Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Usaha Kevin


Hari pertunangan Risa dan Reza tiba..


Acara di gelar sangat mewah di sebuah hotel berbintang di Jakarta...


Acara ini sebenarnya sekaligus acara ulangtahun ini Erna, Namaun menginat acara puterinya lebih bersejarah maka ia meminta untuk menghapus prosesi tiup lilin untuknya..


Acara sepertinya sangat meriah, Ibu dan Ayah Tiara juga datang di acara tersebut..


Baby Al yang baru berusia satu bulan pun berada di kamar hotel bersama pengasuh juga satu pembantu rumah tangga mereka..


Tiara berdandan bagai seorang gadis, tubuhnya, wajahnya sama sekali tidak berubah, tak banyak yang menyangka jika ia baru saja melahirkan Puteri pertamanya..


"Males aku sebenrnya" celetuk Barry tak bersemangat


"Loh kenapa?"


Sahut Tiara penasaran


"itu liat sayang, semua memperhatikan kamu, kamu terlalu cantik malam ini" kata Barry dengan cemburunya


"Bangga dong kalo isterinya cantik, tandanya kamu pria yang beruntung bukan?????"Kata Tiara memegang kedua pipi suaminya..


"Aku aja yang beruntung, kamu enggak?" kata Barry memegang pinggul isterinya


"kata siapa?! Aku adalah perempuan paling beruntung di dunia ini, punya suami ganteng, bertanggungjawab, perhatian, kaya lagi" kata Tiara meledek..


"mulai matre ya?" Kata Barry mencolek hidung isterinya


"Boleh kan sesekali matre, tapi matrenya juga bingung mas mau minta apa?" kata Tiara terkekeh membuat suaminya juga ikut terkekehh


"Heh kalian, Ayo ke ballroom" kata Ibu Erna menggoda anak dan menantunya itu..


"iya mah" kata Tiara tersipu malu..


"Aku iri sama kakak ipar, semoga Reza bisa semanis kak Barry ya" bisik Risa pelan sambil berjalan beriringan


"bahkan dia lebih dari kakakmu, percayalah" kata Tiara balik berbisik


Acara inti akan segera di mulai..


semua keluarga dari dua belah pihak telah berkumpul di sebuah ballroom hotel megah..


Nuansa Melayu Sunda sangat kental pada acara tersebut, mengingat keluarga Reza merupakan keluarga Melayu Jawa yang tradisinya masih cukup kental, pakaian adat Malaysia pun ia kenakan sekeluarga, senada dengan pakaian keluarga Atmaja meski berbeda tema daerah...


Risa nampak cantik dengan sanggul kecil yang di hiasi beberapa bunga di kepalanya...


alis tebal hidung mancung serta senyum dari bibir tipisnya membuat Reza semakin tergila-gila dengan pesona Risa ...


Dari kejauhan Kevin yang juga menghadiri acara tersebut berusaha tegar di samping Roy ...


"kalo elu nii yang di situ" Tunjuk Roy ke arah Reza


"Pasti raut wajah Risa cemberut ga senyum gitu" ledek Roy membuat Kevin memicingkan matanya sinis ...


"Mas jangan kaya gitu" kata Sarah menahan Roy..


"Sono luh, eneg gue liat muka lu" kata Kevin mendorong bahu Roy


"Yaudah kita mau duduk disana ya.. awas jangan bengong entar kerasukan setan jomblo loh" ledek Roy sambil menjauh


Kevin pun memilih keluar ballroom tersebut, ia duduk di beberapa kursi yang tersedia di depan ballroom tersebut bersama beberapa security, mengingat pertunangan ini merupakan pertunangan kedua keluarga pengusaha tentu memerlukan pengawalan ketat, terlebih keluarga Reza merupakan salah satu keluarga pembisnis yang berimbang di antara dua negara..


Ting....


pintu lift terdengar berbunyi di sambung dengan Hantakan sepatu high heels yang semakin lama semakin mendekat....


"Alice....


"Kevin... ngapain di luar?" kata Alice yang baru saja tiba...


"hemm i.. itu acara udah mulai ga enak kalo masuk tiba-tiba nanti jadi pusat perhatian..." kata Kevin dengan alasannya


"Oh iya yaa.. aku telat juga yaa" kata Alice melihat jam di tangannya


"loh iya yaa bukan semalem kamu tidur di rumah Tante Erna?" Tanya Kevin


"Iyaa tapi tadi pagi aku ke kostan aku yang dulu, ngambil beberapa barang" kata Alice jujur


"Jadi udah gak tinggal di Jakarta lagi lice?" kata Kevin membuat Alice menggeleng kepalanya


"Mau di Bandung aja Vin, nemenin papah, kepergian mama udah cukup buat kita gak mau berpisah lagi.. Cuma papa yang aku punya Vin..."Kata Alice sedikit lirih


"Aku paham... hemm kita ke resto bawah yu, acara nya baru banget di mulai, kita bisa kesini pas acara makan-makan nya" kata Kevin membuat Alice menganggukan kepalanya...


****


"Vin.. sekali lagi makasih yaa waktu itu kamu udah repot-repot bantu aku, Anter ke Bandung juga jauh-jauh" Kata Alice dengan tulus, bahkan dengan berani Alice mantap Kevin lekat, membuat Kevin merasa tersipu, pandangan Alice mampu membuat Kevin berdebar jantungnya tak menentu..


"Iya sama-sama lice, posisinya aku juga lagi bisa , kenapa engga... yakan?" kata Kevin terkekeh membuat Alice tersenyum lepas


duh senyumnya... selama kenal Alice baru kali ini liat dia senyum se bahagia ini...


"kapan-kapan boleh ga aku main ke Bandung?" kata Kevin basa basi


uhuk uhuk


Alice tersedak juice buah stroberry yang baru ia minum...


"Pelan-pelan lice" kata Kevin tak enak hati seolah pertanyaanya membuat Alice tersedak


" sorry... kamu lucu, kota Bandung itu bukan punya aku Vin, kenapa harus izin segala" kata Alice membuat Kevin seolah mati kutu dengan jawaban Alice


"Iya yaa hehe, maksud aku itu ke rumah kamu lice" kata Kevin sedikit ragu


"oh boleh dong, Aku anak tunggal seneng banget kalo ada temen yang main kerumah" kata Alice jujur


ini anak polos apa kepolosan sih... Batin Kevin...


"Vin ... balik ke atas yu, aku ga enak sama tente Erna " kata Alice jujur


"oh iya ayok lice" kata Kevin sambil meninggalkan uang pecahan seratus ribu sua lembar di tabel makannya...


****


rumit guys.. rumit si Kevin sama si Alice..


hahaha sulit kita gabungin di novel ini, bakal pwaaaaanjang banget kayaknya hahaha