
Tiba di Perusahaan semua mata tertuju pada seorang CEO juga kekasihnya yang turun dari mobil bersamaan, memasuki perusahaan juga tentu bersamaan...
Barry menggandeng tangan Tiara, entah kenapa tidak ada penolakan sedikit pun dari Tiara..
Mereka pun masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan..
"kamu mau ikut keruangan aku?" Tanya Barry
"Enggak" kata Tiara singkat
"ehh lunch box dari ibu di mobil" kata Tiara yang baru menyadari hal itu
"Gapapa nanti aku suruh Sarah ngambil" kata Barry
Tiara mengangguk mengerti...
"Kamu ke ruangan aku aja, Lima belas menit lagi jam makan siang" Kata Barry
"iyaa" Ucap Tiara singkat
"eh mksdnya enggak" kelak Tiara yang menyadari ucapanya
Barry Tertawa..
ting!
Pintu Lift terbuka...
"Gak ada penolakan" kata Barry sambil menuntun Tiara keluar dari lift
"Gak berubah! tukang maksa" Ucap Tiara kesal
"Apah???" Kata Barry mempertegas
"gakk" Ucap Tiara dengan cepat
kenapa mulut ini gak bisa di kontrol sih...
Mereka berjalan menuju Ruangan Barry...
"Sarah, ambl lunch box di mobil saya di kursi penumpang.. ini kuncinya" Kata Barry sambil menyerahkan kunci mobilnya
"Baik pak" jawab Sarah..
Lalu Barry kembali mengandeng Tiara menuju ruangannya...
Sarah dan Prasetya Saling memandang...
"Cocok yang satu cantik yang satu tampan" ucap Prasetya Dengan centil nya
*******
Tiara duduk di sofa Barry sambil memainkan ponselnya, sementara Barry sibuk dengan PCnya..
Tak lama Sarah mengetuk pintunya, Tiara bangkit dari duduknya lalu membukakan pintu..
"Maaf merepotkan" Ucap Tiara Tersenyum
"Gak papa" ucap Sarah yang juga tersenyum
"Mau makan bareng?" Ajak Tiara sambil mengangkat Lunch Box nya
"ah engga makasih, Aku sudah mengincar salah satu menu di kantin" Ucap Sarah merasa tak enak
"oke baiklah.. lain kali yaa" ucap Tiara
"ah iyaaa, kalo begitu aku permisi" Ucap Sarah
Tiara memberi senyumannya pada Sarah, lalu kembali duduk di sofa sambil meletakan Dua buah lunch box bertingkat
"Sudah laper?" Tanya Barry
"Sedikit" Ucap Tiara cuek tanpa menatap Barry
"yaudah makan duluan aja, aku hampir selesai" Ucap Barry
"Enggak, aku nunggu Syifa sama Fardhan" Kata Tiara yang masih saja Acuh, berbicara tanpa melihat lawan bicaranya..
Karena merasa gemas, Barry meninggalkan begitu saja pekerjaannya lalu menghampiri Tiara..
Barry duduk begitu dekat dengan Tiara .
"Klo aku bicara, tatap aku" kata Barry mendekatkan wajahnya dengan wajah Tiara
"Ihhh apaan si" Kata Tiara menjauhkan posisinya bergeser sedikit.
"kalo kamu begini terus, aku akan menikahkan kamu secara paksa" Ucap Barry dengan niat hati bercanda
Mata Tiara membulat, jantungnya berdebar kencang..
"Maaf Barry, bahkan aku ga ingat sama sekali tentang hubungan sebelumnya..." Ucap Tiara dengan serius
" Iya aku tahu, aku akan sabar menunggu" kata Barry dengan serius...
Tiara hanya diam termenung...
tak lama berselang ponsel Tiara berdering menandakan panggilan masuk...
sebelum menjawab Tiara melirik ke arah Barry seolah menerima ersetujuan, namun dengan cepat Tiara kembali melihat ponsel dan menerima panggilan dari nomer yang tidak ia kenal...
"..............."entah dari sebrang sana bicara apa
"oh iya ada apa??" Tanya Tiara keheanan
".............."
"hah? hemm gimana yaa... mungkin langsung ke cafe aja ya" ucap Tiara
"..........."
"iya..... waalaikumsalam" ucap Tiara di akhiri dengan menutup panggilan telfonnya..
Barry yang sedari tadi memperhatikan Tiara pun bertanya siapa yang mebelfonnya,, namun Tiara mebjawab "Kepooooo"...
lalu ointu terkentuk dan terbuka, ternyata Fardhan dan Syifa datang untuk menyantap makan siang bersama ....
"kalian kok jauh-jauhan gitu" Kata Syifa melihat Tiara berdiri dekat jendela sementara Barry duduk di sofa
"Ngapain deket-deket kita gak ada hubungan apapun" Ucap Tiara sambil berjalan ke arah sofa
mendengar ucapan Tiara yang menohok itu membuat semuanya terdiam...
"ayo makan, mau ibu marah kalian malah bengong liatin makanan Ibu" Ucap Tiara yang sebenarnya sadar dengan ucapannya
"Maaf aku lanjut pekerjaan duku, kalian duluan aja makannya" Kata Barry sambil menuju meja kerjanya
Maafkan aku bar... aku tau aku keterlaluan..
tapi Ucapan Mama selalu terngiang dalam pikiranku... Maafkan aku...
Batin Tiara menahan air matanya...
Fardhan dan Syifa sungguh merasa tidsk nyaman berada dalam situasi yang seperti itu... Berusaha biasa saja tapi keadaan seketika berubah menjadi dingin..
Berbicara pun tak mungkin karena sudah timbul suasana yang cukuo mencengram...
Terpaksa mereka makan Tanpa Barry, dengan susah payah Tiara menelan makanan tersebut agar terlihat biasa saja...
Usai makan Tiara bergegas menuju luar ruangan Barry...
"Aku ga lanjut kerja ya syif, aku ada urusan..." Kata Tiara yang sedang bersama Syifa di Toilet
"Urusan apa??? biar aku anter!" Kata Syifa dengan nada sedikit khawatir
"Gapapa aku naik taxi... aku mau sendiri Syif" Ucap Tiara
"hemm baiklah, tapi kalo aku camhat atau telfon respon ya" Ucap Syifa
"iyaaaa tenang aja" Ucap Tiara berjanji
**********
Tiara Tiba Di Cafenya...
Semua karyawan tentu menyambutnya dengan antusias, selama kembali kerumah ini kali pertamanya ia menginjakkan kakinya di Cafe.. Bahkan terakhir ia berada di cafe, maut hampir menjemputnya...
Sementara di perushaan Barry mendapat kabar dari Syifa bahwa Tiara pergi dan tak mau di temani... Menyambungkan dengan ucapan Tiara di telfon dengan seseoranf Barry daoat mengambil benang merah saat itu... Namun apalah daya, Barry harus melakukan meeting...
Meeting berjalab begitu Cepat, usai Meeting selesai Barry bergegas menuju Cafe dengan rasa penasarannya...
Siapa yang menghubunginya? dan kenapa di Cafe?!
Barry dengan Caepat melajukan mobilnya...
Di Caffe...
"Aku juga Tidak setuju... Aku punya kekasih" Ucap Alan, Adik Alm Adam...
"Aku juga akan bicara dengan Mama dan Papa" kata Tiara
"Taoi mereka begitu keras, sejujurnya jika mereka memaksa aku akan mencoba menerima kamu Ti..." Ucap Alan membuat Tiara membulatkan matanya..
Adam memang memiliki adik laki-laki yang mengikuti jejak sang ayah, menjadi seorang Angkatan..
Kedua orang Tua Adam berniat menjodohkan putra kedjanya Alan dengan Tiara...
Usia mereka juga berbeda satu Tahun lebih Tua Alan, jadi membuat kedua orang tua Alan berfikir mereka akan cocok....
"maaf Alan, aku gak bisa... tolonf hargai aku dan kekasih mu... hubungan tanpa ada ikatan rasa saling mencintai bukankah sangat menyiksa?" kata Tiara
"Iya kamu benar, aku sepertinya hanya kagum pada sosok mu Ti... Tenyata Adam sangat beruntung memiliki kamu" kata Adam
"Aku yang beruntung bisa bersama Adsm, terlebih aku pernah merasakan hangat keluarga kalian yaa meski hanya sekejap" Ucap Tiara sendu
"Mama dan Papa masih sangat menyayangi mu Ti.. sampai bosan aku mendengar mereka menceritakan kebaikan dirimu" kata Alan Terkekeh
"Benarkah? haha" Kata Tiara sedikit malu
"Iya... aku selalu berdoa agar kamu tidak tersedak saat mereka membicarakan mu" ucap Alan terkekeh
Tiara pun tertawa seraya nya Candaan itu....
Dari balik dinding kaca transparan itu terlihat sosok Pria yang sudah menahan amarahnya... Sakit Hatinya, cemburu rasanya gejolak amarahnya semakin memuncak melihat candaan Tiara dan Alan kala itu...
***********