Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kecurigaan


Hari sudah menunjukkan pukul 07.00 malam, Barry masih disibukkan rasa khawatir pada isterinya yang terus merasa mual dan pusing..


Barry memutuskan untuk membuatkan teh lemon hangat, ia pun turun dari kamarnya..


"masih meriang Tiara bar?" tanya ibu Erna khawatir


"ga meriang mah, suhu badannya normal, tp mual sama pusing katanya" kata Barry terlihat frustasi


"Hah Serius? asikkkkk mama seneng deh jadinya" kata Ibu Erna kegirangan


"Mama Apaan si, orang sakit malah seneng" kata Barry kesal


"kapan Tiara terakhir haid ka?" Tanya Risa dengan senyum merekahnya


"ini lagi satu pake nanya hal privasi" kata Barry makin kesal lalu berjalan ke arah dapur


"Kaka mu emang telmi ya Ris, kesel loh punya anak kaku, gak peka, jutek kaya dia..." Gerutu Ibu Erna sambil melipat tangannya di dada


"maklum deh mah, tiap hari berkutat sama kerjaan Mulu, bagus ga cepet tua tuh dia" timpal Risa


"yaudah mah kita aja yang bertindak... bentar mah Risa pesen sesuatu via online" kata Risa mengeluarkan ponselnya


Risa dan Ibu Erna menatap Barry yang cuek dengan dua wanitanya, berjalan menuju kamarnya membawa satu gelas lemon tea hangat..


"liat tuh, ngambek dia" kata Ibu Erna berdecak


"biarin aja udah mah, bukan Barry namanya kalo ga tegangan tinggi Mulu" timpal Risa


Lima belas menit kemudian, telfon rumah berdering...


Ternyata adalah satpam yang memberi kabar bahwa ada seorang ojeg online ingin mengantarkan paket.. Risa sudah mengerti pun keluar membawa selembar uang merah yang ia terima dari ibu Erna ...


"pasti anak itu beli makanan lagi" Batin ibu Erna setelah memberikan uang selembar itu..


Tak lama Risa masuk membawa satu kantong pelastik kecil berwarna hijau dengan logo sebuah apotik terkenal


"order obat? kamu sakit?" Tanya ibu Erna


"mama liat deh" tanya nya memberi satu kantong plastik itu


Ibu Erna membukanya dan melihat ada beberapa respek didalam nya...


"Anak pinter" kata ibu Erna pada Risa


"Anak mama gitu lohhh" kata Risa bangga


"kita kapan eksekusinya mah? di kamar pasti ada si monster Barry " Tanya Risa


ibu Erna berfikir sejenak...


"hemm telfon Fardhan, suruh dia telfon Barry, suruh bahas pekerjaan minimal 5 menit"


"huh! telminya ketularan Barry! yaa Barry ga mungkin bahas pekerjaan di kamar sementara isterinya sakit, nah kita bisa ke kamar deh suruh Tiara cek.. gimana?"


"uhh mamaku pinter" kata Risa terkekeh lalu menyambungkan panggilannya dengan Fardhan...


semoga si kakak ga Langi tangung haha


batin Risa, tak lama sambungan telfon terhubung, Risa mengutarakan maksudnya, Fardhan pun setuju...


Tak lama Barry keluar kamarnya dan menuju meja kerjanya... bergegas dua wanita itu masuk ke kamar Barry...


"apa mama yakin? kalo nyatanya masuk angin aja gimana?" Tanya Tiara setelah ibu Erna mengatakan beberapa hal atas mual pusinh yang Tiara alami..


"Kaka emang kapan terakhir dapet haid?" Tanya Risa


Tiara mengambil ponselnya melihat tanggal di layar ponselnya..


"udah telat dua Minggu mah, Ris" ucap Tiara mengundang senyum merekah Ibu Erna dan Risa..


"yaudah cek buruan mama penasaran" kata Ibu Erna


"oke mah"


Baru saja Tiara hendak beranjak pintu terketuk..


"Sayang kok di kunci....." teriak Barry


"aduh Kon cepet bgt" kata Risa


"yaudah besok pagi aja test nya, umpetin dulu di kolong kasur" Titah ibu Erna


Tiara pun melakukan hal itu, mereka sengaja ingin memberi kejutan pada Barry jika benar Tiara hamil, dan menjaga perasaan Barry jika Tiara tidak hamil...


Ibu Erna beranjak keluar membuka pintu kamar yang terkunci


"mama ngapain? " tanya Barry jutek


"itu tadi Tiara manggil mama katanya besok minta buatin omlet sayur" katanya beralasan


Barry hanya mengangguk..


"Oh iya!!! kalo mau buat tanda di tubuh isterimu jangan banyak-banyak, mama kira tadi leher isteri kamu biduran" kata Ibu Erna berbisik membuat Barry membulatkan matanya, ada rasa malu terhadap dirinya..


Yaa Bu Erna dan Risa dengan jelas melihat tanda-tanda itu karena tanpa Tiara sadar kalo ia tengah menggunakan piyama tidur tanpa lengan dengan cutingan di bagian bahu cukup lebar sampai ke dada...


Barry hanya berlalu menahan malu, lalu menutup pintunya.. sementara Tiara memejamkan matanya menghindari pertanyaan suaminya atas kedatangan mertua dan iparnya ke kamar...


Apa yang mereka bicarakan, bikin curiga aja...


Batin Barry...