Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Roy


Tiga pria telah sampai di sebuah pulau yang cukup ramai jika hari libur tiba, namun berbeda dengan malam ini pantai nampak sedikit sepi dengan hembusan angin yang cukup kencang...


"eh liat tuhh, Roy bukan si" kata Kevin menujuk ke arah seornag pria tengah duduk seorang diri


"bukan, Roy mana bisa duduk diem.. "sahut Fardhan


"Liat dulu, cepak cepaknya itu pala si Roy " kata Kevin


"samperin aja udah"kata Barry menyeret baju dua pria yang sedari tadi terus berdebat hal sepele


Mereka mendekat ke arah pria yang tengah duduk di bawah pohon kelapa..


"Roy" teriak Barry


"Royyy Lo ngapain diem disini?" kata Kevin mendekati Roy


Fardhan menendang beberapa botol minuman agar tersedak menjauh dari mereka..


"Roy lu kenapa si? ngomong dong" kata kevin menggoyangkan tubuh Roy


Roy hanya diam bagai patung, tubuhnya hanya bergerak hanya karena alunan nafas nya yang masih berhembus...


"gimana ni" kata Kevin


Mereka nampak kebingungan melihat Roy yang tak nampak seperti biasanya..


"Kerasukan ga si? horor loh dia" kata Kevin pelan


"otak lu lama tinggal di luar negeri kenapa masih kepikiran hal konyol gitu si pin" kata Fardhan bergidik ngeri


"kita gotong aja kali ya, bawa ke kamar?" kata Barry


"kamar? emang diaman villa dia?" tanya Kevin celingukan


dengan spontan Roy berdiri, ia berjalan tanpa memperdulikan sahabatnya,


"Astagfirullahaladzim..." kata Baarry mengusap dadanya


"Kaya mumi ya" kata Kevin berbisik


"Bukan, kaya fampir tau" tambah Fardhan


Roy kemudian berjalan menuju sebuah Villa yang cukup besar..


"Kayaknya dia mau rebahan ni, capek duduk" celetuk Kevin


"abis yoga kali" timpal Fardhan


"Duh pengen kentut lagi gue"kata Fardhan yang tak tahan akan hembusan angin kencang


"Ampe kentut lu bau, gue lempar lu ke laut"kata Kevin sambil memberi simbol tinju dari tangannya


"cih! bini gue aja demen bau kentut gue" timpal Fardhan


"Bini lu aja yang ****, cakep-cakep mau Ama Lo yang doyan kentut!" kata Kevin kesal


"Ssttt berisik Lo berdua... liat noh" kata Barry menujuk ke arah Roy yang merebahkan tubuhnya di atas sofa sambil meringkuk


"Sok imut yaa gaya tidurnya"


kata Fardhan


"Sstt ayo deketin"kata Barry


mereka mendekat, mereka duduk di lantai bagai para dayang-dayang tengah bersimpuh di hadapan ratu nya..


"Roy ngobrol kek Roy, gue jauh-jauh kesini kangen sama Lo" kata Kevin memulai dialog


"Roy lu ada masalah apaa? cerita, gue dengerin"kata Fardhan


Roy hanya diam...


"Roy ngomong atau gue telanjangin lu disini" kata Barry , namun ancaman itu tetap tidak di hiraukan Roy membuat ketiganya menyerah sendirinya...


merekapun berpencar di area ruang tamu yang tidak terlalu luas itu, mereka ikut diam dan merebahkan diri di atas sofa, sementara Kevin merebahkan diri di sebuah karpet tebal di lantai..


Lama berselang, sekitar dua puluh menit ruangan berpenghuni itu sepi..


tiba-tiba Roy duduk...


membuat semua mata tertuju padanya..


"Gue gila" kata Roy lesuh..


Kevin mendekati Roy dengan cepat, lalu memegang kening Roy seolah memeriksa suhu tubuhnya


"Normal tapi" kata Kevin


Roy kemudian menjatuhkan tubuhnya hingga duduk di atas lantai..


Ketiga temannya ikut berada di samping Roy...


"Gue bener-bener kualat, gue udah terima karma nya sekarang" kata Roy dengan tatapan kosongnya


"Kenapa si Roy, ayok cerita" kata Kevin


"tau Roy, kita kesini mau dengerin lu cerita" kata Fardhan


cih berasa berteman sama kaum hawa - kata Batin Barry melihat sikap kedua pria yang berbicara layaknya wanita


"menurut kalian gue pasti buruk banget kan?" Tanya Roy tanpa menatap satu di antara ketiga sahabatnya


"Kalo soal wajah, gue terbaik" kata Barry dengan pedenya


"Si kambing, ini bukan saatnya mamerin kegantengan" kata Kevin kesal


"Lo kenapa si Roy ngomong kaya gitu, aneh lu" kata Kevin


"Gue sama Sarah..... " kata Roy terhenti, ia kemudian mengepalkan tangannya hingga urat tangannya nampak sempurna terlihat..


Barry, Fardhan dan Kevin merasakan sesuatu yang membuat mereka tegang, bahkan semakin tegang saat melihat wajah Roy semakin sulit di artikan...


*******


like


komen


dan


Vote yah hehe