
"Sayang nanti hamil lagi yaa, kita kalahin si Barry" kata Kevin pada isterinya
Plakkkk...
Tamparan mengarah ke lengan kevin..
"Awwwww" pekiknya kesakitan di tambah tawa serentah ke tiga sahabatnya
"kamu pikir ngelahirin itu enak banget yaa, gurihhhhhh!! tak se gurih bikinnya" kata Alice kesal
"lagian Lo pin maau lomba Lo pake mau balap gue soal anak" kata Barry terkekeh
"Maklum lice dia kejar setoran, umur udah Tuir yakan..." ledek Roy
"kalo kamu mau punya anak lagi dalam wktu deket, kamu aja ya yang ngelahirin" kata Alice
"hahhah di belah dong batangnya" ledek roy
"Gilak Lo" timpal Kevin pada Roy
"doain biar anak gue cowok, biar bisa jagain kakak-kakak nya dari anak-anak kalian" timpal Barry
"Semoga anak gue cewek biar bisa mepet anak lu bar" timpal Roy yang isterinya tengah mengandung
"Haduh Gesrek banget pasti anak Lo nanti Roy, pusing pala gue bayangin nya" kata Kevin mengurut keningnya
"Heee dia udah insap" kata Fardhan
"Insap depan bini nya doang, di belakangnya mah behhhhhh Makin parah" ledek Kevin
seketika pandangan Sarah memicing ke arah suaminya..
"Astagfirullahaladzim, enggak sayang.. kevin kelemesan mulutnya, jangan di dengerin" kata Roy pada isterinya yang di tertawakan oleh para sahabatnya
"Pin Lo jangan kaya emak-emak komplek yaa" kata Roy kesal
"Emak-emak sosialitah gue mah" timpal Kevin...
kembali menggundang gelak tawa sahabatnya..
***
Siapa sangka, ke empat sahabat itu tinggal di dalam komplek dan blok yang sama..
rumah mereka saling berhadapan.. setiap hari para isteri mereka berkumpul bergilir di salah satu kediaman mereka..
Hingga waktu terus berjalan begitu cepat, Tiara, Syifa, Alice juga Sarah akhirnya memutuskan membuka usaha bersama demi memberi kesibukan pada diri mereka, selain pengajian komplek, arisan komplek yang menjadi kegiatan sosial mereka..
Mereka membuka sebuah butik mewah, beberapa barang yang mereka jual merupakan barang original branded..
tentu saja ide itu bermula dari Tiara, yang kemudian mengajak ke Tiga sahabat nya..
Cafe yang Tiara miliki juga sudah semakin berkembang pesat, ia telah membuka cabang cafenya persis di samping kantor suaminya...
Kehamilannya kali ini berawal dari sikap mandiri Tiara, namun saat mendekati waktu melahirkan, Tiara malah menjadi posesif pada suaminya, sungguh membuat Barry pusing dalam membagi waktunya...
*
"Assalamualaikum" ucap Barry yang baru saja pulang dari kantornya, Barry menggira isterinya tertidur karena tidak menjawab salamnya,, Barry memutuskan untuk mandi membersihkan diri...
kenapa kamu semakin Cuek mas...
Batinnya sambil terus menangis pelan...
Padahal seminggu lagi aku mau melahirkan..
Tiara terus menangis sendu, tak bisa di bayangkan jika ia hendak melahirkan namun suaminya tidak berada dirumah...
Barry keluar kamar mandi tanpa memakai kaos nya, hanya celana boxer pendek kotak-kotak..
dilihatnya sang isteri sesegukan tanpa suara, Barry mendekat mengira isterinya tengah bermimpi buruk...
Namun siapa sangka jika mata isterinya tengah menatap kosong jendela kamar yang sudah menampakkan gelapnya malam hari..
Drama lagi deh... Batin Barry
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Barry dengan raut wajah datarnya
"hiks hiks hiks" Tiara hanya terdiam sambil menangis
Yaa Allah kenapa dia jadi begini.. kembalikan isteriku yang dulu-- Batin Barry frustasi
"Sayang maaf yaa, aku telat.. tadi meeting nya ngaret banget sayang.. kamu baca chat aku kan?" kata Barry mengalah
"Mas jahat, kenapa seminggu ini cuma satu kali dinner dirumah?? mas kenapa ga ajak aja aku sama Al kerja, biar aku ga bosen! hiks hiks hiks" kata Tiara kesal, pasalnya Barry sudah melarangnya pergi kemanapun mengingat perut isterinya yang sudah membuncit besar
"Yaa Allah sayang, mana bisa.. yang ada kamu kecapean ikutin kegiatan mas..." kata Barry lembut
"kamu kan tau, mas juga kan begini semenjak Fardhan ngurus kantornya sayang,, ayolah.. maafin mas yaa" kata Barry m
berusaha membujuk isterinya meski kata-kata yang ia ucapkan sudah terulang setiap hari semenjak drama yang Tiara ciptakan di mulai..
"Kamu bilang mau jadiin Anwar atau Pras asisten kamu.. mana buktinya" kata Tiara menuntut
Barry pun menggaruk kepalanya yang tak gatal...
"yaa gak semudah itu sayang... Anwar sedang tahap seleksi pribadi dari mas, semntara Pras juga masih melanjutkan S2 nya.. Mas mohon fahami Mas yaa" kata Barry memelas
"Mas minta di pahami tapi mas ga pahami aku hiks hiks hiks" kata Tiara dengan isaknya
"iya sayang, maafin mas yaa.. besok kita mau kontrol jadi jangan nangis gini, nanti yang di dalem perutnya ngambek juga" kata Barry mengusap perut isterinya sambil mengusap air mata nya dengan tangan satunya....
"Jangan cuma di usap, tapi di tengok" kata Tiara agresif membuat suaminya membulat kan matanya..
Selama hamil ke dua memang Tiara juga berubah menjadi agresif, semakin berani bahkan liar diatas ranjang.. Hal lain yang Barry sukai saat berada di ranjang tentunya..
karena permintaan sekaligus merupakan tantangan bagi Barry maka dengan perlahan dan penuh kenikmatan mereka melakukan hubungan menggairahkan malam itu..
****