
Suara jangkril di malam hari menghiasi sejuknya kediaman Nenek..
Tiara ingin sekali menayakan kepada Risa soal kedekatannya dengan Reza, namun mengapa rasanya Tiarw sedikit menjaga perasaan Adik iparnya..
Ponsel Risa berdering menandakan panggilan masuk, Risa segera menangkat Telfon masuk tersebut, berharap Reza yang menghubunginya..
Kak Kevin? huh kenapa aku berharap Reza yang menghubungiku, ahh padahal aku tau Reza sedang tugas!
"Kakak ipar Kak Kevin Telfon, aku angkat dulu yaa" Kata Risa beranjak dari kasurnya kemudian Tiara mengangguk..
Tadi Reza, sekarang Kevin?
Ah Tapi kevin sudah mengenal Risa sejak Barry dsn Kevin berteman, wajar jika mereka dekat...
Batin Tiara menenangkan diri melajutkan Chatingannya dengan suaminya...
Aku juga kangen sayang...
Nanti kalo kamu pulang, Apa Haid kamu sudah selesai?
Bisa udah bisa belum hehe
Kenapa harus nanya kaya gitu?
yaa emang ga boleh? Baru satu minggu jadi pengantin udah libur gini.. Sedih aku tuh yank 😞
hahaha kamu ini!
yaudah ya sayang, aku mau bantu Ibu nyiapin makan malam.. kamu makan malam gih, jangan Tidur terlalu larut yaa...
❤ you
Oke, Love You Too sayang!
Nanti sebelum tidur aku telfon! 😘
****
Tiara keluar kamarnya mendapati Risa masih menempelkan Ponsel di telinganya.
"Aku ke dapur yaa , jika sudah selesai kita makan bersama" Kata Tiara pelan lalu di anggukan oleh Risa berserta jempol tangan kananya yang terangkat..
Halo riss, apa kamu denger aku?
Ah iya bagaimana kak?
haha kamu lagi ga fokus ya
Iya kak laper soalnya
Yaudah makan dulu aja..
Nanti wku telfon lagi yah?
oh iya kak boleh,
Yaudah selamat makan Ris
Iya kak, kaka juga jangan telat makan entar sakit!
iyaaa 😍 makasih perhatiannya 😍
Risa terbelatak membaca pesan balasan dari Kevin..
Oh astaga kenapa aku jadi ngomong begitu, apa ga bikin kak Kevin kepedean nantinya?
ah tapi dia hanya menganggap aku adik sepertinya..
- Batin Risa berusaha masa bodoh, lalu memasukan ponsel terkuncinya di saku celana pendeknya
***
Usai makan malam...
"Betah Nek, enak disini, tenang, adem, sejuk" Kata Risa dengan raut senangnya
"Syukurlah..." Kata Nenek
"Nanti kalo libur kamu bisa kesini Ris sama Tiara" Kata Ibu Sulis membawa potongan buah mangga
"Tiara Nenek mau tanya" Kata Nenek sedikit seriuz
"Ada apa nek?" Jawab Tiara sedikit takut
"Nenek mau tanya berapa perbedaan usia mu Dengan suamimu?"
tanya Nenek membuat tiga wanita menatap nenek penuh Arti
"hemm 5 setegah Tahun Nek...kenapa nek?" Tanya Tiarabsedikit Takut..
"Kamu ini usia berbeda jauh memangil suamimu Bar Bar Bar Bar,, pening pala nenek dengarnya.. sopan sedikitlah, panggil lah dengan kata-kata sedikit romantis, kenapa harus dia yang memanggil mu Sayang Sayang... Kamu pangil Almarhum aja Kak kak kak ini sekarang Bar Bar Bar... "
Tiara tertunduk, Ibu dan Risa juga tertunduk, mereka menahan tawa karena ocehan nenek...
"Baik Nek, akan Tiara perbaiki.. " Kata Tiara tersenyum..
Ia tidak kesal sama sekali terhadap nenek, hanya saja ia memikirkan sebutan itu terhadap Barry... bagaimana cara memulainya? haduhhh! kalo tau dia bakal jadi suamikukan aku panggil dia kak dari awal..
Batin Tiara sambil memijit keningnya
" Eh sudah, ayok ayok makan ini manggahnya" kata Ibu sulis memecah kecangungan
***
Di kamar Tiara dan Risa..
"Riss.. bagaimana ini?" Tanya Tiara setelah Risa menyelesaikan Sholatnya
"Apanya Ti?" Tanya Risa sambil melipat mukenanya
"Bagaimana soal sebutan untuk kakak mu, apa aku panggil kakak juga ya?" Tanya Tiara membuat Risa terkekeh
"Jangan, kamu bukan adiknya, meski kamu pantas saja jadi adiknya" Kata Risa terkekeh
"eh iya yaa, usia aku sama kamu aja masih lebih tua kamu, hemm"
"Sudah panggil aja Bang" ledek Risa
"hisss tidak-tidak, mama memanggil alm papa mu apa?" Tanya Tiara
"papa dan mama.. Aku hanya tau mereka saling memangil seperti itu sama seperti kami, Tapi entah bagaimana saat mereka belum memeiliki anak" kata Risa kemudian duduk di hadapan Tiara
"lalu apa dong? Mas? Mas Barry" ahhahaha Tiara dan Risa tertawa bersamaan
"Aku coba chat dia yah?" Kata tiara membuka ponselnya
Mas Barry, lagi apa? Sudah makan? Sudah sholat?
" Apa ini menggelikan Ris?" Tanya Tiara memperlihatkan layar ponselnya
"better lah dari pada Bar Bar Bar" Kata Risa menirukan gaya nenek berbicara membuat keduanya tertawa terbahak-bahak
Di tempat lain
"Mas?? ni orang kesambet setan apa ni??? Mas Barry??"ucap Barry sambil melihat, membaca berkali-kali chat masuk dari isterinya
*****
like
komen
vote!