
Hari berganti..
Usai makan siang dirumah bersama, Tiara dan Ibu Erna bersiap menuju Mall, sebelumya mereka akan menjemput Bunda Syifa terlebih dahulu mengingat Bunda Syifa tidak dapat menyetir mobil..
Tiara menggunakan dress selutut dengan lengan Sabrina, memakan flatshoes serta tas selempang..
Tiara menunggu ibu mertuanya sambil duduk di ruang keluarga...
Tiara menerima panggilan video dari suaminya..
Apa mass...
Cantik banget sih, jadi worry..
Astagfirullah mas, aku pergi kan sama mama, sama Bunda juga..
iyaaa, tapi worry boleh dong..
Iya boleh..kamu udah sholat mas?
Udah sayang, kamu jangan capek-capek yaa .
iyaa sayang...
Eh mass, mama udah Siap, aku pergi dulu yaa
Iyaaa sayang, hati-hati yaa..
MAMAAAAA jagain isteri aku yaaa
(teriak bari hingga Ibu Erna mendengarnya
ponsel itu di arahkan ke wajah ibu Erna..
Bawel ya kamu, mama sama Tiara mau cari daur muda nanti -ledek Bu Erna
MAMAAAAA
HAHAHAHA
udah dulu yaa sayang...
Byeee , Assalamualaikum...
tuutuutt
"Dasar Barry , berlebihan sekali dia" kata Ibu Erna
"gatau tuh mah" kata Tiara merasa malu...
"Bi kami pergi yaa" Ucap Ibu Erna sedikit berteriak kepada bibi, meski di dekatnya ada Tari tengah mengelap guci-guci besar..
Tari hanya memandang kedua majikannya sinis, ia juga menguping pembicaraan Tiara dan Barry di telfon, tentu ia sangat sinis dan kesal mendengar kemesraan keduanya..
"Baik nyonya.. Hati-hati di jalan Nyonya, Non"
"iya makasih bii" jawab Tiara sopan..
"Sayang nanti kalo sudah sama bunda nya Syifa kita foto terus kirim ke Syifa dan Risa, biar mereka iri" Kata Ibu Erna sambil tersenyum senang
"mama ini, kalo mereka nyusul gimana?"
"nah itu tujuan mama haha kan seru shopping rame-rame, apalagi sama kalian, mama berasa ABG lagi" Kata Ibu Erna membuat Tiara menggelengkan kepalanya ...
****
Panas terik matahari menyinari kota Jakarta, Risa baru saja Tiba dari Bandung, ia baru saja mengikuti seminar dan Workshop di kota Bandung selama dua hari...
Risa masuk kedalam rumah dengan keadaan sangat lelah..
Risa hanya menggunakan kaos putih bergambar mickymouse dan celana jeans juga sandal jepit, rambutnya ia Cepol habis..
Ia merasa sangat lelah lantaran ia sedang datang bulan di tambah ia harus menyetir sendiri dari Bandung ke Jakarta..
Jalan macet dan kurang tidur serta telat makan membuat Mood nya semakin anjlok..
Risa membuka pintu dan masuk kedalam rumah..
Baru dua langkah ia berjalan dari balik pintu...
"hey siapa kamu?" Tanya Tari ketus melihat sosok Risa dengan pakaian santai dan sendal jepitnya
"hah? lu yang siapa?!" Tanya balik Risa dengan sewot mengingat dirinya sedang datang bulan juga kelelahan sehingga Moodnya benar-benar anjlok
"loh kamu yang siapa, masuk tanpa permisi, tanpa salam pula" Tambah Tari, tapi memang benar Risa masuk pun tanpa mengucap salam
"loh apa urusannya elo??" kata Risa benar-benae bad mood
"Lah malah ngotot! keluar deh keluar, jangan sembarang masuk kedalam rumah orang" Tambah Tari dengan tangan mengibas seolah mnegusir
"heh bodoh!! Lu pikir masuk ke rumah ini bisa sembarangan orang??? hah? Lo ga liat di depan ada satpam dua biji? kalo gue sembarangan masuk kesini kenapa mereka ga ngejar gue? narik gue keluar??!! "
Kata Risa dengan sangat kesal sambil mengulurkan tangannya menunjuk-nunjuk
"y terus anda siapa???" Tanya Tari ketus
"Gue?? Lo jangan jantungan kalo Lo tau siapa gue yaa??!"
"biiiiiii, biiibiiiii" teriak Risa dengan kencangnya
"Anak bibi ya Lo?" kata Tari dengan bodohnya
tak ingin menjawab karena Risa merasa sudah cukup emosinya memuncak
Bibi pun datang..
"iya non.." ucap bibi sedikit ketakutan, sementara Tari membulatkan matanya mendengar bibi memangil Risa dengan sebutan Non...
"Jelasin siapa saya di rumah ini sama ni orang dan suruh dia lihat dan perhatikan wajah saya di seluruh figura di rumah ini" Ucap Risa kesal lalu ia berjalan menuju kamarnya dengan kesal meninggalkan Tari dan Bibi yang terpaku di bibir pintu...
Bibi memandang Lekat Tari.. pekerjaannya yang tak beres, mulutnya yang gemar berkomentar dan selalu menganggap orang lain dibawahnya membantah membuat kesal Bibi, bukan malah meringankan bibi, Tari malah menambah beban pikiran bibi.
Dengan ketus Bibi menjelaskan siapa Risa, tentu membuat Tari sedikit ketakutan, mengingat perkataan bibi tentang Risa adalah adik kesayangan Barry dan Fardhan...