
Makasih loh yang kemarin udah Vote, Like, Komen hehehe
******
"Bar gue udah dapat tiga kandidat Calon sekertaris, lo bisa pilih satu" Ucap Fardhan saat usai meeting di cafe Rumah sakit.
Saat ini Barry akan melakukan meeting di daerah Rumah Sakit atau bahkan di Cafe dalam Rumah Sakit...
"besok aku ke kantor... jam 8 sampai jam 9" ucap Barry
"sejam? mau ngantor apa numpang boker lo?" kata Fardhan kesal
"bodo" ucap Barry lalu berlalu meninggalkan Fardhan
"Dasar lo ganteng-ganteng srigala!" kata Fardhan kesal
**
"Barry...." terdengar suara yang memanggil Barry dari kejauhan, Hinga Barry dan Fardhan menoleh dari titik tumpu yang berbeda..
Reza...- Batin Barry
Yaa Setelah sekian Lama Reza Akhirnya datang menjenguk Tiara, biar bagaimana pun ia tak bisa sembaranagan cuti, karena ia baru saja di angkat menjadi seorang pilot...
"Barr...Sorry baru datang" kata Reza ter engah-engah namun sambil mengulurkan tanggannya untuk menjabat, lalu Barry menerimanya...
"Iya gapapa, Ayo ke atas ada Ayah dan Ibu" Kata Barry menuju Lift
Mereka melangkah memasuki lift, sementara Fardhan harus menyelesaikan pembayaran di kasir cafe tersebut...
**
"Kenapa bisa sampe begini Om, Tan" kata Reza lirih menatap wajah pucat Tiara
Barry, Dan kedua orang tua Tiara mencertiakan kejadian yang menimpah Tiara... Fardhan juga sudah ikut bergabung dan berkenalan dengan Reza...
Tak lama ketukan pintu terdengar, namun si pengetuk langsung saja masuk usai mengetuk pintu tiga kali...
Ternyata Ia adalah Syifa...
Syifa sebelumnya sudah datang, kemudian ia memutuskan membeli beberapa cemilan di supermarket rumah sakit...
"Loh sayang, kenapa banyak banget " kata Ibu Sulis melihat Syifa membawa dua kantong belanjaan
"hehe gapapa buu buat Stock, Biar Barry gemuk" Ledek Syifa tanpa menyadari ada Reza disana
merkea hanya terkekeh..
"Hoy Sipah" sapa seseorang dari samping tubuh Tiara
Syifa menoleh cepat seusai meletakkan belanjaan...
"kak Eza" Kata Syifa lalu melangkah menuju Reza
"Sombong nya Sipah ga ngeliat orang ganteng disini" Kata Reza
"bukan sombong kak eja tapi emang ga engeh, apa kabar?" Tanya Syifa
"Baik lah, yang belum baik yang disini" Ucap Reza menujuk bagian dadanya a.k.a Hatinya..
Dari sofa Fardhan menatap sinis, ternyata Syifa dan Reza terlihat sudah akrab..
Barry menyadari itu hanya terkekeh..
hemm Enak ngerasain cemburu ha? Dalam Hati Barry yang sesungguhnya ingin ia ucapkan persis di depan wajah Fardhan
Hari sudah cukup malam, Fardhan dan Syifa pamit karena besok ia harus bekerja..
Di Dalam mobil..
"kamu akrab banget sama Reza" Tanya Fardhan dingin
"Yaa begitulah, namanya kenal udah lama" Jawab Syifa apa adanya
"Suka?" Tanua Fardhan tiba-tiba membuat Syifa membulatkan matanya
"Cemburu??" celetuk Syifa namun Fardhan hanya diam
"Aku kenal kak Reza dari aku bersahabat sama Tiara di SMP, suka kebetulan saat aku main ada dia beberapa kali di rumah Tiara, makanya kenal" ucap Syifa
"maaf kalo kamu gak nyaman soal tadi" Ucap Syifa lirih
"Tapi aku bukan Tipe seorang wanita yang mudah melabuhkan hati sama siapa aja, kalo aku mau mungkin udah sejak lama aku deketin Kak Eza" Ucap Syifa
"maaf"kata Fardhan singkat
"hemm.. kalo kita udah komitmen, aku harap kita bisa menyikapi banyak hal dalam hubungan kita dengam bijak" Kata Syifa
"Iya sayang, aku minta maaf ya.." kata Fardhan menyadari kesalahannya..
gue bener-bener baru ni punya pacar banyak ngajarin gue...
"Iya... yaudah focus nyetirnya" Kata syifa karena sejak Tadi Fardhan menyetir pelan di bahu jalan kiri...
****
Ke Esokan Harinya
Di ruang rapat perusahaan Atmaja..
"ini ada pria? yakin pria mau jadi sekertaris?" Tanya Barry heran
"buktinya itu ada, dia awalnya jadi sekertaris di perusahaaan asing di Jogja, tapi karena study nya selesai disana jadi dia balik kesini begitu si penjelasan Bagaian BSDM" Kata Fardhan yang sebelumnya telah mennerima penjelasan dari pihak bsdm..
Barry mengangguk mengerti..
"panggil deh, di mulai dari yang laki ini" Kata Barry lalu salah satu staf yang mendampingi mereka memanggilnya untuk segera masuk..
"Assalamualaikummm... eehh ya Allah pak ganteng bener" ucap seorang pria sambil menyalami satu persatu...
iya Priaa tapi dia sedikit kemayu, membuat bulu kuduk Barry dan Fardhan berdiri...
Barry dan Fardhan mejawab salam dengan rasa tak percaya dengan sosok yang berada di depan nyaa..
Pria bertubuh tinggi, rambut klimis rapih dengan belahan tengah, memiliki jambang tipis namun sangat nampak karena wajah glowingnya, bibirnya pun mengkilap bak di oles minyak goreng..
Barry dan Fardhan saling menatap...
"Prasetya?" tanya Fardhan
"hehe betul Bos Beb, panggil saya Tya aja" kata Cowok berkemeja pink itu
Barry dan Fardhan menelan ludahnya karena merasa sangat jijik...
"menguasai berapa bahasa?" Tanya Fardhan lagi
"banyak Bos Beb, Indonesia, Inggris, malaysia, mandarin, jawa, sunda, bahasa gahol juga bisa" kata Prasetya dengan pede nya
"emmm saya rasa itu dulu yaa, nanti tunggu info yaa" ucap Fardhan merasa sudah sangat gelik
Begitu juga Barry
"segitu doank??? hmm oke bos beb, byeee" kata Prasetyo
Barry dan Fardhan menghela nafas lega..
"Lu gilak mau ngasih gue kucing garong kaya gitu??" kata Barry kesal
"ya mana ada yang tau lah kalo dia kaya lelehan lilin kaya gitu..."
"eh tapi bar.. kalo kita terima dia pasangan kita gak akan cemburu, dan kita juga gak perlu khawatir dia suka sama kita" ucap Fardhan dengan antusias
"gilak lo, lo ga liat badannya melintir-melintir gitu tadi... minta di lilit lu sama dia?" kata Barry mengangkat bahunya naik turun
"ihh amit-amit....Tapi gue tetep mau pilih dia" kata Fardhan
"ih gilak lo" kata Barry kesal
"Bukannya gue juga butuh sekertaris? gue juga mau nikah bentar lagi, " ucap Fardhan membuat Barry terkejut lalu membulatkan matanya menatap Fardhan
"Gue sama Syifa udah komit, tapi Syifa mau nunggu Tiara sadar buat ke jenjang yang serius, dia juga mau lo duluan sama Tiara" kata Fardhan
Barry tersenyum sambil menepuk bahu Fardhan
"Selamat.. selamat... Tapi gue pribadi gak masalah kok kalo kalian mau lebih dulu menikah, Tapi soal menunggu Tiara sadar buat kalian melangkah lebih gue setuju, Biar bagaimanapun Tiara shabatan sama Syifa udah lama banget" Kata Barry
"Iyaa gue juga faham... jadi deal yaa gue akan Tarik Prasetya buat jadi sekertaris gue. tuh lu masih ada empat, lu pilih deh" Ucap Fardhan santai...
"Yaudah lanjut deh" Ucap Barry lalu fardhan berjalan ke arah pintu membuka pintu lalu menganggukan kepalanya kepada salah satu staf,, seolah kode satu kandidat pun di persilakan masuk...
Tiga Puluh menit berjalan...
Barry telah memilih satu wanita tidak terlalu cantik, terlihat sangat sopan dan sudah memiliki 5 tahun pengalaman pekerjaan...
Ia Bernama Sarah...
Karena pengalaman yang pahit sebelumnya, Barry membuat surat perjanjian yang Barry kehendaki, contohnya saja tidak menanyakan apalagi masuk ke urusan Pribadi atasan..
Dengan penuh keyakinan dan merasa itu bukan hal yang merugikan Sarah, dengan yakin Sarah menandatngani nya di atas materai...
jika Sarah melakukan hal yang melangar , maka bersiap ia akan mendapat sanksi...
****************
Happy Weeknd guys!
yook jangan bocen-bocen buat kasih dukungan ke aku yah... hihii
**Hari ini Up 2-3 (bisa lebih)
Tapi besok aku ga janji bisa up lebih dari satu yaaa... sudah aku terawang besok kerjaan aku padat merayap banget 😥😥😢
Mohon pengertiannya yakk dan semangatnya tentu hehe
Sehat selalu yah Readers ❤💗**