Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Pancingan


Tiara tengah merias dirinya di depan meja rias dikamarnya, bukan riasan menor yang kebanyakan Wanita kini gemari, Tiara bukan Type wanita penyuka Foundation dan teman-temannya... cukup sunblock, dan lipstik berwarna pink muda..


Tidak memakai alis karena alisnya cukup lebat dan rapih, tak juga memerlukan maskara atau eyeliner karena bulu mata Tiara sudah cukup lentik.. Aura kecantikan Tiara memang muncul karena kesederhanaan serta Ntural nya ia ketika berpenampilan..


"Celana Jeans, kaos!" sepertinya cukup! kata Tiara menghadap ke depan cermin..


"ehh apa sopan kalo pake kaos?" celetuknya lagi entah kepada siapa


Tiara kembali membuka lemarinya, ia memilih beberapa pakaian yang berada di lemari gantungnya...


"Ah ini aja" kata Tiara mendapati sebuah baju atasan berwarna hitam dengan aksen renda di bagian leher juga lengan..


"so simple tapi sopan" kata Tiara tersenyum melihat dirinya di depan cermin..


Tak lupa ia semprotkan Parfum kesukaanya, bukan Parfum murah juga bukan Parfum mahal, namun Aromanya sungguh sedap di hirup membuat siapa saja merasa Relax...


Tak banyak yang menjual di Indonesia, karena itu ia dapatkan dari Adam setiap kali dinas ke negri jiran.. Tentu, Tiara punya 10 Stok parfum yang masih tersimpan Rapih di lemarinya...


Tiara menuruni Tangga rumahnya, Hari ini Ia akan mengunjungi Rumah Andin, karena Andin sudah tidak bekerja lagi besok, ia akan mempersiapkan pernikahannya juga kesiapannya untuk pindah ikut bersama suaminya ke Surabaya...


"sudah cantik ya anak ibu, mau kemana?" tanya Ibu Sulis kepada puteri semata Wayangnya


"kerumah Mba andin bu, teman kerja Aku, dia mau menikah dan berhenti bekerja karrna harus ikut suaminya, jadi hari ini kita akan makan siang bersama, hemm mungkin makan malam bersama juga bu" kata Tiara menjelaskan kepada ibunya sambil menikmati Aroma Cake dari oven listrik


"oh begitu, kalo begitu tunggu 10 menit, bawa Cake ini untuk kalian makan bersama disini" kata Ibu Sulis sambil mebunjuk Oven listrik yang tengah menyalah itu


"oke , aku mau cari sepatuku dulu bu di belakang" kata Tiara mengarahkan langkahnya menuju halaman belakang rumahnya yang tak terlalu besar mamun nampak aseri, disudut sana juga tiara menyimpan beberapa sepatunya...


Tak lama Tiara kembali membawa flatshoes berwarna hitam dengan aksen pita cantik...


tiara bernalan menuju ruang tamunya, sambil menunggu kue siap dibawa..


dering ponsel berbunyi...


Barry- Kata tiara pelan


"hallo" kata Tiara


"sudah siap?" Tanya barry


"Maksudmu apa?" Tanya Tiara penasaran


"sudah siap mau ke rumah Andin?" Tanya barry memperjelas


"Sudah kok, kenapa nanya begitu?" Tanya Tiara tidak Fahan


"5 menit lagi aku sampai rumahmu, kita kesana bersama. Aku juga sudah rindu kekasihku" Kata Barry membuat Tiara tersentak kaget dengan pernyataanta


"apa?? aku bisa pergi sendiri" Kata Tiara yang tidak mau teman-temannya curiga


"sudah mereka tidak akan curiga, tunggu aku ya!"


kata Barry kemudian menutup sambungan telfonya


Benar saja 5 menit kemudian Barry datang,, kue juga sudah siap untuk di bawa.. Tiara meminta Barry untuk tidak turun, karena ia tidak mau menerima serentetan pertanyaan dari ibu nya atas kedatangan Barry...


Tiara telah masuk kedalam mobil dengan rasa kesal, wajahnya di tekuk terlihat ia sangat kesal...


"kenapa cemberut hemm?" tanya Barry sambil mengendarai mobilnya


"bagaimana kalo mereka tau?" tanya Tiara


"bagus dong" kata Barry terkekeh


"kamu selalu saja begitu, aku belum siap!" kata Tiara kesal


"mau sampai kapan? ini sudah hampir dua bulan" kata Barry yang sudah lelah menutupi statusnya kali ini


"beri aku waktu" kata Tiara


Barry pun terkekeh.. tiara hanya diam. namun ia teringat sesuatu dan langsung menanyakannya kepada Barry...


"kamu akan memiliki sekertaris baru dong?" tanya Tiara


"tentu, apa kamu mau jadi sekertarisku? aku akan atur sedemikian rupa" kata Barry yang berharap tiara mau menjadi sekertarisnya


"Tidak, iru bukan keahlianku" kata Toara menolak mentah-mentah


"padahal aku mau kamu, biar kita bisa nempel terus" kata Barry


"Bersikaplah Profesional, carilah seseorang yang memang berkopenten" kata Tiara


"iya iyaaaa, itu tuga Fardan, dia sudah tau kok" kata Barry kemudian di anggukan oleh Tiara..


Selama 40 menit mereka tiba di Rumah Andin, ada rasa berdebar karena kedatangannya bersama Barry, meskipun mereka telah sepakat jika mereka seolah bertemu di sebuah halte...


Ternyata mereka berdua datang paling Akhir, disana pula sudah ada Fardan yang datang dengan mengendarai sepedah motor nya..


Rangkaian pertanyaan tentu terlontar, "bagaimana bisa kalian datang bersama?" Namun mereka kompak memberi alasan yabg sama, akting mereka juga bagus... Setelah memberi alasan itu tentu semua percaya akan rekayasa Barry dan Tiara..


Usai makan siang bersama mereka duduk santai di sebuah teras rumah Andin yang terlihat sangat Asri karen banyak pohon dan bungga tertanam rapih..


Mereka berbincang banyak hal disitu..


Hingga tiba banyak pertanyaan mencecar Tiara...


"Tiara, kamu sudah punya pacar saat ini?" Tanya Fardhan sontak membuat seluruh orang disitu menatapnya penuh arti


"apa maksud baak bertanya itu ke Tiara?" kata Syifa yang memang mengetahui kondisi Sahabatnya


"yaa Nanya aja, Tiara kan Cantik pasti banyak fans nya" kata Fardan sok polos, meskipun Fardhan tau Tiara pernah di tinggal pergi selamanya oleh Adam, yangvia ketahui adalah Tunangannya


"memang" kata Syifa dengan nada ketus nya


"Tuhkan bener, orang kantor ya?" kata Fardhan dengan Nada menuduh


Mendadak Wajah Tiara memucat, jantungnya berdebar kencang.. Barry pun demikian jantungnya sedikit berdebar, bukan karena takut ketahuan tapi Takut Tiara kecewa karena ia memang belum siap dengan mempublish hubungan ini


"aah tidak pak, saya masih nyaman dengan Keadaan saat ini" Kata Tiara sedikit Gugup


"Pak Asal bapak tau ni yaa, kalo Tiara mau dia bisa aja pak Macarin orang kantor, kemarin siapa deh Ti yang ngajak jalan, makan siang, nonton? aku sampe lupa siapa saja nama mereka" kata Syifa polos namun membuat Tiara membulatkan matanya ke arah Syifa, Barry mendengar itu merasa kesal, bahkan Tiara Tidak pernah menceritakannya dengan Barry... Sementara Fardhan sedari tadi memperhatikan Eksprrsi Barry yang sudah seperti pembunuh berdarah dingin..


"Syifa kamu berlebihan" kata Tiara hendak menyangkal


"ah Tiara, kamu nii suka merendah, kemarin Agus dari Difisi BSDM juga nanyain kamu ke aku saat kita pulang bareng" kata Anwar yang justru menambah kepeningan Tiara...


Oh Tuhan, bantu aku.. selamatkan aku dari keadaan ini.. habis ini aku pasti akan mati di tanggan Barry, aaaa dia sungguh menyeramkan... - Batin Tiara yang sudah sangat Frustasi


"Wah.. aapa satu dari mereka berhasil mengajak kamu berkencan? kalo iya aku mau tanya Tips nya, karena aku selalu mendapat penolakan dari mu" kata Fardhan yang mengejutkan Banyak orang disana..


"pak.. kapan baal ngajak saya? bapak jangan mengada-ada" kata Tiara yang merasa tidak pernah mendapatkan satu kalimat ajakan dari Fardhan...


Fardhan memang sedang berdusta demi menyelesaikan satu misi nya..


Dan berhasil, Wajah Barry terlihat sangat berapi-api, matanya sedikit memerah menahan amarahnya..


Sial! apa yang Tiara sembunyikan dariku.. sungguh aku membenci penghianatan..


Batin Barry sambil mengepalkan tanggannya sendiri...


Kena kau Barr, sudah aku duga kamu menaruh hati pada Tiara, bahkan aku juga yakin kini kalian memiliki hubungan Khusus..


"sudah sudah, wajah Tiara sudah sangat memerah, jangan di ledek terus... dia memang cantik dan aku tau dia juga tidak sembarangan memilih asangan, jadi Bapak juga jangan sembarangan mendekati Tiara,, seleranya Tinggi" kata Andin dan membuat mereka terkekeh kecuali Barry dan Tiara yang masih berbalut kecemasan...


***


*****