Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Roy Menghilang


Di Kediaman Atmaja..


Pukul 5 Sore...


Tiara merasa sedikit khawatir pada suaminya yang belum juga kembali pulang tanpa memberi kabar jika akan pulang terlambat..


Tiara memutuskan untuk menanyakan hal itu pada Syifa... Sambil menggendong Alesha ia menuju kamar Syifa dan mengetuk pintu kamar Syifa...


"Ehh tayang, ihhh wangi banget si anak cantik..." Ucapan Syifa saat membuka pintu kamar mendapati Tiara dan Syifa.


"Ayo masuk-masuk" tambah syifa


"Ifaaaaaa"kata Tiara sedikit manja dan hal itu sudah di fahami oleh Syifa jika Tiara mulai memanggilnya Ifa dengan nada manjanya


"Ada apa? pasti ada sesuatu"tebak Syifa membuat Tiara tersipu malu


"Hmm iyaa, apa Fardhan memberimu kabar? udah jam segini Mas Barry belum pulang, Fardhan juga" kata Tiara melas


"Fardhan hubungin aku ti, sekitar satu jam lalu dia bilang pulang telat mau meeting"kata Syifa jujur


"Kok mas Barry ga kabarin aku ya?" kata Tiara merasa sedikit kesal namun ada rasa sedih


"mungkin ga sempet atau daya ponsel dia habis" kata Syifa berusaha menenangkan Tiara


"mungkin sih, soalnya ga aktif nomernya..."kata Tiara sedikit berfikir positif


"hmm yaudah deh aku mandi dulu yaa?" kata Tiara


"Alesha sama aku aja ti disini, nanti kalo dia nangis baru aku kasih sust nya" kata Syifa


"oke..."kata Tiara


"Al sama onty yaa, mami mandi dulu... jangan rewel yaa kasian Dede bayi nya" kata Tiara pada Al sambil merebahkan nya di atas kasur Syifa, Lalu Tiara beranjak menuju kamarnya agar dapat segera melakukan mandi sorenya...


***


Di Sebuah Apartemen Mewah di kawasan Jakarta Selatan...


"Lo yakin ini?"kata Barry saat berada di depan kamar


"Iyaa, nii Kevin yang kasih tau" kata Fardhan memperlihatkan ponselnya


Barry kemudian mengetuk pintunya, menekan bel pintu berkali-kali namun tak ada jawaban dari dalam kamar tersebut...


"Gilak! bisa-bisa nya kunyuk ilang tanpa kabar"kata Barry kesal


Tak lama ponsel Fardhan berdering menandakan telfon masuk...


"Kevin, kenapa lagi"kata Fardhan berucap lalu menggeser tombol hijau ke kanan ponsel


"loudspeaker" pinta Barry lalu di lakukan oleh Fardhan...


kenapa


Lo dimana Dhan?


Depan Apartemen Roy, dia gak ada tapi..


Iyalah gak ada, dia pergi ke pulau seribu, dan dia abis order banyak minuman.. gue rasa dia lagi stres...


Ah yang bener Lo? Lo bilang dia udah lama ga minum?!!


justru itu, gue di kabarin asistennya kalo dia abis order minuman dan dia sewa kapal buat ke sebrang...


wah bisa mati tuh dia disana...


enak lu ngomong, bini gue lagi bunting, bini Barry baru brojol.. gue harus alesan apa?


Bilang Lo meeting mendadak ke Bandung kek kensurabaya kek ke rumah janda kek...


Sialan loo!!! yaudah ketemu di dermaga, bawain baju salon gue dan Barry


Iyaa... yaudah gue otw...


Setelah telfon di tutup...


"Penasaran gue bar, kita harus kesana" kata Fardhan


"iyaa..Lo telfon deh bini Lo, sekalian suruh sampein ke Tiara.. batere gue low, nanti gue charger di mobil" kata Barry lalu di angguki oleh Fardhan...


Pukul 7 malam mereka tiba di sebuah dermaga setelah menembus kemacetan di ibu kota...


"minta gue ceburin ke laut ni si Roy!" kata Barry kesal


"siksa dulu baru ceburin" timpal Kevin


"udah ayo cepetan, entar temen Lo keburu celeng" kata Fardhan melangkah


"Celeng mah udah kali, lagian ini bukan Roy banget si kaya gini" timpal Kevin


"Masalah apa si Ama si saroh?" tambahnya


"Sarah, bukan Saroh"kata Fardhan sambil memberi pukulan kecil ke lengan Kevin


"Kalo gue tau masalahnya gue gak akan repot-repot nyari si Roy!" kata Barry


"jangan-jangan dia udah gituin Sarah?" kata Kevin menebak asal


"udah ah jangan buat statemen sendiri, muak gue mikirin hal yang belum ada kejelasannya, bikin darah gue naek" kata Barry kesal


"Dia mah tegangan tinggi Mulu ya, anak baru satu, bini cakep, darting entar cepet koit lu" timpal Kevin


"maklum Pin, dia lagi libur empat puluh hari jadi dia spaneng terus"ledek Fardhan


"ngeledek gue?" tanya Barry


"tar lu liat Yee, bini lu brojol gue sodorin filem biar solo karir lu tiap hari" kata Barry tak mau kalah


"Haha bener gue send juga entar" tambah Kevin


"Gue blok nomer lu semua selama empat puluh hari" kata Fardhan mengundang tawa kedua nya...


Merekapun menuju pulau yang sudah di yakini adanya Roy disana..


Angin malam benar-benar menusuk hingga ke tulang, deru suara ombak membuat hati kian tenang tanpa ada kicauan suara gemuruh kesibukan ibu kota ....


Roy duduk di bawah pohon kelapa, gelapnya malam di hiasi lampu renang membuat pantai terasa begitu sangat damai, Roy duduk sambil melipat kakinya, di hadpaannya terhidang beberapa minuman beralkohol yang cukup mahal harganya...


Gue harus apa sekarang???- Batin Roy ...


*****


like dulu, komen lalu kasih rejeki vote hehe


oh iya smaa kasih rating aku yaa hehe


makasih Genk ❤️😘