
Jaga Konsentrasi ya, di Eps ini akan terjadi Perpindahan Latar.. Happy Reading 😍
Suasana Kantor masih sama seperti Biasa meski Bos Besar mereka tidak hadir hari ini..
Namun berbeda Jika kita menoleh ke Lantai dimana ruang CEO berada..
"Gak masuk ngabarinya mendadak, kan gue bingung sendiri jadinya" gerutu seorang wanita berpakaian ketat
Luna masih sibuk dengan beberapa berkas dan telfon di mejanya. Ia mencoba meloby beberapa client untuk menunda pertemuan dengan Barry, karena Fardhan juga tidak ingin di ganggu kala itu..
Kericuhan sedikit terjadi di sebuah Ruangan...
"Huh, repot banget emang kalo Tiara ga masuk" gerutu syifa
"udah jangan banyak omong, Print terus kasih ke Pak Barry biar cepet kelar... kalo nunggu Tiara yang ada kita kena Damprat" ucap Anwar
"hemmmm" ucap Syifa yang sebenarnya sangat enggan berurusan dengan Barry di kantor karena ada Luna yang akan selalu ingin tahu...
****
Kediaman Barry
"mama makan lah mah" ucap Risa sambil memegang piring berisi makanan
"mama gak nafsu" ucap Ibu Erna ketus namun wajahnya sangat sendu
Risa meletakan makanan itu di atas nakas, Risa mulai meraih tangan sang ibu...
"Mah.. Kak Barry sudah dewasa loh mah, dia berhak menentukan jalannya.. terlepas dari status Tiara mama harus buka mata dan hati mama, dia orang baik mah, dia wanita kuat... gak ada mah satu orang pun di dunia ini yang mau kehilangan pasangannya, kehilangan kekasihnya dalam sebuah kematian.." Ucap Risa penuh makna
"hiks hiks hiks... Risa.. mama gak siap kaka mu menangung malu, mama gak siap kalo kakak mu akan di gunjing banyak orang soal status pasangan nya.. mama tau mama paham nak bagaimana Tiara bertahan dengan status Janda nya, mama yang Janda di usia segini pun masih mendapatkan banyak hal tidak menyenangkan, Tapi Risa.. mama gak akan Rela ketika Barry menikah dengan Janda, itu akan mencoreng nama baik keluarga kita.. hiks hiks hiks"
"mah.. Risa Rasa mama cuma bimbang dan ga yakin.. mah, yakinkan hati mama... jangan pikirin dulu soal cemooh orang-orang mah, pikirkan hati kak Barry mah,, Risa yakin kalo kak Barry bahagia sama Tiara pasti ucapan orang-orang di kemudian akan patah begitu saja mah" Ucap Risa dengan tenang
"Cukup! mama tetap pada pendirian mama!" ucap Ibu Erna
"kamu keluar lah, mana mau istirahat" Sambung Ibu Erna sambil memalingkan wajahnya..
*******
Tanjung Lesung, Banten..
"meeting sama siapa sayang, kok di daerah pantai gini?" Ucap Tiara yang baru saja terbangun
"Meeting sama Wanita Cantik" ucap Barry terkekeh
Tiara membulatkan Matanya
"oh... kalo meetingnya di pinggir pantai bisa jadi dia pake bikini" kata Tiara ketus
"pengennya si gitu sayang, tapi ini bukan di Bali,,,, Ah harusnya tadi di bali aja yaa" ledek Barry yang semakin menjadi melihat mimik wajah Tiara yang sudah sangat Asam di pandang
"yaudah ayok, pasti banyak bule juga disana... kali aja jodoh aku bule bermata biru" Timpal Tiara yang tak mau kala...
Barry mencubit pipi tiara..
"aww" Tiara merespon karena rasa sakit
"makanya kalo ngomong itu di filter! sembarangan! aku bisa jadi psikopat mendadak kalo kamu khianatin aku!" Ucap Barry kesal
"yee kan kamu duluan!" kata tiara kesal
"kan yang nyebut cewek pake bikini kamu sayang! kata Barry terkekeh
Tiara memikirkan ulang, lalu ia tertawa malu dalam hatinya menyadari jika tiaralah yang memancing...
Barry Hanya terkekeh karena Barry tau kalau Tiara sudah menyadari ucapannya sebelumnya...
******
Perusahaan Atmaja
Syifa terlihat sangat tak bersemangat jika harus bertemu dengan Luna, semenjak Syifa tau niat dibalik kebaikan Luna hanyalah memanfaatkan Tiara dan dirinya, Syifa menganggap Luna adalah Seorang yang bermuka dua..
menjinikan jika harus berurusan dengan ular kepala dua...- Batin Syifa sambil melangkah dengan beratnya
Luna terlihat menatap PCnya di meja yang menghadap ke arah Pintu ruangan CEO...
sementara Syifa berdiri tepat di depan meja yang hanya berisi beberapa berkas karena itu selayaknya meja penerima tamu...
"Luna...."
Sapa Syifa lalu Luna menoleh ke arah Syifa
"Ini berkas yang Pak Barry minta, kamu sampaikan atau aku ke dalam?" kata Syifa dengan nada datar
"Tunggu deh, kok bukan Tiara yang anter?" Tanya Luna penasaran sambil menoleh ke arah ruangan Syifa
"Taro sini aja, Pak Barry ga masuk" ucap Luna
"gak masuk???" Kata Syifa menggulang
"apa Tiara dan Barry pergi bersama, tumben mereka gak masuk barengan.. awas kamu kalo bohong Ti..." Batin Syifa
"kenapa emang? kaget Pak Barry gak masuk, Tiara juga ga masuk ya?" kata Luna tersenyum sinis
"gak ada urusannya sama lo Lun" ucap Syifa memutar sedikit badannya dan hendak melangkah kembali ke ruangannya
"emang! tenang aja paling temen lo lagi ena ena ma Pak Barry" ucap Luna santai smabil merapihkan berkas tanpa menatap tubuh Syifa
Syifa merasa ini sebuah penghinaan, Syifa membalik tubuhnya kembali melangkahkan kakinya dua langkah hingga persis di depan meja Luna..
"Jelasin maksud omongan lo?" kata Syifa yang sudah sangat kesal
Luna tidak menyangka Syifa akan terpancing amarahnya, luna hanya diam seolah tak mendengar ucapan Syifa
Brakkkkk!
Syifa mengebrak meja sampai telapak tangannya sampai memerah...
"Jawab!" Bentak syifa
"heh nona! kenapa sewot? hah? ada yang salah kalo gue bilang temen lo lagi ena ena sama Pak Barry? wajar kan kalo seseorang laki-laki perempuan, pacaran pulak.. kalo gak ena ena rugi dong sekelas Bos Barry memacari bawahannya" Ucap Luna yang tak mau kalah itu
Plaaakkk!!!
Tamparan keras melayang di pipi Luna
Luna memegang pipinya yang sudah pasti memerah... tangan satu nya mengepal keras menahan emosinya...
"Dasar pikiran lo emang busuk, pikiran lo sangat kotor!!! Lo pikir lo gue gatau niat lo deketin Tiara? hah?"
Keributan itu mengundang Fardhan dan beberapa karyawan dari Divisi lain keluar, sangking besar kantor itu memang dalam satu lantai terdapat Ruang Petinggi juga 2 divisi yang sering berhubungan langsung dengan Barry...
"gue kotor? gue busuk? apa kabarnya elo dan temen lo itu? mendekati petinggi perusahaan demi uang!!!!" ucap Luna membuat beberapa karyawan menggeleng tak percaya..
"mulut lo bener-bener gabisa di jaga yaa" kata Syifa sambil melayangkan tangannya ke arah rambut Luna...
Dengan Cepat Luna mendorong meja nya dengan sekuat tenaga..
Bugh!
seketika Syifa terdorong dan terjatuh di lantai
"Akkhhhh"
" Syifa" Teriak Fardhan lalu menghampiri Syifa yang tengah meringis kesakitan
"Apa-Apaan ini hah?" Bentak Fardan ke arah Luna
Luna hanya terdiam, sambil tertunduk...
"Sakit" Rintih Syifa memegangi Pahanya
Mendengar keributan Anwar pun datang, namun ia mendapati Syifs sudsh tersungkur di lantai dan di sampingnya berada Fardhan...
"Syiff lo kenapa?" kata Anwar Sambil mendekat, Syifa ganya meringis kesakitan
Fardhan terlihat sangat marah...
"Kalian hanya menonton peristiwa memalukan ini? Hah? Sungguh kalian memalukan nama baik perusahaan ini"
Ucap Fardhan dengan tegas
"Saya Pastikan kalian semua mendapat SP!"
"Dan kamu Luna, Siapkan dirimu jika harus angkat kaki dari sini" Ucap Fardhan lalu ia kembali ke arah Syifa, menggendongnya ala Bridal ke arah ruangannya
"Anwar siapkan kotak P3k, Bawa ke ruangan saya" ucap Fardhan sambil berlalu begitu saja...
"baik pak" ucap Anwar lalu meninggalkan lokasi itu dengan tatapan mata sangat membunuh ke arah Luna
********
***********
pulang kerja, belom mandi langsung bikin ini hehehe..
semoga suka yaaa!! hihi
jangan Lupa, Like, komen and vote!
love❤