Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - INSIDEN


Sudah satu minggu Tiara menempati divisi Keuanagan bersama Syifa..


yang membuat mereka pusing adalah menghitung uang yang tak terlihat uangnya... rumit bukan?!


"pagi mbak Andin, ini laporan keuangan untuk meeting siang ini... mohon di cek mbak" kata Tiara sopan.


"oke makasih Tiara" kata Andin yang tak kalah ramahnya


Tiara pun membalikan badannya untuk kembali ke ruangannya yang juga berada di lantai tersebut...


"tunggu Tiara....." kata Andin


"ada apa mbak" dengan cepar Tiara membalikkan badannya lalu mendekati Andin..


"ini kamu salah, kelebihan nol di belakangnyaa.. aduduuuu nanti kalo bos tau bisa di pasung kitaa...." kata Andin


"aku perbaiki mbak" kata Tiara dengan cepat berlari ke ruangannya


"kenapa ti?" tanya Anwar team worknya yang telah 5 bulan bekerja disana


"aku salah nii war, kelebihan satu noll... untung aja mbak andin jeli" kata Tiara yang langsung berkutik dengan Pc nya


"hati hati Tii... bisa bisa kita bertigaa di gantung idup diup" kata Syifa terkekeh...


Setelah sepuluh menit Tiara kembali ke meja Andin..


namun Andin meminta laporannya langsung di antar ke ruang CEO, sesuai permintaan CEO yang telah menunggu...


tok


tok tok...


Terdengar suara kata masuk... Taira pun langsung masuk...


"pagi pak.. ini laporannya..." kata Tiara sopan, jantungnya berdebar kencang karena rasa takut...


"hmmm"


"Kalo begitu saya permisi pak" kata Tiara lalu membalikkan badannya


"Tunggu" kata Barry


haduhh pasti gue ada kesaalahan lagi, Tiara Tiara.. ampunn dehh...."


"iya pakk ada apa?" kata Tiara tertunduk


"suka kerja disini?" tanya barry


"suka pak" kata Tiara singkat


"bagus, keluar lah" kata Barry


"baik, permisi" kata Tiara sopan..


Tiara pun keluar dari Ruangan itu dengan menghela nafasnya, Andin yang melihat Tiara menghela nafasnya terkekeh melihat wajah polos Tiara..


"lega yaa?" ledek Andin


" lega lah.... plongggg banget mbakkk" kata Tiara dengan polosnya... sementara Andin hanya terkekeh...


diruangan Barry


"wihhh senyam senyum abis di samperin Tiara" Ledek Fardan...


"apaan sih gajelas!" kata Barry yang langsung merubah mimik muka nya..


" hemm gajelas apaan, jelas jelas Tiara abis dari sini, terus pak Bos satu ini langsung cengengesan... Bos tau gaaa... Tiara lagi jadi Cewek di gemari sama hampir seluruh karyawan laki laki disni" kata Fardan meldek Barry


"gak masalah asal pekerjaan mereka beres" kata Barry cuek...


tak lama pintu kembali terketuk,..


"maaf pak ada Tuan Kevin, katanya sudah ada janji sama bapak" kata Andin sopan


"suruh masuk" kata Barry


"Kevin???? OMG!!!" kata Fardan agak sedikit terkejut...


"Barry Atmaja...... lama kita ga jumpa"


"Wow ada sang adik, Fardan"


kata Kevin ....


Fardan memang masih saudara dengan Barry.. mereka adalah sodara sepupu. hanya saja saat fardan kecil orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan, akhirnya Fardan di rawat oleh orang tua Barry, mereka juga seperti adik kaka..


panggilan Fardan ke orang Tua Barry juga mama dan papa...


Seluruh harta milik Fardan juga telah di investasikan kedalaam perusahaan Atmaja..


"kenapa ngabarin gue tiba tiba?" kata Barry dengan ketus


"kangen" kata Kevin yang duduk di samping Fardan


"jangan pakai alasan Busukmu Kevin..." kata Barry...


"lo masih aja jutek Barr... okay gue minta maaf karena gue pergi diem-diem waktu itu...


"basi! jadi mau apa kesini?" ketus Barry


"hemm gue kesini karena mau kerja di perusahaan bokap... bosen di amrik" kata Kevin jujur


"terus usaha lo disana?" Sambung fardhan...


"ada yang handle lahh..." kata Kevin...


"makan siang yu, gue yang traktir" Sambung Kevin


"wah demen nii yang begini" kata Fardhan...


"dua puluh menit lagi" kata Barry sambil menatap Laptopnya...


"aku juga rapihin berkas dulu" kata fardan menuju ruangannya...


"mbak mau ikut makan gaa? Kata Tiara ke arah Andin...


"ikut dong, tunggu" kata Andin


"eh iya ponsel aku ketinggalan" kata Tiara pada Anwar dan Syifa


"pikun" ledek Syifa


disaat yang bersamaan Tiga laki laki tampan pun keluar dari ruangan CEO menuju lift..


para karyawan yang berpaasan memberikan salam hormatnya kepada tiga pria itu, meskipun mereka tak mengenal Kevin...


"eh itu siapa sama pak Barry" tanya Tiara tiba tiba menghampiri Andin, Anwar, dan Syifa


"itu temen nya pak Barry" kata Andin


merekapun menuju lift.. yang msih berdiri juga tiga laki laki itu...


"barr , itu cewek siapa samping sekertaris lo?" kata Kevin , reflek Barry dan Fardhan menoleh ke arah yang di maksud oleh Kevin


"karyawan" jawab Barry


"karyawan yang lagi hitsss, di gemari banyak karyawan cowok" sambung Fardhan...


"iyalah pantes, cantik gitu" kata Kevin yang masih menatap ke arah Tiara...


Merekapun masuk ke dalam lift khusus CEO, begitu juga dengan Empat sekawan, mereka masuk ke dalam lift yang kangsung tertuju ke loby...


Empat sekawan pun bercanda riang, berbeda dengan ke tiga laki laki yang hanya diam menbisu...


TING.. Lift empat sekawan terbuka..


berbeda beberapa detik Lift CeO itu juga teebuka...


Karena sedang bercanda membuat Tiara sedikit melangkah maju ke depan dengen cepat dan spontan menghindari kelitikan dari Syifa dan Andin...


Sampai akhirnya


BUGHHHH


"Akkkkhhhh"


"gumpryang" suara ponsel jatuh... ya ponsel Tiara terjauh karena tubuhnya tertabrak kencang dengan Barry..


Syifa dan Andinpun menutup kedua mata mereka dengan telapak tangannya...


sementara Anwar langsung membangunkan Tiara..


mengetahui siapa yang Di tabrak oleh Tiara, Tiara langsung meminta maaf...


"maaf pak, saya ga sengaja..." kata Tiara tertunduk..


"jangan bercanda di aera kantor!" kata Barry kesal...


"ponsel mu pecah" kata Kevin yang telah mengambil ponsel milik Tiara yang terpelanting tepat di kaki Kevin


Tiara mengingat Ponsel itu adalah pemberian Adam, dan mereka memiliki ponsel yang sama ...


"mati" sambung Kevin sambil menyodorkan ponsel itu ke Tiara, Tiara pun menerimanya ...


Terlihat kekecewaan di wajah Tiara, bukan ia tak mampu untuk membeli yang baru, tapi ia sangat menyukai ponsel itu karena kenangannya... Tiara ingin sekali menangis namun ia menahannya...


"tak masalah pak... maaf sekali lagi atas kesalahan saya.....saya permisi" kata Tiara melangkah keluar Gedung kemudian di ikuti oleh tiga temannya


"permisi pak" kata ketiganya...


"Tiii tinggu Tiiii...." kata ketiga sahabatnya secara bergantiian...


"maafin kita yaa Tii, nanti kita ganti deh" kata Syifa


"apaan si kalian, gapapa kok, namanya juga insiden..." kata Tiara rersenyum...


"itu lumayan mahal kan ponsel mu ti" kata Anwar


"iyaa kita ganti yaa, kita cicil" kata Andin yang juga merasa bersalah...


"heeey kalian, aku gapapa aku bisa beli sepuluh ponsel kaya gini loh" kata Tiara dengan nada bercandanya


aku tau ti.. ponsel itu berharga buat kamu, maafin aku tii... ini salah aku...


Dalam hati syifa...


"shombooong" ledek Andin


"wah anak sultan" ledek Anwar


sementara Syifa hanya tersenyum ...


Di tempat lain...


"kasian tuh cewek, pasti sedih ponselnya rusak" kata Kevin


"punya duit ga ya dia buat beli lagi. dia karyawan baru disini" kata Fardan


"beliin lagi aja, Iphone apa si" kata Barry dingin


"8 plus kayaknya..." kata Kevin..


"kelar makan siang, lo beli deh dhan, sekalian Iphone 11promax! " kata Barry singkat


"widihhh sadissssss, ini baru orang kaya...iya kan Dhan" kata Kevin.


Fardan hanya tertawa, sementara Barry diam tak bergeming


kasian juga dia.. harusnya gue yang minta maaf karena gue juga keluar lift main nyelonong aja...


tadi kaya mau nangis, tapi beneran nangis ga si diaa...


dalam batin Barry...


/*****//