
Alesha hanya mampu menangisi Tiara yang sudah tak sadarkan diri, di tambah darah yang terus mengalir dari daerah kewanitaan Tiara..
Barry bak orang kesetanan yang tak memikirkan nyawa lain di dalam mobil, mobil yang ia kendarai sangat kencang melaju..
Tiba di UGD rupanya sudah bersiap dokter Salsa berserta beberapa dokter dan perawat..
Selasa sudah memastikan Tiara harus segera melakukan operasi Caesar saat itu juga, saat Syifa menghubunginya ia segera menyiapkan semuanya termaksud penjelasan kepada Barry tentang beberapa kemungkinan yang terjadi karena efek pendarahan..
Barry termenung mendengar ucapan dokter yang terus terngiang di telinganya..
"Daddy... please maafin Al, Al janji gak akan nakal lagi, Al janji gak akan minta main lagi sama mom" kata Al mendekati Barry
Barry tersenyum melihat puterinya yang mampu mengakui kesalahannya..
"Al doain mommy yaa, doakan adik juga semoga bisa berkumpul sama kita, mommy dan adik sehat..." kata Barry sambil memeluk puterinya yang berdiri di hadapan ia duduk
"Al sayang mommy dad.. hiks hiks"
"iya mommy, Daddy, adik juga sayang Al kok.. Al harus berdoa yaa" kata Barry berusaha menenangkan anaknya semntara dirinya pun tengah di rundung rasa khawatir yang cukup besar terhadap isterinya..
tak lama ibu Erna datang tergesa-gesa bersama Risa..
Syifa pun menghampiri dan memeberi salam pada ibu mertuanya, tidak dengan Barry yang masih duduk memeluk Al...
"Barry.. kenapa bisa begini" kata Ibu Erna dengan raut wajah panik..
"Al yang salah Nenda...maafkan Al" ucap Al berani kepada neneknya yang ia panggil Nenda...
"Al sini duduk sama Anty" kata Risa, kemudian ia mengajak Al
Al pun duduk bersama dengan Syifa dan Risa yang sedikit berjarak dengan Barry dan ibu Erna..
Barry pun menjelaskan apa yang terjadi menurut cerita pengasuh Al yang berada di lokasi kejadian.. Barry juga membenarkan jika Tiara sempat mengadu tentang mood Al yang sedang badmood kala itu...
"mama yakin Tiara baik-baik saja" kata ibu Erna menepuk bahu anaknya..
Satu jam berlalu, lampu ruang operasi padam.. Barry berdiri di hadapan pintu ruang operasi..
"Pak Barry silakan masuk" kata seorang perawat membuat Barry seketika memucat, wajahnya menegang..
"Semua pasti akan baik-baik saja, percayalah" ucap ibu Erna melepas langkah anak nya..
Barry tengah berhadapan dengan beberapa dokter didalam ruangan steril..
"Selamat pak, anak kedua anda Laki-laki.. tampan dan sempurna" ucap dokter salsa
"Allhamdulillah terimakasih dok, bagaimana dengan isteri saya?" tanya Barry penasaran
"Isteri bapak insya Allah baik-baik saja.. sempat ada pendarahan tapi bisa cepat kita tangani dengan transfusi saat ini... kondisi ibu Tiara saya perkirakan akan stabil dua jam mendatang, kita harus banyak berdoa..." kata Dokter salsa jujur
"Karena kondisi ibu Tiara sedang tidak memungkinkan untuk IMD, bapak bisa menggantikan sementara posisi ibu, agar bonding anak dan orang tua kuat" kata Salah satu dokter
"Baik dok.. " kata Barry..
Sebelum melakukan IMD Barry melantunkan adzan di telinga anaknya..
Air mata sudah susah payah ia tahan namun akhirnya runtuh juga secara perlahan...
"Rayyan Sauqi Atmaja... jadilah kebanggan kedua orang tua, negara dan agama..." ucap Barry menatap wajah tampan anaknya
"Doakan mommy mu nak, agar cepet bangun.. Daddy rindu, Daddy juga mau mengucapkan terimakasih karena dia telah berjuang melahirkan kakak Al yang cantik dan Kamu yang tampan" kata Barry sendu...
sekitar dua puluh menit melakukan IMD dengan puteranya, Barry bersiap keluar ruangan, ia melupakan sanak saudaranya yang pasti tengah menunggu kabar isteri serta anaknya...
"Mah... " tegur Barry saat keluar
"ngapain aja di dalam? lama! gimana menantu dan cucu mama?"
"Allhamdulillah sehat semua mah, tapi Tiara belum sadar mah" kata Barry sendu
"Apa kata dokter?" tanya Risa penasaran
"Doakan saja, Tiara dalam kondisi baik.." kata Barry tak ingin berkata banyak karena Al menatapnya penuh arti dari kejauhan
"Daddy.. bagaimana mommy" kata Al cemas dengan sigap Barry memeluk anak nya itu..
"mommy.. baik-baik aja sayang... Al mau lihat adik bayi kah?" tanya Barry
"tentu.. apa dia perempuan dad?" tanya Al antusias
"No.. adik Al laki-laki nak..."kata Barry
"Huh.. pasti dia akan menyebalkan seperti Aufa yang suka merebut mainanku dan menjahili, tak lupa pasti nanti jatah ice cream ku berkurang". ucap Al penuh kekesalan membuat para orang dewasa disitu terkekeh kecil
"tenang gadis kecilku.. Aunty akan belikan Al ice cream super besar untuk al nanti" kata Risa berjanji
"Ah anty Risa terbaik, tapi tolong jangan sampai Daddy tau yaa, dia bisa mengomel" kata Al pelan namun Barry dan yang lainnya dapat mendengarnya dengan jelas, membuat orang dewasa tertawa terbahak-bahak...
***
Sorry baru up lagi, karena tuntutan pekerjaan... sekali lagi aku mau berterimakasih sama kalian karena sudah mendukung aku yaa.. hehe
Jangan lupa intip novel aku yang ke empat yaa!!!
Perjalanan Cinta.... cuzzzzzz hehe
Terimakasih untuk kalian yang telah mendukung novel ini sampai sejauh ini..
akan ada satu Eps lagi yaa..
Sorry aku buat GA dadakan, untuk Yanthy Arvan dan Khoirirawaty bisa chat aku yaa.. terimakasih atas dukungan kalian dan teman-teman.. semoga next yang lain bisa beruntung yaa!!! ❤️❤️❤️❤️