
Malam Hari...
Barry dan Tiara sudah berbaring dibatas kasur namun keduanya sibuk memainkan ponsel masing-masinh..
Barry mengecek pekerjaan lewat emailnya, sementara Tiara sibuk melihat Video yang dikirim Risa..
Tiara menahan tawanya melihat suaminya dikerjai habis-habisan..
Ia tak ingin tertawa lepas, takut jika suaminya akan marah..
Tak lama Barry menoleh ke arah isterinya yang memungunginy..
"Sayaannggg" Kata Barry sambil mengusap pingung Tiara dengan satu tangannya
ah hampir selesai kenapa dia malah manggil.. Batin Tiara langsung mengunci ponselnya dan meletakan Headset yang terhubung dengan jaringan bluethoot...
"Ada apa?" Kata Tiara membalikan Tubuhnya
"Gak sopan membelakangi suami saat tidur" kata Barry masih menatap ponselnya
"Tidak sopan juga loh, sedsng berduaan sama isteri suami sibuk dengan ponselnya" Kata Tiara membuat Barry terkekeh lalu meletakkan ponselnya dsn mendekati Isterinya mengecup kening Tiara..
"Mulai posesif yaa" kata Barry senang
"gapapa dong posesif kan kamu suami aku" Kata Tiara dengan pede nya
"iyaaaa gapapa, malah aku senang asal tidak berlebihan" kata Barry mengajak Tiara merebahkan kepalanya di dalam peluknya..
"Barr.." kata Tiara sambil mengerakan jemariny Di atas dada Bidang Barry
"hemmmm" ucap Barey dengan mata terpejam menikmati jari lentik Isterinya yang sedang menari-nari di atas dada bidangnya
"Kenapa Vita hanya datang dan pergi, apa dia kecewa atas pernikahan kita?" Tanya Tiars membuat Barry membuka matanya
"Apa yang kamu pikirkan sayang.. Dia sahabatku, dia ga mungkin kecwa" ucap Barry
"Tapi.... hemm Tapi dia pernah bilang kalo dia menyukaimu" kata Tiara membuat Barrybsedikit tersentak..
Ada nyali juga dia berkata itu pada Tiara
"Wajar setiap orang memiliki rasa menyukai kan? tapi aku juga punya hak untuk mencintai sesuai hati" Kata Barry mengecup pucuk kepala kekasihnya..
"hemm iya iyaa.. Lalu bagaimana kabar berita soal kamu menikahi janda?" Tanya Tiara lagi-lagi membuat Barry tersetak
dia benar-benar menyerangku..
Batin Barry
"Aku telah melayangkan surat terbuka, intinya aku sudah mengatasi itu semua.. percayalah.. dan aku mohon jangan bahas ini lagi.. kamu kan masih perawan" kata Barry di akhiri dengan mencubit hidung mancung Isterinya
Tiara tersenyum tersipu malu..
"Terus kapan kita ke Raja Ampat?" Tanya Tiara antusias
"Lusa ya, besok aku harus memimpin rapat bersama para kolega meski tak lama tapi penerbangan ke Raja Ampat sedang di batasi jadi aku tidak mendapat tiketnya besok" Kata Barry jujur
"Tak apa kok, besok kan ibu mengundang kita makan malam disana"
"Iyaa aku ingat kok" Kata Barry tersenyum
"Hemm besok boleh ga aku ke makam Kak Adam..?" Tanya Tiara sedikit takut
"boleh, aku temenin setelah rapat ya" Ucap Barry
"Maksih sayang" ucap Tiara senang
"Makasih doang?" Kata Barry seolah menuntut
"lalu apalagi?" Tanya Tiara Tak Faham
"aku mau lagi" Rengek Barry
Mata Tiara membulat, jantungnya mulai berdebar..
Barry semakin mendekati Isterinya, dengan lembut Ia melakukan lagi aksi yang menurut banyak orang ini adalah syurganya dunia berumah tangga..
Tiara hanya pasrah melayani suaminya hingga pukul 1 dini hari..
sampai mereka kelelahan dan tertidur hingga fajar datang...
*****
Pagi Hari...
"Pagi Mah..." Sapa Tiara menggunakan rok plisket tutu selutut berwarna hitam, dengan baju Pink berlogo G yang di masukan kedalam rok..
"Eh sayang, sudah Rapih.." Kata Ibu Erna yang tengah membantu Bi Nah menyiapkan sarapan
Tiara ikut membantu juga kala itu..
"Sudah mah, mau ikut Barry ke Kantor abis itu mau ke makam Ka Adam" Kata Tiars jujur
"loh terus kapan Bulan madunya?" Kata Ibu Erna mengertukan keningnya
"Besok berangkat mah, oh iya mah.. Nanti malam aku makan dirumah Ibu Ya" Kata Tiara sambil membawa gelas ke meja makan
"Iya sayang. salam untuk Ibu Dan Ayahmu yaa" Kata Ibu Erna
****
"Pagi Tuan, Nyonya" Sapa Pria yang terlihat baru berusia 30 Tahunan
Tiara menatap Barry bingung..
"Pagi...."
"Sayang kenalin, dia supir baru ku.. sebenarnya supir kantor tapi aku tarik jadi supir pribadi..Namanya Jono" Kata Barry
"Hai.. aku Tiara" ucap Tiara dengan sopan
"Saya Jono Nyonya, Panggil saja Jon" Ucap Jono
Tiara hanya tersenyum lalu masuk kedalam mobil...
Tiba di Kantor, Tiara yang tampil sangat fresh itu di gandeng dengan Barry menuju ruangannya..
"Meeting jam berapa sayang?" Tanya Tiara sambil duduk di sofa
"Jam 9... ada apa?" Tanya Barry yang sedang melepas Jasnya
"gapapa, aku ke ruangan Syifa yaa, bete entar" Kata Tiara
"Mereka lagi kerja sayang, kamu bisa nonton Tv disini.. atau aku suruh Sarah nemenin kamu?" Kata Barry
Tiara menggeleng
"Aku sendiri aja" Kata Tiara pasrah lalu Barry membuka laptopnya, ia mulai fokus pada laptopnya...
Dua Jam berlalu, Tiara masih setia menunggu Barry selesai meeting..
Ia pun memutuskan keluar ruangan.. Menghampiri meja kedua sekertaris..
"Nyonya.. Butuh sesuatu?" Tanya Sarah berdiri
Tiara menghela nafasnya
"jangan pake Nyonya, panggil seperti biasa aja" Kata Tiara
"kalo Ibu Peri boleh kan?" Sambar Pras
Tiara menggeleng, Panggil aku Tiara.. Oke?" Kata Tiara dengan senyum penuh arti
Sarah dan Pras hanya mengangguk..
Tiara hendak melangkah menuju ruang Syifa namun langkahnya terhenti...
"Tiara Atmaja"
Tiara terhenti, lalu menepuk jidatny..
ia membalikan badannya..
"Hay Barry Atmaja" Kata Tiara tersenyum getir
"Masuk" Kata Barry kepada Isterinya beriringan dengan dirinya yang masuk kedalam ruangannya
"si Posesif" Kata Tiara berdecak kesal sambil melangkah kembali ke ruangan Barry..
Sarah dan Pras terkekeh melihat raut wajah kesal Tiara kala itu..
"Mulai Nakal hemm" Kata Barry mencubit hidung Tiara yang tengah duduk di pangkuan Barry
"Aku bosaaaaan" kata Tiara cemberut..
"Maaf... yaudah kita makan siang yu, lanjut ke makam adam, dan kerumah Ayah Ibu" Kata Barry
"Boleh dirubah ga rencana nya" Kata Tiara mencoba bernego
"Di rubah gimana?"
"ke makam, Ke mall makan siang, sekalian aku mau beli sesuatu terus lanjut ke rumah ayah Ibu" Kata Tiara dengan wajah sumringah
"boleh aja, tapi kasih cium dulu dongg" kata Barry mendekatkan wajahnya
Cup!
Tiara mengecup Pipi Barry
"Kok satu? ini. ini ,ini, dan. ini" Kata Barry menujuk seluruh bagian wajahnya
"ah banyak banget" kata Tiara kesal
"oh gamau yaa?" kata Barry cuek
"eehh iya mau mau.." kata Tiara sambul memutar bola matanya..
"😘 😘 😘 😘 😘"
"makasih sayangkuuu" Kata Barry kemudian ia mengecup kening Tiara
Tiara menatap Bahagia suaminya...
Mereka bergegas menghabiskan waktu seharian dengan jadwal yang sudah mereka sepakati bersama....