
Ibu Sulis tidak menyadari bahwa Tiara pingsan tak sadarkan diri, ia hanya mengetahui Tiara Tertidur dengan lelap kala itu...
Saat hari mulai gelap, Tiara mulai terbangun.. membuka matanya perlahan, mendapati ponsel yang ia gengam..
Ia kembali menyadari...
apa yang telah terjadi kepadaku...
Barry???
Tiara kembali melihat isi percakapan Via aplikasi chating nya..
Kita memang berpacaran...
Tiara menutup aplikasi chatnya, lalu membuka galeri foto dan video...
Matanya kembali membulat melihat foto terakhir di ponselnya..
di pantai.. kita sedekat ini?
Tiara terus melihat semua foto, hingga batinya terus berkata-kata seolah tak yakin akan bukti Foto-foto...
Hingga Tiara mencapai sebuah folder berisikan banyak Video..
Tiara pun membuka folder tersebut yang berjudul, "Penantian"...
video 1..
Hay sayang, hari ini hari pertama aku nemenin kamu tidur.. jangan lama-lama yaa sayang tidurnya, aku kangen senyum kamu..
meski dokter bilang kamu koma sejak operasi itu selesai, Tapi aku bersyukur kamu masih ada banyaaakk harapan untuk tetap bersamaku...
Terputar sebuah Video Barry berada di sisi ranjang Tiara yang terbaring lemah dengan banyak nya alat-alat rumah Sakit...
Tiara memutar beberapa Video, kepalanya terasa sakit, namun ia berusaha bertahan.. Air mata juga telah membasahi pipi Tiara...
Hingga Terputar video 55 ...
Good Night sayang... Aku harap kamu bangun ya besok pagi, karena mimpi kita di dunia ini masih banyak yang belum terwujud... Aku mencintamu sayang, sangat sangat!
Tiara seperti tak kuat lagi menahan sesak di dadanya, kepalanya terasa sangat sakit, sakit sekali...
Tiara memutuskan untuk membuka Video 83...
Sayang... aku benci dengan keadaan ini, Dokter Martin meminta aku untuk menyerah melepasmu untuk kembali kepada Tuhan.. tentu aku sangat Faham kamu adalah Milik Tuhan, Tapi aku yakin kamu akan kembali sayang. aku sangat yakin kamu kuat.. Kuat untukku, untuk Ibu Ayah dan mama...
Sayang... maafkan aku yang egois, maafkan aku yang masih memaksakan kamu untuk bertahan... aku yakin kamu bisa kembali sayang aku yakinnn.. Tolong bantu aku sedikit saja untuk meyakinkan mereka jika kamu akan kembali...
Dalam Video ini Barry terlihat memegang Tangan Tiara, menatao wajah Tiara, air mata Barry juga pecah kala itu, Tangisan Barry seolah membuat Tiara yang melihatnya menjadi semakin sesak...
Tiara berteriak histeris sambil memegangi kepalanya yang sangat amat sakit..
"Aaakkkkhhh"
Mendengar beberapa jeritan Tiara, Ibu sulis berlari menghampiri Tiara..
Tiara memang terlihat sangat kacau, matanya sudah bengkak karena tangis sedari sore hari.. dengan cepat Ibu Sulis memberi obat Tiara dengan juga memberi obat tambahan untuknya berupa obat Tidur...
Ibu Sulis terus memeluk erat anaknya, ia tak akan menanyakan apapun karena Tiara juga Tidak berkata apapun... Hati Seorang Ibu itu memiliki perasaan yang kuat terhadap anak nya..
Ibu Sulis sangat yakin Tiara kembali merasakan sakit luar biasa karena mencoba mengingat kehidupannya dengan Barry...
Tangis haru pun terjadi pads diri Ibu Sulis..
mengapa seberat ini ujian untuk anakku yaa Allah.. kuatkanlah, berilah kebahagiaan untuknyaa...
Tak lama menengak Obat Tidur, Tiara pun tertidur dalam pelukan Ibu Sulis.. dengan perlahan Ibu Sulis merebahkan tubuh Tiara, di tatap nya Wajah pilu anaknya.. sesak di dada seorang Ibu melihat berbagai cobaan yang menimpah anaknya di usianya yang masih sangat muda itu..
******
Hari Bergati...
Adzan subuh berkumandang, Tiara kembali terbangun dari lelapnya Tidur..
I am Back....
Tiara membersihkan dirinya melaksanakan Ibadahnya..
dengan lihai Tiara memoles wajah cantiknya dengan sedikit sentuhan makeup..
Rambutnya yang sudah ia pontong dengan model Long Bob dengan Warna Ahsy Brown..
Dengan kemeja Soft Grey dipadukan dengan Rok hitam selututnya..
Ah... Tiara memang gadis feminim, Aura kecantikannya sangat terpancar jelas...
"Sayang Are you okey?" Tanya Ibu Sulis yang melihat anaknya begitu tampil ceria dan sangat terlihat segar mempesona..
"yes.. Im oke mommm" ucap Tiara sambil mengecup singkat pipi Ibu Sulis..
"oh.. okey.. hemm ibu siapkan bekal untuk mu ya" Ucap Ibu Sulis langsung membalikan arah tibuhnya...
kenapa lagi dengan Anakku ya Allah, sekarang dia begitu ceria setelah kemarin dia habis-habisan menangis..
Batin Ibu Sulis...
Tak lama Syifa pun datang..
"belum.. eh tunggu-tunggu... lo cantik banget, makeup?" Tanya Syifa heran
"emang udah cantik kan" kata Tiara terkekeh
"mau tampil fresh aja makanya pake sedikit makeup" kata Tiara santai
Astaga... Barry gue gatau lo bakal seneng atau marah liat Tiara kaya gini... tapi dia cantik bangetttttttttt....
Batin syifa yang tak berkedip menatap wajah Tiara...
"Sayang udah datang....? Ayo makan" ucap Ibu Sulis
"ini bekal untuk kamu, syifa dan ini untuk Nak Barry yaa" ucap Ibu Sulis menyodorkan lunch box
Tiara Hanya mengangguk sambil melihat lunch Box Tersebut...
********
"Tii.. gugup ga?" Tanya Syifa
"enggak" Ucap Tiara Singkat
"Kok bisa??" Tanya Syifa
"kan kamu bilang, aku karyawan disana jadi buat apa gugup?" kata Tiara membuat Syifa mengangguk anggukan kepalanya..
*****
Tiara dan Syifa berjalan memasuki perusahaan Atmaja tempat ia bekerja..
Semua mata menuju kepada Tiara..
tapi tentu saja tak berani menegur, menyapa apalagi menggodanya...
"mereka kagum sama kamu Ti.."Bisik Syifa
iya mereka terlihat kagum, tapi kenapa mereka semua diam? ga negor bahkan senyum juga enggak... pasti gara-gara Barry.
Batin Tiara..
"Iya biarin aja" kata Tiara santai...
Mereka menuju lantai dimana mereka bekerja..
terlihat ruangan Barry masig tertutup tirai otomatisnya menandakan bahwa Barry belum Tiba di perusahaan..
Tiara masuk ke dalam ruangan yang sudah tiga bulan tidak ia kunjungin
Rindu...
"kamu gaperlu kerja berat tii... nanti aku sama bang Anwar aja yang handle" kata Syifa sambil duduk di kursi miliknya
"Oh iyaa.. Bang Anwar itu leader kita yaa Ti.. nanti aku kenalin kalo dia udah datang, dia datang siang hari ini" Ucap Syifa begitu semangat
"iyaaa..." kata Tiara singkat.
Satu Jam berjalan...
teflon ruangan Tiara berdering, dengan sigap dan cepat Syifa mengangkatnya... lalu menutupnya dengan menghela nafasnya kasar...
"Tii ikut aku yu, kita di oanggik Pak Barry, dia mau tau keadaan kamu.." Kata Syifa
"Gak mau" Ucap Tiara cuek
"Ayolah ti.. nanti aku yang kena ocehan dia" ucap Syifa
"Kamu tinggal bilang kekasih mu syif" ucap Tiara sambil asyik menatap layar komputernya
"Tii... Ayolah..." ucap Syifa
Tiara menghela nafasnya.. lalu ia bangun dari duduk nya..
"Aku sendiri kesana" ucap Tiara dengan Tegas membuat Syifa merasa sangat heran dengan sikap Tiara sejak pagi tadi
Dengan langkah pasti Tiara melangkah, Sarah dan Prasetya menatap pesona Tiara dengan mata terbelatak.. bahkan Tanpa permisi Tiara masuk ke dalam ruangan Barry..
"Ehh mau apa kamu, pak Barry ga bisa di ganggu: Ucap Sarah
Tiara hanya menoleh namun seolah tak perduli ia melanjutkan langkahnya membuat Sarah mengekor di belakang Tiara...
Tanpa mengetuk pintu Tiara masuk ke ruangan Barry, membuat Barry sedikit terkejut.. Mata Barry sangat berpusat pada diri Tiara yang terlihat begitu cuek..
sementara Sarah memendam rasa takut akan amarah bosnya itu...
"Maaf pak, maaf... Mba ini main masuk aja, tanpa permisi ke saya" Kata Sarah dengan penuh rasa takut...
Tiara melipat kedua tangannta di bahu..
dia Tiaraku? Kenapa Dia ke kantor dengan makeup??? - Batin Barry
"Keluar lah, jangan ada yang ganggubsaya dulu" Ucap Barry sambil berdiri dari duduknya....
"Baik pak permisi" Ucap sarah kemudian keluar ruangan Barry samb menutup rapat pintu ruangan Barry...
***********