
Tiara tengah makan siang bersama Ibu Erna, ingin rasanya ia membawakan makan siang untuk Barry, namun lagi-lagi Barry melarangnya dengan alasan Tiara akan kelelahan nantinya..
Meski kesal namun ia yakin jika yang suaminya katakan adalah yang terbaik untuk dirinya...
"mau nambah sayang?" kata Ibu Erna
"nggak mah ini udah cukup" Kata Tiara kemudian ia mengambil pisau juga Apple
"mama mau Apple?!" Tanya Tiara
"nggak, mama jeruka aja" kata Ibu Erna mengambil satu jeruk
Saat itu Bel rumah berbunyi membuat Bibi berlarian membukakan pintu..
Tak lama kemudian Bibi masuk membawa tamu tersebut..
"Nyonya, Non..." kata Bibi membuat Bu Erna dan Tiara menoleh
"tari???" Ucap Tiara dengan rasa terkejutnya
"Siapa?" Tanya Bu Erna entah pada siapa di tuju
"Nyonya, katanya dia yang hendak bekerja disini, katanya disuruh den Barry" kata Bibi membuat Tiara makin terkejut, ibu Erna memperhatikan raut wajah menantunya itu nampak tak senang..
"Siang Nyonya, saya di Jemput dan katanya saya bisa bekerja disini membantu membereskan rumah" Ucap Tari pada Bu Erna, tanpa menyapa Tiara
"hemm! panggil Pak Barry, atau Den Barry.." Kata Ibu Erna dengan ketus
"udah ada pengalaman bekerja?" sambungnya
"udah Nyonya" jawab Tari merasa kikuk
"Bi Antar dia ke kamarnya, ajari dia tentang pekerjaan disini, dan makan jika belum makan siang" ucap Bu Erna pada Bibi
"Baik Nyonya.... Saya permisi Non, Nyonya" kata Bibi
"ayo" Ajak Bibi Pada Tari
usai Bibi dan Tari tak nampak dari pandangan...
"Apa Barry gak bilang kamu?" Tanya Ibu Erna pada Tiara
Tiara menggeleng
"mungkin mas Barry sibuk mah, jadi lupa" Kata Tiara berusaha berfikir positif
"dari mana dia kenal wanita itu? manggilnya pun Kak, sungguh tidak sopan"
Kata Ibu Erna dengan sisi sombongnya
"oh namanya Tari" Kata Ibu Erna di angguki Tiara sambil mengunyah Apple
"Yaudah kamu istirahat dulu sana, mama juga mau sholat dan istirahat" Kata Ibu Erna dengan ramah, ia tau ada raut kekecewaan di wajah menantunya itu
"iya mah" Jawab Tiara...
****
Usai melakukan ibadahnya, Tiara merebahkan badannya di atas kasur empuknya, wajahnya masih nampak kesal karena suaminya memperkerjakan Tari di rumah, padahal sangat jelas Tari tak bersikap menghargai Tiara...
Bagaimana bisa mas Barry membuat keputusan tanpa bertanya dulu? lagi pula kenapa harus disini kerjanya? kenapa ga di perusahaan aja? kenapa ga di kantor cabang?
ah kenapa jadi se posesif ini aku!
Tiara Tertidur hingga sore hari, sampai akhirnya ia memutuskan untuk berenang usai melakukan sholat Ashar nya..
"Non mau berenang yaa" Tanya Bibi dengan ramah karena melihat Tiara menggunakan pakaian renang yang masih terbilang sopan
"Iya Bi, Aku mau minta susu anget boleh Bi?" Tanya Tiara sopan
"boleh lah non, non ini lucu sekali" kata Bi terkekeh , membuat Tiara juga ikut tertawa
"Non berenang dulu aja nanti selesai berenang pasti udah tersedia sususnya" Sambung bibi
"oke biii, Mama masih di kamar ya?" Tanya Tiara
"oh Nyonya Barusan aja pergi non, katanya mau jenguk mamanya Non Alice" kata Bibi lalu di angguki oleh Tiara
Tiara pun berenang mengerjakan tubuhnya di dalam air ke kanan dan kekiri tepi kolam..
duh pantes aja den Barry tergila-gila sama non Tiara, body nya bagus, parasnya cantik, hatinya baik... Batin Bibi sambil membawa nampan berisi susu cokelat dan beberapa potong kue...
Saat Bibi balik badan menuju Dapur Tari tengah memperhatikan Tiara berenang sambil melipat tangannya di dada dengan wajah sinis nya
"Ngapain kamu?" Tanya Bibi
"gapap ngeliatin dia aja, enak banget idupnya makan tidur makan tidur" kata Tari sinis
mendengar ucapan itu membuat Bibi terbelatak matanya, pikirannya jadi negatif terhadap Tari..
"Astagfirullah, kamu ini pekerja! Non Tiara majikan wajar kalo dia begitu... lagi pula Suaminya sendiri yang minta buat Non Tiara ga kecapean, kamu harus sopan terhadapnya" kata Bibi kesal
"Halah dia sama aku ga jauh berbeda kan" kata Tari menjawab Asal lalu pergi dari hadapan Bibi..
" hah? dasar anak labil, apanya yang ga jauh berbeda? kalian bagai berlian dan batu bata pecah" Kata Bibi tanpa di dengar oleh Tari
Huh dia pasti bisa kaya karena terus mengandalkan suaminya.. dasar licik tuh manusia...- Batin Tari