Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Rasa Pada Vita


Hari Berganti... Dua hari pun berlalu..


"Besok mau kemana sayang?" Tanya Barry dalam perjalanan menuju kantor..


"Kemana?" Tanya Tiara bingung


"Besok sabtu sayang, kita libur ngantor.. kencan yuk" Ajak Barry


"oh iya besok sabtu yaa" Kata Tiars berfikir sejenak


"aku mau ke Suatu tempat terus aku mau ke Caffe mungkin" Kata Tiara menerka-nerka


"Ke suatu tempat apa? jangan main rahasia-rahasian ya! gak suka aku" kata Barry kesal


"Nanti aku ke ruangan kamu yaa, aku ceritain.. kamu fokus dulu tuh nyetirnya" Kata Tiara membuat Barry semakin penasaran..


****


Pukul 9.40


Barry termakan rasa penasaran, hingga ia berkali-kali menghubungi Tiara datang keruangannya untuk menjelaskan apa yang hendak Tiara lakukan besok..


Dengan sedikit tergesah Tiara menuju ruang Barry..


"Aku masuk ya Sar" Ucap Tiara pada Sarah


"Iya silakan..."


"hay Pras. sehat?" kata Tiara menegur Prasetya


"aku? ah aku sehat kok" Kata Prasetya yang gugup di panggil Pras oleh Tiara


Tiara Mengangguk senyum mendengar jawaban Prasetya..


Tiara masuk membawa beberapa lembar berkas..


"kenapa ga sabaran sekali sih?" Kata Tiara yang kesal karena sifat tidak sabaran Barry


"habis penasaran.. apa yang akan kamu jelaskan?" Kata Barry duduk di atas meja menghadap Tiara yang duduk di kursi tamu di depan kursi Barry..


"ini" Tiara memberikan lembaran putih yang ternyata itu adalah rekening koran atas nama Caffe Milik Tiara dan Adam...


"Waw sekelas Caffe omset segini itu lumayan sayang" ucap Barry menatap dana yang masuk, dimana dana itu adalah keuntungan setiap bulannya..


Tiara mengangguk..


"dan ke untungan itu belum kamu tarik satu rupiah pun? Kenapa?" Tanya Barry melihat hanya deretan pemasukan tanpa ada penarikan


"gapapaa,, hemm aku mau buat cabang baru, gimana menurut kamu?"


"Hemm boleh tapi pikirkan pembagian waktu kamu, aku gak mau kamu kecapean" ucap Barry


"kalo cabang udah beroperasi aku gak akab kerja disini" ucap Tiara sedikit takut


Barry menatap Tiara..


"oke.. Tapi setelah kita menikah" kata Barry


"kenapa begitu?" Tanya Tiara penasaran.


"Yaa karena aku gak ketemu kamu di kantor, tapi ketemu di rumah dan kamu bisa urus cafe" kata Barry sambil mencolek hidung Tiara


"hemm oke, berarti aku sudah bisa yaa mulai semua dari sekarang" Kata Tiara kegirangan


"Iya sayang, nanti aku bantu.. itu apa? Brosur mobil?" kata Barry sambil mengambil beberapa helai kertas di tanggan Tiara


"oh iya.. ini aku mau beli mobil dari hasil cafe, ga enak aku setiap hari harus bareng kamu, kita jadi sering telat..." Kata Tiara


"Jadi besok aku mau ke showroom" ucap Tiara tersenyum


"mau yang mana?" tanya Barry


"ini.. " kata Tiara menujuk sebuah mobil jenis sedan


"kenapa ini, kenapa ga ini" kata Barry sambil meujuk gambar lain


"No.. kemahalan, buat apa? fungsin nya sama kok... harganya lebih mahal buat apa" Kata Tiara menaik turunkan bahu nya


"dasar wanita hemat" ledek Barry


"aku sebenarnya gak setuju sayang kamu punya mobil, dengan begitu kamu pergi dan pulang bekerja tanpa aku, mana aku bisa?" ucap Barry sambil berjalan dan duduk di kursinya


Tiara menghela nafasnya.. laku berjalan menghampiri Barry..


"Huh! Sayang ayolah, aku janji akan mengatur waktu agar kita punya banyak waktu bersama" Kata Tiara dengan manja


"sayang.. boleh yaa, itu kan uang aku sendiri" ucal Tiqra mencoba merayu


"Sepuluh pun aku mampu membelikanmu, taapiii........"


"Sayang boleh yaa?" Rayu Tiara dengan suara sangat manja menggod


"kamu menggodaku ya?" Kata Barry kemudian berdiri membuat Tiara terpojok ke meja


Barry semakin mendekatkan wajahnya, Tiara sepertinya sudah faham akan situasi itu pun memejamkan matanya, Barry semakin mendekati bibir Tiara...


Lalu...


Suara seseorang membuka pintu ruangan Barry...


"haa!! Astaga Barry...." ucap Seorang wanita..


Barry langsung di dorong oleh Tiara, dengan cepat pula Tiara berdiri tegak dan berusaha tidak gugup...


wanita itu kan... hemm


"Astaga Vita... sopan sekali kamu masuk tanpa mengetuk" Ucap Barry kesal


Vita jalan mendekati Barry dan Tiara..


dengan cepat Tiara ingin sekali keluar dari ruangan Barry..


"maaf saya permisi pak" Ucap Tiara pada Barry


"Hanya staf" sambar Vita dengan cepat melihat IdCard menggantung di leher Tiara


Tiara menahan diri, menatap Barry penuh arti..


"Maaf saya permisi" ucap Tiara sekali lagi


"ohh lagi menjual rupanya yaa, mau dapat mobik Baru" celetuk Vita dengan Berani karena ia melihat beberapa brosusr mobil


Mendengar ucapan Vita tentu membuat Barry marah..


"Jaga ucapanmu Vita" Kata Barry kesal


"Maaf Nona, sepertinya Nona salah menilai saya,,, bahkan sepuluh mobil pun bisa saya beli tanpa saya menjual rupa saya!" Kata Tiara lembut namun dengan penekanan


Saat Tiara hendak pergi pintu ruangan terbuka, maka Tiara menahan langkahnya, semua mata tertuju ke arah pintu..


"Sayang...."


"Maama" sahut Tiara, menghampiri Ibu Erna dan mencium tangannya, Barry pun melakukan hal yang sama..


mama? ko wanita ini manggil tante Erna mama ya?- Batin Vita


Vita pun Akhirnya mengikuti Barry menghamoiri dan mebyalami Ibu Erna yang masih merangkul Tiara di lengan kiri nya....


"Tantee... apa kabar tan??" Ucap Vita dengan lembut


"Vita? oh baik nak... kamu apa kabar?" kata Ibu Erna


"Baik kok tante..."


"oh begitu syukurlah..." kata Ibu Erna menangapi..


"Sayang mama bawa udang balado, kita makan bareng yaa" Kata Ibu Erna pada Tiara..


"aah mama" Tiara memeluk Ibu Erna


"makasih ya mah, ko jadi ngerepotin mama" Kata Tiara dengan sedikit manja


"gapapa mama sengaja, Syifa mana?" Tanya ibu Erna pada Tiara sambil berjalan menuju sofa


"Di ruangan mah, biar Tiara panggil" Kata Tiara, ingin segera beranjak ke luar ruangan


"Gausah sayang, biar aku call dari sini" kata Barry


apah??? Barry manggil dia sayang??- Batin Vita yang sedari tadi mematung melihat Drama Asia tersebut...


"Vita mau makan bareng?" Tanya Ibu Erna sedikit basa basi karena ia Tau Tiara sempat memendam cemburu pada Vita..


"Ah kalo tidak merepotkan tentu Vita mau, sambil menubggu Roy datang" Ucap Vita


"hem duduk lah disini, Biar Fardhan dan Syifa disini" Kata Ibu Erna mengatur duduk mereka


"Sayang besok jadi kita pergi bareng?" Tanya Ibu Erna pada Tiara,


"Ayo mah, aku jemput mama yaa" kata Tiara sambil membuka beberapa lunch box yang ibu Erna Bawa


"Kalian mau kemana?? tanya Barry sambil membuka Jasnya


"Ada dehh" Kata Ibu Erna meledek


"ah mama ini.. sayang kan besok kita bisa aku antar, kenapa harus sama mama??"


Kata Barry Protes


"aku mau Nyalon sama Mama, Risa Ibu, Nenek, Syifa. mau ikut ha???" kata Tiara kesal


"Ah engga engga, mundur perlahan deh aku" Kata Barry yang paling malas menunggu wanita ke salon


kenapa aku berada di situasi seperti ini - Batin Vita kesal


rasain kamu!! aku tau pasti hati kamu lagi kepangang kan hemm hahaha -Batin Tiara


Tak Lama kemudian Syifa dan Fardhan masuk ke ruangan itu... Fardhan sedikit terkejut dengan kedatangan Vita, wanita yang dikira banyak orang adalah kekasihnya sejak mereka duduk di bangku sekolah..


Fardhan sempat memiliki rasa suka pada Vita hanya saja Fardhan menyadari dengan cepat rasa itu hanyalah ia yang merasakan , hingga Fardhan perlahan melupakan Rasa yang belum dalam pada Syifa...


*****