Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Saling Menguatkan


Perusahaan Atmaja


Fardhan terlihat sangat sibuk Karena pekerjaam nya semakin double akibat Barry tidak masuk.. Jam Makan siang sudah mulai 15 menit lamanya, Syifa bergegas menuju Ruangan Fardhan mengingat ia membawa bekal untuk dirinya juga Fardhan..


Syifa mengetuk pintu lalu masuk setelah di persilakan oleh Fardhan..


"Masih sibuk?" Tegur Syifa


"Masih" Ucap Fardhan kemudian bangkit dari kursinya lalu menuju sofa ruang kerjanya


"Bunda yang masak bukan aku" Ucap Syifa saat fardhan celingukan memeperhatian beberapa menu yang Syifa bawa


"Gapapa, aku kan mau cari isteri bukan tukang masak" Kata Fardhan mencubit pipi Syifa, membuat dirinya tersipu malu..


"Pulang kerja aku ke Rs ya" kata Syifa


"Temenin aku meeting dulu yank, kamu juga gak bawa kendaraan kan" ucap Fardhan


"lama ga? aku kangen Tiara" Ucap Syifa sambil memberikan piring berisi makanan ke Fardhan


"Makasih"


"start jam 3, Jam 5 selsai.. kamu susul aku aja di cafe depan"


"oh yaudah, makanlah dulu" Ucap Syifa...


Dirumah sakit..


"Astagfirullah" Ucap Tiara Tiba-tiba membuat Barry yang tengah duduk langsung segera bangkit menghampiri isterinya


"Ada apa sayang?" Tanya Barry panik


"Mas pinjem ponsel mu" pinta Tiara lalu Barry memberikannya


Tiara fokus memncet nomer yang ia sudah hafal di luar kepla..


"Telfon siapa?" Tanya Barry kemudian Tiara menempelkan telunjuknya di bibir Barry memberi kode untuk diam..


*Assalammualaikum Imron...


Mron aku Tiara*..


*Ini Mron, Nanti ada seorang gadis hendak melamar pekerjan, tolong kamu handle seperti biasa, janjikan tiga sampai tujuh hari untuk kabar selanjutnya...


iya oke . makasih yaa Mron, Assalammualaikum*...


Panggilan Telfon terputus...


"Siapa yang mau melamar pekerjaan?"


"adalah Mas... oh iya Mas aku boleh minta sesuatu" Kata Tiara penuh Harap


"Apa?"


"Aku mau minta asisten, kaya kamu dan Fardhan punya sekertaris" kata Tiara menaik turunkan alisnya


Barry mengerutkan keninynya


"Boleh tapi cari orang kepercayaan ga mudah sayang.." Kata Barry


"Aku sebenernya udah cocok sama seseorang "


"siapa?"


"Pras"


Barry membulatkan matanya..


"Apa yang sedang kamu rencanakan hemm??"


"Gak ada, aku cum mau dia berubah sayang"


"Tapi itu ga mudah"


"ya gak akan mudah mas kalo ga di mulai pelan-pelan" ucap Tiara kesal


"Yaudah, Mas coba bicarakan sama Fardhan yaa nanti" Ucap Barry


"oke, makasih saayang... " Ucap Tiara


Selang satu jam...


kamar Ruang rawat itu kini tengah bising akan isak tangis.. Tiara dan Ibu Erna tengah menangis bersama...


"ini takdir mah, aku dan mas Barry sudah ikhlas menerima dan ini bukan hal yang besar, kita masih bisa punya anak kok mah, mama doain kita yaa" Ucap Tiara mengeuatkan dirinya juga mertuanya


"Andai mama dulu tidak menentang kalian, mungkin sekarang kalian semakin bahagia"


"udahlah mah, mama jangan bahas hal itu lagi.. Mama doain kita aja yaa, setiap dua minggu sekali Tiara akan cekup rutin mah, mama tenang aja semua akan baik-baik aja kok"


"iyaaa sayang, mama yakin kebahagiaan akan menyelimuti kalian..." Kata Ibu Erna menatap lekat wajah menantunya


"Aamiin.. makasih ya mah, jangan bosan mendoakan kami" Kata Tiara


"Never" Ucap Ibu Erna kemudian kembali memeluk menantunya..


Disaat yang bersaman, pintu ruangan terketuk..


Barry memersilakan masuk, kemudian terdengar suara hentakan sepatu wanita yang semakin mendekat..


Barry menoleh ke arah pintu dengan menarik sebagian hordeng yang terhubung dengan ruamh tamu di ruangan VVIP..


"Kamu" Ucap Ibu Erna syok


Barry dan juga Tiara saling menatap.. Barry ingin melihat ekspresi langsung isterinya...


"Sore Tante??" Sapanya


****


UP EMPATT NIIIIIHHH 😂😂😂