
Apa benar kamu melupakan aku? melupakan rasa ini...
gak!! aku ga boleh kalah! Aku harus berusaha!
Dengan penuh emosi Barry masuk ke dalam Caffe yang tak begitu banyak pengunjung..
Barry menghampiri meja bundar tempat Tiara dan Alan berbincang..
"Ikut aku" Kata Barry mencekram pergelangan tangan Tiara..
"aww" pekik Tiara merasa nyeri di tangannya
"Lo jangan kasar" Kata Alan berdiri dari duduknya
"jangan ikut campur" Kata Barry
"Ayo ikut aku" kata Barry ada Tiara sambil menarik Tangan Tiara
"Barry lepas dulu" Kata Tiara berusaha melepas cengkraman itu..
menyadari Tiara yang kesakitan, Barry segera melepaskan nya
"Alan maaf atas keadan ini, bisa kita bicara lagi lain waktu?" Tanya Tiara merasa Tidak enak dengan Alan
"Gak masalah, nanti aku telfon! Aku permisi, jaga diri mu baik-baik dari pria yang sedang emosional" Ucap Alan kemudian pergi meninggalkan Barry dan Tiara
dengan cepat juga Tiara masuk kedalam ruangannya..
Barry pun mengekor...
Brak!!! Pintu di tutup Barry dengan Kasar membuat Tiara terssntak..
"apa yang kalian bicarakan?" Tanya Barry ketus
"Banyak" ucap Tiara singkat menahan tangisnya
"Termaksud perjodohan kalian? ha?" kata Barry semakin emosional
"tentu"
"ohh rupanya kamu menyetujuinya yaa?" Kata Barry melangkah maju mendekati Tiara
"apa urusan mu ha?" ucap Tiara yang sudah menahan tangisnya namun hasilnya ia tetap meneteskan air matanya
"Apa urusanku? apa kamu sadar akan ucapanmu? Haaaahhh???"
kata Barry membentak Tiars
hiks hiks hiks Tiara menangis tersedu
"jangan nangis, jawab!!!" bentak Barry
"Sakittttt sakit aku nahan semuanya!!! Tiga bulan aku nunggu kamu bangun, dan setelah kamu bangun kamu lupa sama aku. kamu hapus rasa kamu, aku tersiksaa Tiara aku tersiksaaaaaa!!" Kata Barry dengan nada yang meledak-ledak
"pergi" ucap tiara yang sudah gemetar
"aku mau sediri tolong kamu pergi" sambung Tiara
"oke! Aku pergi, Aku akan pergi selamanya!!!" Ucap Barry begitu emosional lalu pergi berlari keluar..
mendengar ucapan Barry tentu membuat pikiran Tiara jauh melayang, dengan Cepat Tiara berlari menyusul Barry, dengan pikiran cerdasnya Tiara juga masuk kedalam mobil yang baru Barry buka kuncinya...
"Keluar!!!" kata Barry kasar!!
Tiara menggeleng
"kamu yang ngusir aku, sekarang kamu keluar! aku akan ikutin semua mau mu!" Ucap Barry
Tiara semakin menangis..
Takut, kecewa pada dirinya sendiri juga rasa bingung pada dirinya sendiri....
Barry mulai luluh mendengar tangisan Tiara.. ia menghela nafasnya dengan agak kasar kala itu..
"kamu menerima perjodohan dengan Alan?" Tanya Barry pelan
Tiara menggelengkan kepalanya
"tapi aku juga gak bisa sama kamu bar..."Ucap Tiara dengan pelan
"kenapa? aku bisa bantu kamu ingat semuanya" kata Barry
Tiara masih tertunduk, ia tak mampu menjawab apapun karena keraguan hatinya...
Barry menyalahkan mobilnya melaju dengan kecepatan sedang, mereka masih diam membisu..
"Aku mau pulang" kata Tiara lirih
"Barry.... aku mau pulang" kata Tiara Lirih namun Barry masih diam, entah apa yang ia pikirkan saat itu
"Aku mau pulang!!!" Teriak Tiara sambil air matanya kembali Tumpah..
dengan segera BRry mengerem mobilnya membuat tubuh keduanya terhuyung kedepan..
"Apa semua harus berkhir?" Ucap Barry tanpa menatap Tiara
"jika itu terbaik" Ucap Tiara
"Aku gak mau mundur" Ucap Barry
"Aku gak mau melukai banyak hati nantinya" kata Tiars tertunduk, seketika pula Barry menatap Tiara
"siapa? Alan?" kata Barry sinis
"apa kamu tega melukai hati wanita yang menjagamu dari kamu masih berada di dalam kandungan?!" Ucap Tiara membuat Barry mengerutkan keningnya
"Maksud mu, mama?" ucap Barry
Tiara Tertunduk...
"mama tau aku Janda, mama gak bisa menerima status buruku, hiks hiks, mama cuma mau yang terbaik untuk anaknya, aku mundur karena aku tau seberapa cinta mama sama kamu" Ucap Tiara sambil mebabgis tersedu
"Apa kamu mengingat semuanya?" Ucao Barry dengan sedikit rasa bahagia
Tiara mengangguk
"aku ingat, bahkan sangat jelas teringat ucapan mama yang ingin jika anaknya mendapatkan yang terbaik... " ucap Tiara..
Barry memeluk Tiara meski tubuh Tiara menghadap ke arah depan mobil manum cukup ngaman rasanya memeluk Tiara dari sisi mana pun...
"aku gak perduli, aku cuma mau kamu, dan aku senang kamu sudah ingat semuanya"
Tiara melepaskan pelukan tersebut...
"Maaf... aku lebih baik melupakan semua nya bar, aku ga mungkin menjalani hubungan tanpa restu" Ucap Tiara..
"Mama merestui kita" Ucap Barry
"beberaa hari lalu mama kerumahku, karena kedatangan mama aku ingat semua" Ucap Tiara tertunduk
Barry membulatkan matanya..
"apa yang wanita itu lakukan?" tanya Barry ketus
Tiara melirik Barry tajam...
"Dia Ibu mu! hargailah" Ucap Tiara sinis
"Bagaimana bisa seorang ibu menepiskan segala kebahagiaan anaknya, menghancurkan nya!" ucap Barry
"aku yang salah dengan statusku, kita hanya kesalahan bar" ucap Tiara
"mama sudah merestui kita, jauh dari kamu sadar, mama menyesal.. mama memang berkali kali meminta maaf.. Tapi melihat kamu koma, lupa dengan ingatan aku semakin kecewa dengan mama... Maaf" Ucap Barry menyadari pula kesalahannya
"aku mohon bertahan dalam hubungan ini, sayang" Kata Barry
"Aku gak tau harus bicara apa, aku takut salah bar... aku gak mau kecewain mama" ucap Tiara
"oke kita akan langsung tanya mama, kita kerumah sekarang" Kata Barry sambil melepas rem tangannya
"Barry aku gamau!!! aku belun siap" Kata Tiara
"Siap gak siap semua akan terjadi, aku juga ga siap kehilangan kamu" sambar Barry
"Barry aku mohon, tolong mengerti aku"
"mengertilah aku Barry, aku takut"
rengek Tiara
"Takut??? yaudah kamu mau kita nikah sekarang??" tantang Barry
"Pilihannya dua, ketemu mama atau aku nikahin kamu sekarang" Kata Barry
Tiara terbelatak dengan ucapan Barry, wajahnya memerah, namun jantungnya berdebar dengan sangat kencang...
yaa Allah, apalagi setelah iniii....
Batin Tiara....
********