
Anwar datang membawa kotak P3k dengan sedikit tergesah-gesah..
namun mereka saling menatap, mengingat bagian yang sedang terluka itu bagian terlarang tentunya..
"anter aku pulang aja, biar mamahku yang obatin" Kata Syifa sambil menahan sakit di kakinya
"tapi bengkak ga? nyeri? atau mungkin berdarah" Kata Fardhan panic
"nyeri, nyut-nyutan... paling cuma memar, gak mungkin bedarah lah!" Kata Syifa meringis
"lebih baik bawa pulang aja pak, saya bawa motor gak bisa anter pulang... maaf" ucap Anwar
"yaudah ayo kita pulang" kata Fardhan melangkah ke arah pintu..
Syifa dan Anwar saling menatap heran..
dia gak peka atau bodoh si- Batin Syifa kesal
"Pak ini syifa saya yang gotong?" Kata Anwar yang mengetahui kedekatan bosnya dengan Syifa
Langkah Fardhan terhenti, ia membuang Nafasnya lalu menepuk jidatnya...
"Lupa"
Anwar terkekeh heran...
Sementara Syifa kesal karena ketidak pekaan Fardhan...
lalu Fardhan nenuju Sofa tempat Tiara di rebahkan...
"Ayok" Kata Fardhan ingin menyelusupkan tangannya kebagian bahu dan paha Tiara agar bisa di gendong seperti ala-ala bridal...
"Tunggu...Kayaknya saya bisa jalan deh" Kata Syifa menatap kedua Pria itu secara bergantian
"Baik, kita coba dan aku bantu" ucap Fardhan kemudian membantu Syifa
"pelan-pelan aja, gak lagi mau ujian kok" kata Fardhan nyeleneh
Syifa hanya diam, ia sibuk menahan rasa sakit di pahanya..
"Tas sama Ponsel saya di ruangan" Ucap Syifa
"gue ambilin" Kata Anwar sambil melangkah lebih dulu
Syifa dan Fardhan keluar ruangan, dengan posisi Fardhan memapah Syifa, Luna yang melihat itu di depan matanya hanya mampu menunduk merasa takut terhadap Fardhan..
Luna Sadar Ancaman besar akan menimpahnya...
******
"Sakit banget ya?" Tanya Fardhan sambil menyetir mobilnya
Syifa mengangguk
"pak, motor saya apa kabar nya? aman ga di taro di kantor?!" kata Syifa membuat Fardhan heran.
bagaimana bisa, lagi kesakitan mikirin motor!
"motor di pikirin, pikirin tuh biar cepet sembuh, biar bisa kerja" Ucap Fardhan
"yaa ini tentu saya pikirin pak... kalo saya ga kerja bisa-bisa gada gaji, gak bisa bayar cicilan motor" Ucap Syifa dengan jujur
Fardhan menaikan alis kanannya menatap Syifa heran
"Beli motor aja kredit, dasar Perempuan" Ucap Fardhan asal
"yee biarin aja, emang mampunya Nyicil, yang penting pake duit sendiri gak make duit orang tua" Ucap Syifa membuat Fardhan Kagum..
bagaimana bisa gue kagum sama dia, kayaknya baru deh gue nemuin cewek kaya gini modelnya... di lihat dari rumahnya dia orang yang berkecukupan, di tambah dia lulusan kampus TN yang terbilang cukup bonafit...
"terus mobil merah yang suka kamu pake, kredit juga?" Kata Fardhan seolah mengintrogasi
"punya orang tua saya itu mah, kalo ngangur yaa saya pake... lagian boros make mobil" kata Syifa dengan jujur apa adanya...
meski ketas ketus, Syifa juga memiliki sisi polos dan jujur.. mungkin itulah yang membuat Tiara dan Syifa langeng berteman
Fardhan hanya mengangguk seolah mengerti...
"oh iya, Apa Tiara gak masuk? saya ga lihat dia tadi" kata Fardhan teringat oleh Barry dan Tiara
"iya gak masuk, katanya gak enak badan... hemm pak Barry juga gak masuk kan?" Kata Syifa menatap Fardhan
"Apa jangan-jangan merekaaaaaa" Ucap Syifa dan Barry bersamaan
mereka pun terkekeh atas kejadian itu..
"eh tapi apa mungkin mereka bersama?" Tanya Syifa
"mungkin aja, tapi berfikirlah positif biar gak cepet tua" ucap Fardhan berusaha membuat Syifa tak banyak bertanya..
*************
Tanjung Lesung, Banten
"Barry Stop baju aku basah!!" Kata Tiara yang berusaha menghindar dari Barry yang tak henti menyiprati air laut ke arah Tiara
Tiara berlari menjauh dari bibir pantai..
Tiara duduk di tikar yang sebelumnya telah mereka gelar, beberapa cemilan serta kelapa hijau berada di atas tikar..
Nafas Tiara kala itu sangat terengah-engah...
"curang kamu kabur" Ucap Barry menghampiri
"ya kalo gak kabur aku kuyub" kata Tiara yang masih mengatur nafasnya
"Seafood ya" Pinta Tiara dengan sedikit memberikan senyuman menggodanya
"siap tuan Puteri...." Kata Baary sambil menjulurkan tangannya..
"Tiara meraih tangan Barry lalu bangun dari duduk nya"
Usai Makan Siang..
"Kita pulang kan sayang?" Tanya Tiara
"Nanti sore yaa, masih mau disini sama kamu" Ucap Barry memohon
"hemm oke" Kata Tiara yang entah mengapa ingin sekali bersama Barry
Mereka mencari tempat yang asyik untuk berbincang, sebuah saung menghadap ke arah pantai..
Tak Terasa hari semakin sore, awan Gelap mulai menyelimuti langit yang sebelumnya sangat terik...
Mereka bergegas menuju mobil dan memutuskan untuk pulang..
belum ada satu kilometer perjalanan mereka terjebak macet yang sangat parah..
Sudah Satu setegah jam mereka berada di dalam mobil, terjebak dalam kemacetan...
Karena hujan Barry tidak bisa keluar mobil untuk mengetahui penyebab kemacetan...
Hingga satu persatu mobil di depannya memutar arah, hingga Barry dapat memajukan mobilnya...
"Malam pak" tegur seorang polisi petugas jalan
"malam pak, ada apa ya di depan, kenapa macet sekali" kata Barry membuka kaca mobilnya karena hujan mulai reda
"Ada kecelakaan Pak, mobil losbak membawa limbah oli bengkel, karena rem tidak berfungsi dengan baik jadi mereka hilang kendali dsn menabrak lalu oli dalam Drum terbuka tumpah kejalan... saat ini jalan sangat Licin, lebih baik bapak gunakan jalur alternatif karena hujan ini akan membutihkan waktu yang lama" Ucap salah satu Polisi kepada Barry dan Tiara
Barry dengan bijak menanggapi perkataan Polisi
"Baik, Terimaksih pak" Ucap Barry
"Barry kita gimana?" ucap Tiara sedikit panik
"Kita menepi dulu, kita cek jalan lain ya" ucap Barry
Merekapun menepi, membuka aplikasi penunjuk jalan di ponsel masing-masing...
"jalannya gak bagus, di tepi hutan, sempit dan rusak" kata Barry sambil memperhatikan ponselnya
"iyaa.. aku takut mana abis hujan, dan masih gerimis gini..." ucap Tiara
"aku mulai susah sinyal juga" Tambah Tiara sambil meletakan ponselnya
"kita bermalam disini aja ya?" kata Barry sangat hati-hati
Tiars berfikir sejenak, Ia juga tidak mungkin memaksakn kehendak untuk pulang dalam kondisi yang justru akan menyulitkan mereka dalam perjalanan...
"hemm oke, tapi beda kamar ya?" Pinta Tiara
"Iyaa, aku faham....(Barry tersenyum) kita cari toko baju dulu buat salin yaaaa" kata Barry yang mulai melencet rem tangannya
"Iyaaa" kata Tiara singkat...
Hotel..
Tidak ada hotel yang menjulang Tinggi puluhan lantai, ini Tanjung Lesung bukan Bali, Begitu pikir Barry yang sedari tadi memikirkan kenyamanan Tiara....
Bukan Hotel Mewah dengan gedung tinggi yang mereka sambangi, seperti sebuah Resort dengan beberapa rumah di dalamnya.. Menurut embah Google ini hotel terbaik di lokasi terdekat dengan posisi mereka...
Barry memesan satu bungalow dengan dua kamar tidur.. Tentu seperti itu kebanyakan jika berada di penginapan daerah pantai...
Setelah mengisi data-data yang di perlukan di meja resepsionis, mereka menuju bungalow, terlihat Tiara membawa dua paperbag sedang berisi pakaian ganti miliknya juga milik Barry..
Sementara Barry menbawa dua kantong besar berisi beberapa Mie cup, cemilan juga beberapa jenis minuman...
*********
Apa yang berjadi ni guys di sebuah villa beduaan, ujan-ujan...
hihii
Inget, berfikir posistif kata babang Fardhan.. nanti cepet Tua hahahahah
Sehat Selalu yaa 😍
.
.
HAPPY READING...
😍
.
.
LIKE
KOMEN
VOTE
M A K A S I H 😘😘😘