Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Luka Lama


Dua hari berlalu, Syifa masih berada di rumah sakit..


Namun Fardhan harus mengikuti meeting bersama sahabatnya mengenai usaha mereka, Makandari itu Fardhan terpaksa meninggalkan Syifa dengan Ibu mertuanya..


"Aku ga lama sayang, aku janji aku akan makan siang disini" kata Fardhan sambil menggenggam jemari sang isteri


"Kamu lebay deh, orang aku gapapa kok" kata Syifa yang Manahan malu terhadap bundanya


"tapi aku yang gak rela sayang" kata Fardhan lirih


"ih lebay, kalo ga rela yaudah kamu disini gausah ke proyek" kata Syifa kesal


"Tapi ini penting sayang membahas tahap selanjutnya" kata Fardhan lirih, bunda hanya tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya


"tau ah, kamu gak malu tuh di ketawain bunda?" kata Syifa sambil menujuk ke arah bunda dengan memoyongkan bibirnya


Fardhan menoleh menahan malunya


"Bunda biasa aja kok, wajar anak pertama emang gitu.. dulu bunda juga gitu, bahkan papa lebih romantis, tiap hari bunda di----"


"Stop bunnn" kata Syifa membuat Bunda menghentikan ucapannya


"Omongan bunda bisa mempengaruhi pikiran suami aku..." kata Syifa


"udah yank kamu sana berangkat, nanti malah telat dan makin lama balik kesini nya" kata Syifa yang sudah muak melihat drama berlebihan suaminya


"Yaudah pamit ya aku" Kata Fardhan pada Syifa


"Sayang.. papa kerja dulu ya sebentarrrrrrr aja, jagain mama yaa sayang, sehat-sehat di dalam sana... Muach" ucap Fardhan pada perut Syifa dan di akhiri mengecup perut rata itu


bunda terkekeh melihat aksi romantis berlebihan itu...


"Bun tinggal sebenar yaa, aku titip Syifa ya Bun" kata Fardhan sambil menyalami mertuanya


"pake di titip sama bundanya sendiiri, lucu kamu Dhan" Timpal Bunda pelan


***


Di kediaman Atmaja


Mas Barry dan Fardhan beber-bener serius akan ucapan mereka...


Tiara pun memilih kembali ke kamar nya, ia memilih mengecek perkembangan cafe juga salon yang benerapa hari sempat terbengkalai karena padatnya aktivitas ...


Tiara membuka laptopnya, ia melihat satu folder berjudul "Forever" jantung Tiara berdebar cukup kencang, hatinya seakan teriris dalam kepedihan...


Ia membuka folder tersebut, Yap..


hampir lima ratus foto berisi tentang dirinya juga Alm suaminya, Adam...


"Astagfirullah" Tiara merasakan sesak yang cukup menyakitkan...


Tiara menutup matanya, ia mengeringkan doa untuk Alm suaminya tersebut tanpa terasa air matanya membasahi pipinya saat ini ...


Kak adam... Aku sangat amaat mencintaimu..


Sejak pertama aku mengenal cinta, maka cinta itu adalah kamu..


tapi ternyata kamu hadir dengan kuasa yang lebih besar, kamu berikan aku pelajaran berharga dalam hidup ini,.. ilmu ikhlas dalam setiap kepemilikan pasti akan ada kehilangan...


Aku tidak pernah berkhianat kak .. cintamu abadi di hatiku di tempat yang telah terkunci rapat, dan Suamiku, Mas Barry dia juga memiliki tempat tersendiri di hatiku...


Semoga engkau tenang dalam terangnya amalan Sholeh mu...


Tiara menutup folder itu, dan mematikan laptop tersebut..


"Rasanya sakit sekali seolah mengupas luka lama yang tidak akan pernah bisa aku lupakan..." Kata Tiara pelan...


Tiara menghapus air matanya, ia berjalan ke arah meja riasnya.. ia melihat perubahan dirinya..Ia tersenyum sambil mengusap perutnya yang sudang membuncit itu ..


"Rencana Allah begitu indah... meski pahit, getir dan menyakitkan itu sudah aku rasakan..." ucapnya pada cermin


"Aku selalu berdoa akan indahnya kehidupan ku di dunia maupun kelak di akhirat, tapi ternyata di balik doa itu ada banyak cobaan dalam hidupku... Aku bersyukur ada di titik ini...."


"Disaat aku hendak menata ke indahan hidup bersama Almarhum, Allah mengambilnya dari diriku.... Allah gantikan dengan luka dan pelajaran hidup yang tidak pernah aku alami sebelumnya..... disaat aku takut memulai berumahtangga Allah hadirkan Sosok Barry, dan di Saat hatiku yakin, Aku harus merasakan sakit nya fisik dan batin demi meraih Restu mama... dan Kini kami bisa bersama, Barry yang kini menjadi suamiku.... dan lagi-lagi disaat aku sangat siap untuk hamil, mendambakan bayi dalam rahimku, Allah menundanya.... Namun disaat aku ikhlas akan semua itu, aku hanya pasrah atas pemberian-Nya, Allah berikan kebahagian tak ternilai atas kehamilanku .. Terimakasih yaa Allah"


"Aku yakin, Setiap cobaan yang Aku jalani secara Ikhlas maka akan Allah gantikan dengan semua yang begitu Indah...Aku Bersyukur... Terimakasih yaa Allah yaa Robbb"


**********