Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Flasback Syifa


Barry dan Fardhan terus melanjutkan perbincangannya...


"gue pastiin dia gak bisa hidup tenang" Ucap Fardhan dengan wajah penuh amarah


"gue gak mau Tiara Tau pelaku dari semua ini adalah LUNA" Ucap Barry dengan Mencoba mengontrol emosinya..


Apaahh??? jadi, kamu yang tega melakukan ini.. - batin Tiara merasa tidak menyangka sambil menutup mulutnya..


Tiara masih berada di balik pintu mendengarkan ucapan mereka yang pelan namun mampu di dengar dengan baik oleh Tiara


"Tapi gue bakal kasih tau syifa, supaya dia bisa jaga dirinya sendiri kalo sewaktu-waktu ketemu luna" Ucap Fardhan


"Gue pastiin mereka gak akan ketemu Luna lagi" Kata Barry


"Lo yakin mau suruh orang cari dia sampai ke kalimantan jauhnya?" kata Fardhan yang sudah sedikit meredakan emosinya


Luna memang pelakunya, ia merasa dendam karena di keluarkan dari perusahaan secara tidak hormat.. Di tambah banyaknya perusahaan yang menolaknya membuat dirinya terpuruk dan mengalami dendam pada Tiara mau pun Syifa...


"Cuma buang-buang waktu.. Biar gimana pun dia butuh hidup disaana, sekalipun kita jeblosin dia ke penjara, apa bikin sakit hatinya ilang?" Sambung Fardhan dengan pemikiran jernihnya


Tiara mengusap Air mata ketakutannya.. ia keluar hingga berada di hadapan Barry dan Fardhan.. Jelas itu membuat kedia pria itu syok bukan main..


"Aku setuju, aku dan Syifa akan jaga diri... biar dia hidup disana.. jangan biarkan dia makin mendendam dengan segala perbuatan kita uang membuatnya semakin gila" Kata Tiara sedikit tegas


"Tapi sayang, aku khawatir sama kamu" Kata Barry


"Aku akan jaga diri, lagi pula dia kabur ke kalimantan kan? aku yakin dia akan Lama disana Barr bahkan mungkin dia gakan ke jakarta lagi setelah dia tau kalo kita tau dia pelakunyaa" Kata Tiara dengan tegas


"Tapi sayang.. aku cu----"


"Sebenarnya apa yang kamu lakukan terhadap Luna?" Tanya Tiara memotong pembicaraan Barry dengan tatapan sangat tajam


matilah akuuuuu----


"Jawab Barr,, selama aku koma apa yang membuat kamu memecat Luna, bisa dijelaskan?" Kata Tiara dengan tatapan tajam


"Oke sayang aku jelasin, aku mohon kamu tenang yaaa" ucap Barry mencoba meredam lebih dulu emosi Tiara


"Jelaskan saja! Aku hanya butuh kejalasan di atas kejujuran!"


Barry menghela Nafasnya, sementara Fardhan oerlahan lahan menjauhi Barry dan Tiara lalu masuk ke dalam ruangan rawat inap Syifa


"Legaaaa... serem juga Tiara kalo lagi marah" Kata Fardhan pelan sambil menutup pintu ruang rawat itu...


Sementara itu, Barry tengah menjelaskan apa yang telah di perbuat oleh Luna hingga membuat Barry memcatnya..


"dia memang salah, Tapi cara mu juga salah memecatnya secara tak hormat... belum lagi kamu membuatnya gak bisa bekerja di beberapa perusahaan kan.." Kata Tiara yang sudah merasa sedikit tenang akan emosinya


"Iya aku salah, saat itu aku dalam posisi kalut sayang.. Aku mikirin kamu, belum lagi masalah perusahaan, pikiranku ga bisa jernih kala itu.. Maaf... " Kata Barry tertunduk dan menyesali kesalahannya tang berdampak pada orang terkasihnya


Tiara mendekatkan Tubuhnya ke tubuh Barry, ia memeluk kekasihnya itu berusaha menenangkan perasaanya..


"Aku juga minta Maaf.. Kita hadapi semua bersama yaa.. aku mohon jangan lakukan apapun pada Luna, cukup pantau saja sesekali" Kata Tiara yang masih melingkarkan tangannya di pingang Barry, namun wajahnya menatap lekat wajah Barry..


"Terimakasih, aku janji akan menjadi yang lebih baik lagi, demi kamu dan kita semua" Ucap Barry yang juga menatap lekat wajah Tiara....


*****


Barry dan Tiars masuk kedalam ruang perawatan Syifa...


"Tii.. besok aku pulang.." Kata Syifs memberitahu karena sejak datang Tiara belum sempat memberitahu


"Ah syukurlah.."


"Mbakcan. itu luka wajahnya bagaimana? bisa ilang gaa?" Kata Pras melihat luka yang masih dalam perban tipiz


"Kata Dokter si bisa, tapi kalo ga bisa gimana ya?" Tanya Syifa sedikit sedih


"Pasti ilang sayang" Kata Fardhan menenangkan


"Tenang MbaCan, jaman udah canggih asal ada pitty semua beres" Ucap Pras dengan gaya centilnya


"eh Tunggu, Tya mana pesananku tadi?" Kata Fardhan mengingat sesuatu


"Astaga Nagaaaaa hampir lupa kan.." Kata Pras sambil meraih tasnya, mengeluarkan sesuatu..


"Ini Pak Bos"


Katanya sambil memberikan satu paperbag putih


Fardhan meberimanya, lalu memberikannya pada Syifa


"Pake yaa" Ucapnya pada Syifa


"Buat aku???" Tanya Syifa membuka paperbag itu


ponsel? ahhh senangnya- Batin syifa namun raut wajahnya terlihat sangat bahagia


"makasih sayang... Tapi, ponsel lama ku??" kata Syifs mengingat ponsel lama nya


"entah kemana" kata Fardhan yang juga tidak mengetahui


"Di buang" Kata Syifa tertunduk


"Aku inget dia buang ponselku dari luar jendela mobil, pas aku mau telfon kamu" Kata Syifs tertunduk mengibgat kejadian mengenaskan itu...


*Flash back*


Syifa baru saja mampir membeli bubur ayam kesukaannya, Karena seisi rumahnya kesiangan membuat Bunda juga tak sempat memasak sarapan...


Syifa memutuskan untuk membeli bubur ayam dan memakannya di kantor..


Sekitar 2 meter Syifa parkirkan motornya dari arah Tukang bubur ayam karena sudah banyak motor dan mobil terparkir...


Saat mendapat pesanannya, Syifa hendak kembali ke motornya melanjutkan setengah perjalanannya lagi menuju kantor...


Namun Tiba-tiba...


"Misi mba, bisa minta tolong ambilin kucing dari dalam mobil saya? saya takut kucing" Kata Seorang wanita memakai kerudung, masker juga kacamata hitam, Namun Suara itu sama sekali tidak syifa kenali..


takut kucing? ah banyak si orang takut akan kucing, berbeda dengan aku yang sangat mencintai kucing..


Yaa Syifa memang pencinta kucing, di rumahnya ia memiliki empat kucing dengan bulu-bulu yang lebat dan terawat.. Selain Syifa ibundanya juga menyukai kucing, untuk itu tak sulit bagi nya memelihara beberapa kucing...


"Baik mba sebentar" Kata Syifa meletakan Bubur ayam di motornya lalu menuju mobil wanita tersebut..


"Dimana mba?" Tanya syifs


"didalam pojok sana mba" Kata Wanita itu


Syifa masuk kedalam mobil itu memanggil-manggil kucing..


Namun Tiba-tiba


Brakkk


"Jalan cepat"


Pintu mobil tertutup dan terkunci, mobil melaju dengan cepat membuat syifa tidak mungkin keluar dan lompat, syifa juga dipegangi wanita tersebut dengan erat...


"Siapa kamu? apa mau kamu???" kata Syifa ketakutan


"Sstt jangan berisik nanti kamu juga tau!" bentak wanita itu..


Syifa berusaha mengambil ponselnya di saku celana bahan yang ia kenakan ..


Namun aksinya ketahuan oleh wanita berjilbab, di raihnya ponsel itu dan di lemparnya ke luar jendela..


"heh apa lo udah gila???" Tanya syifa semakin di landa rasa takut


"lepasss!! kurang ajarrr!" kata Syifa meronta-ronta..


Namun dengan cepat Syifa di bekap dengan sebuag tisu yang telah di teteskan sesuatu..


dan membuat Syifa taj sadarkan diri....


*Flashback off*


"Sudah jangan di ingat lagi" kata Fardhan mengusap pelan dan lembut rambut kekasihnya


"Sudah tau siapa pelakunya?" Tanya Syifa dengan pelan


Fardhan mengangguk..


"Nanti aku ceritakan, tapi enggak sekarang ya! tolong ngerti" kata Fardhan lirih membuat Syifa mengangguk menegerti..


"duh mimpi apa ini aku, dapet rejeki nomplok"


Kata Syifa memamerkan ponsel barunya


"MbaCan suka merendah, padahal ponsel MbaCan sebelumnya juga bagus, canggih, mahal" kata Pras dengan nada ceriwisnya


"Itu hasil nabung berapa tahun yaa" kata Syifa sambil terkekeh membuat semuanya ikut tertawa


"Hasil jualan yaa Syif" kata Tiara terkekeh membuat Syifa juga terkekeh


"Jualan apa?" kata Fardhan penasaran


"Ada deeehhh" ledek Syifa membuat Fardhan dan Barry dimakan rasa penasaran..


*******