
Waktu terus berjalan..
Sudah satu minggu lamanya Tiars berbaring tak berdaya di Rumah Sakit.. Hati siapa yang tidak terasa sakit melihat orang terkasih berbaring sakit tak berdaya..
Selama Satu Minggu Ini Barry tidak pernah sekali pun meninggalkan Tiara, bahakn mandi pun hanya Lima menit ia lakukan..
Sholat pun berada di sisi Tiara..
Ibu Sulis, Pak Rachman menatap sendu anaknya, begitu juga saat melihat Barry yang sangat terlihat ketulusannya pada Tiara..
Sementara Ibu Erna, ia hanya datang ke Rumah Sakit saat disana ada Orang Tua Tiara, Ia merasa jika ada mereka Barry tidak terlalu bersikap dingin kepadanya..
Setiap Hari Ibu Erna selalu menangis dalam penyesalan.. Egois, yaaa mungkin itu hal yang tepat kita katakan karena sikap ibu Erna kemarin...
Jika Waktu dapat di putar kembali, tentu yang akan Ibu Erna lakukan adalah menerima Tiara dengan segala kekurangan Tiara..
Kekurangan? kekurangan yang tak nampak, bahkan hanya Ibu Erna yang mengatakan itu adalah kekurangan...
Fisik, Sikap, Sifat dan Hati tentu belum ada wanita yang menandingi kebaikannya...
*******
Perusahaan Atmaja
Seorang Pria Tampan berdecak kesal, wajahnya nampak berwarna kemerahan, rahangnya mengeras, debar jantungnya semakin cepat, tubuhnya semakin memanas...
"Kenapa ini bisa bocor?! apa guna nya kalian membocorkan ini? Hah?" Ucap Fardhan pada ketiga karyawan yang menjabat penting di perusahaan
"Maaf pak, tapi bukan kami" ucap salah satu dari mereka
"Bodoh! Lalu siapa?! setan?! Hah?"
Ketiga Staf hanya tertunduk kaku, mereka memang mengetahui ketegasan Fardhan meski Fardhan terlihat lebih santai dan lebih hangat pada karyawan, Namuj jika sudah di buat marah tentunya ia akan sangat mengerikan...
"Keluar!!!" Bentak Fardhan kesal
Tiga Puluh menit Fardhan berkutat dengan PC nya.. Suara ketukan pintu terdengar..
Fardhan mempersilakannya masuk...
Syifa.. yaa Syifa yang datang..
"aku eh maksudnya Saya mau antar berkas" Ucap Syifa sambil menyodorkan map kuning
Fardhan menerimanya..
"mau ke Rumah Sakit?" Tanya Fardhan tiba-tiba
"iya nanti pulang kantor mau ke Rumah sakit, Janjian juga sama Bunda" Ucap Syifa
"Yaudah bareng yaa, saya ada hal penting yang terpaksa saya harus bicarakan dengan Barry" Ucap Fardhan Frustasi...
"Ada apa?" kata Syifa memberanikan diri untuk bertanya
"beberapa Infestor tau keadaan Barry yang lagi Drop, mereka jadi ragu dengan saham mereka" Ucap Fardhan kesal
"Loh, berarti kabar ini bocor?" Ucap Syifa polos
"yaa bisa di bilang begitu"ucap Fardhan singkat
"tapi kalo kita Flashback lagi, bukannya berita kecelakaan Tiara ramai di dengar? Apalagi wajah Ibu Erna juga tersorot... hemm berfikir positif aja ya, biar ga terlalu berat nopang masalahnya" kata Syifa dengan lembut dan santai
Fardhan menatap Syifa kagum, lalu melempar senyumannya
Kenapa jadi dek-dekan gini, kenapa sekarang malah ngerasa tenang banget...
Batin Fardhan...
******
Pukul Lima Sore
Rumah Sakit..
"bunda datang jam berapa?" Tanya Fardhan pada Syifa sambil berjalan di koridor rumah sakit..
"Habis magrib katanya sih, nangung kalo jam segini" Ucap Syifa
"Taxi online" ucap Syifa singkat
"harusnya tadi kita mampir dulu jemput Bunda kamu" kata Fardhan santai
"kan bapak mau ada urusan sama Pak Barry, jadi saya bisa jaga Tiara, kalian bisa ngobrol, kalo habs magrib nanti ada ibu, ayah.. kan gak enak ngobrol berdua sama Pak Barry" Ucap Syifa
Fardhan mengangguk mencerna ucapan Syifa..
"kalo di luar kantor jangan panggil bapak, saya gak setua itu" ucao Fardhan
"hemm" ucap Syifa sambil menaikan Alisnya
*****
Di luar ruang rawat...
"Kenapa bisa begitu? gue harus apa?" ucap Barry yang seakan sudah kehilangan akal hidupnya
"Huh! lu harus klarifikasi ke mereka, datanglah ke kantor! udah sepuluh hari lu gak ke kantor!"
"Gue gak bisa lah! Tiara gimana?" ucap Barry sambil memalingkan wajahnya
"Kalo lo begini, perusahaan bisa bangkrut dan lu gak bisa kasih perawatan yang layak untuk Tiara" Ucap Fardhan jujur..
Ya memang seluruh biaya ini di tangung pihak Barry, biar bagaimanapun Tiara begini karena menolong Ibu Erna, di tambah Barry adalah kekasihnya..
Barry menutup wajahnya dengan telapak tangannya, mengusapnya dengan kasar...
"Besok gue ke kantor, adakan aja rapat sama para investor! dan gue bakal Klarifikasi sama seluruh karyawan, tolong siapkan" Ucap Barry dengan sangat yakin
Fardhan tersenyum senang
"Tiara pasti bangga sama lo Barr!"ucap Fardhan sambil mengusap pundak Barry..
*****
Hari berganti...
Barry akan segera bersiap menuju perusahaanya, sebelumnya Barry harus menunggu Ibu Sulis juga Pak Rachman datang menjaga Tiara, meski Tiara koma namun Barry tidak mau membiarkan Tiara sendirian..
"Sayang.. aku ke kantor dulu yaa, aku janji gak akan lama, karena kamu tau kan aku gak bisa nahan rindu sama kamu lama-lama.... kamu cepet bangun yaa, jangan lama-lama Tidurnya, aku kangen omelan kamu sayang.. Tapi kalo kamu masih capek atau merasa masih sakit, kamu tidur aja biar saat kamu bangun udah gak sakit lagi....Makasih udah kasih ujian buat aku sayang, Love You...." Ucap Barry di telinga kanan Tiara namun ucapannya cukup jelas terdengar di telinga kedua orng Tua Barry...
"Astagfirullah.. Tiara... Ayah, Barry tanggan Tiara bergerak tadi, jarinya bergerak, ibu lihat sendiri" Ucap Ibu Sulis dengan histeris
"Ayah juga lihat sekilas, Ayah panggil dokter ya" Ucap Pak Rachman
Barry menitihkan air matanya, sementara Ibu Sulis sudah terisak..
"Sayang, makasih respon kecilnya.. aku tau kamu pengen banget bangun, tapi jangan di paksakan sayang, pelan-pelan aku yakin kamu bisa...." bisik Barry sambil menangis
Tak lama dokter jaga dan suster datang memeriksa... mengingat masih pagi dokter spesialis yang menangani Tiara belum tiba....
Sepuluh menit dokter melakukan pengecekan..
"saya tidak bisa berkata banyak karena memang bukan bidang saya disini... intinya respon sekecil apapun itulah tanda kemajuan kesehatan pasien... Komunikasi yang memsng perlu di bangun saat ini, meskipun hanya satu arah, tapi pendengaran dan rasa hatinya masih sangat berfungsi dengan baik"
"Baik dok, saya sangat berterima kasih dok" ucap Pak Rachman yang terlihat sangat senang itu
"sama-sama pak, saya akan telfon dokter Martin segera yaa, beliau juga pasti senang mendengar ada kemajuan dari Tiara" Ucap dokter
Merekapun tak lupa bersyukur atas kemajuan pada diri Tiara pagi ini... Barry pun segera pergi menuju perusahan dengan wajah sangat senang...
Terimakasih sayang telah memeberikan semangat untukku!
Batin Barry sambil berjalan pasti menuju Kantornya...
*******
Guys! Aku up pagi ni yaa hehe
berhubung weeknd jadi aku berusaha Up 2-3 yaa! hehee
jangan lupa yaa Like, Komen dan Vote nya biar aku tuh makin greget gituuuuuuu hehehe
SEHAT SELALU READERS! ❤💗