
Risa pulang membawa satu kantong makanan yang akan ia persembahkan untuk kakaknya...
Risa menuju ruang keluarga, sudah ada Tiara, Syifa juga Ibu Erna...
"Assalamualaikum..." sapa nya kemudian menyalami ibu Erna dan duduk di sebelah ibunya
"eh kenapa nii seneng banget" ledek Bu Erna
"lagi happy aja mah," kata Risa meregangkan pelukan itu...
"kakak iparrrrr" tegurnya pada Syifa lalu menghampiri Syifa
"aku kira kamu ga liat aku" kata Syifa terkekeh
"gak dong..."
"oh iya aku bawa ituu, kak Barry mana?" tegurnya pada Tiara
"Ada di belakang, itu apa emangnya!" Tanya Tiara penasara
"mochi" kata Risa bangkit
"tadi aku ke mall, ini mochi kesukaan aku eh inget kak Barry lagi ngidam yang kenyel-kenyel jadi aku beli aja banyak sekalian" kata Arisa mengeluarkan satu box ke meja dan membawa satu box lagi ke halaman belakang
"bentar aku ke belakang dulu" katanya
****
Risa berjalan santai, seklias ia melihat asap mengebul di balik pintu kaca rumah itu...
Risa membuka pintu itu perlahan,
"Tututp lagi nanti asapnya masuk" Titah Barry
Risa pun mengerti, ia meletakan bungkusan yang ia bawa di atas meja teras tersebut...
ia kemudian melihat ke arah saung besar...
"Kaaaakkkk" teriak Risa pada Fardhan membuat Fardhan membentangkan tangannya
"hiyaaa drama Korea haha, judulnya kakak yang ku rindukan" celetuk Roy
Risa menghampiri Fardhan, ke arah saung besar di sisi kolam renang, ia memeluk Fardhan erat lalu ia melihat sosok pria memakai kemeja kantor lusuh merebahkan diri membelakanginya...
"Siapa kak" kata Risa membuat Fardhan menoleh ke arah belakangnya
"Kevin... sstt tidur dia. biarin aja dari pada galau" kata Fardhan membuat Risa membulatkan matanya
Pasti gara-gara keputusan ku hari ini.. Yaa Allah kak, maafin Risa...
"Kenapa Ris?" tegur Fardhan yang melihat Risa menatap Kevin penuh arti
"Ah gapap kak, Risa mandi dulu yaa" kata Risa berlalu...
"Rissss" tegur Barry membuat Risa menoleh
"itu apa?" Tanya Barry ke kantung putih di atas meja besi
"oh itu, mochi.. Kaka mau yang kenyel-kenyel kan?" kata Risa terkekeh lalu ia masuk kedalam rumah menuju kamarnya
"apaan bar, lu mau yang kenyel-kenyel??" kata Roy sambil membalik iga yang tengah ia bakar
"kagak! Risa aja lu dengerin" kata Barry mengeles lalu ia menuju bungkusan mochi itu dan memakannya penuh nikmat...
Di kamar Risa...
Risa merendamkan tubuhnya di dalam air hangat di bathtub kamarnya..
Apa aku terlalu kejam pada kak Kevin?
apa kak Kevin SE setres itu karena aku menolaknya? aaaa aku harus gimana? disisi lain aku senang, aku bahagia hari ini karena aku dan Reza sudah saling jujur atas perasaan kita... tapi disisi lain, kak Kevin malah merana seperti itu...
Aku harus apa, harus gimana?!
Risa seolah merasa bersalah atas kegalauan yang menimpah Kevin, risapun memberanikan diri mengirim pesan singkat untuk Kevin usai ia menyelesaikan mandinya...
Kak keevvvv... kakak Marah sama Risa kah? jangan Galau nanti di ledek kak Roy... Besok sore kita ngobrol yuk kak di Cafe Tiara...
Dua Jam kemudian Kevin yang terbangun dari tidurnya menikmati keseruan teman-temannya bermain PS pun membuka ponselnya membaca pesan dari Risa..
Mana bisa Kaka marah sama Risa 🙂
gak galau cuma butuh waktu aja, Risa udah pulang ya?
hmm besok ga janji ya, mau Anter mama🙂
Risa yang masih menghubungkan telfon dengan Reza pun membaca pesan itu karena Risa menggunakan headset...
Sayang ko diem aja? Tegur Reza dari balik telfon
boleh lah.. yaudah see you.. i love you!
Love You Too...
**
Panggilan telfon tertutup.. Risa bergegas keluar kamarnya menemui Kevin, menurutnya ia benar-benar harus membuat Kevin tidak terpuruk dalam kesedihannya..
"Kak Kev, boleh ngobrol sebentar?" kata Risa membuat ke tiga orang di sekelilingnya menatap Risa dan Kevin bergantian
"Udeh Sono lu" kata Roy seolah memberi dorongan pada Kevin..
Kevin pun beranjak dari saung besar itu,
"bicara di ruang keluarga aja ka" Titah Risa karena kedua Kaka iparnya sudah berada di kamar, dan ibu Erna sudah tertidur
Mereka duduk berderetan namun berjarak...
"kak Kev kenapa lusuh banget? belum makan ya?". tanya Risa
buat apa kamu perhatian Ris, sakit!
"udah kok udah makan, namanya bangun tidur jadi klbegini keliatannya" kata Kevin berbohong
"apa Kaka kecewa sama Risa?" Tanya Risa sambil tertunduk
"kok marah si ris? aku hanya sedikit merasa kecewa, tapi yaa namanya hidup kan, kadang hati memilih tapi takdir berkata lain... " kata Kevin tersenyum
Risa meraih tangan Kevin...
"Kak, nanti disaat Kaka menemukan wanita yang Kaka sayang pasti Kaka akan tau bedanya, kasih sayang kak Kev ke Risa dan ke dia... Risa yakin kak Kev hanya menyayangi Risa sebagai adik kakak, tapi mungkin Kaka sedang merasa salah mengartikan perasaan ini... " kata Risa dengan tenang...
Kevin sedikit tersentak..
Apa aja ini hanya rasa yang berlebihan?
"Kak Kev, Kaka tetep kakak Risa, kita juga masih bisa jalan bareng, ngobrol, dan cerita bareng dengan batasan yang ada.. kak Kev percaya kan sama Risa kalo suatu saat akan ada wanita yang bikin jantung kak Kev berdetak dengan sangat kencang, membuat kak Kev cangung dan tersipu saat di puji.. kak Kev percaya kan? " kata Risa seolah menuntut jawaban
Kevin mengangguk sambil memandangi wajah Risa...
"kak Kev mau janjikan sama Risa ga kaya gini lagi??? Mandi makan, kak Kev jelek banget kaya gini, Risa ga yakin ada yang mau sama kak Kev kalo penampilan kakak kaya gembel gini" Kata Risa terkekeh sambil melepas genggamannya
"Dasar anak nakal" kata Kevin mencubit hidung Risa
Mereka tertawa kemudian...
Brrruuuuukk
"Awwww pingang guaaaaa"
Risa dan Kevin berdiri melangkah ke sumber suara..
di dapatnya tubuh Roy tengah tersungkur sementara Barry dan Fardhan telah terbangun dengan wajah kaku merek..
"Kalian ngintip?" Bentak Risa
"engga dek engga, nii dia doang nii" kata Fardhan menunjuk Roy di lantai
"Tau dek, kita mah lagi nge geame ya Dhan" kata Barry
"Dasar komplotan detektif KW," timpal Kevin
Roy bangun sambil memegang pinggang yang sakit itu..
"Bisa-bisa nya Lo berdua lempar batu sembunyi tangan" katanya Pada kedua Kaka beradik
"dia Ris ngajak ngintip, penasaran katanya si Kevin galau gara-gara lu bukan" kata Roy jujur
"Dasar kepo kalian, kalian semua sama, gak waras" kata Risa lalu ia menuju kamarnya
"yah ngambek dah Ade gue" kata Barry
"Makanya jangan suka kepo, gue balik.. mau mandi" kata Kevin dengan wajah sudah nampak aura semangatnya
"Di apain tuh dia sama Ade lu Ampe jadi semangat gitu" kata Roy
Barry melayangkan pukulan di lengan Roy..
"lu kan liat dia ga ngapa-ngapain, jangan ngada-ngada deh" kata Barry kesal
Roy hanya terkekeh ketakutan jika Barry sudah menaikan emosinya..
*****
cus like dulu, abis itu komen, baru vote deh hehe