hari ini...


Anakku Batuk Pilek...


huhu rewel banget dia, di tambah besok mau gak mau harus kerja huhuu


maaf yah...


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏**