
Diam!! kita lagi kepergok dan kamu malah cengegesan???? nyebelin!" kata Tiara kesal
"kita kepergok karena kita punya hubungan yang baik sayang, bukan kepergok lagi bercumbu sama istri atau suami orang" Kata Barry
"tau ah..." kata Tiara kemudian memalingkan tubuhnya menghadap pintu yang siap ia buka...
"masuk" kata Tiara sambil tertunduk malu
Suara hentakan sepatu wanita terdengar begitu nyaring karena keheningan yang terjadi di sana...
"Maaf pak, saya kira bapak gak ada disini jadi saya main masuk aja mengingat tempat ini sudah saya booking" kata Andin sambil tertunduk ketakutan
"gapapa.. jadi apa kesimpulan kamu setelah melihat saya dan Tiara?" Kata Barry santai sambil duduk sementara Tiara dan Andin hanya berdiri sambil tertunduk
"Maaf pak saya gak Faham, saya Takut salah bicara" kata Andin
"katakan Saja Andin, kamu kenal Saya sudah 7 tahun bukan? kamu juga tau gimana saya sebelum saya ada di posisi ini... Jadi berkata lah sesuai hati" ucap Barry
"Apa... hemmm apaa Bapak dan Tiara Ber--- Berpacaran?" Kata Andin dengan Tubuh gemetar dan rasa Takut jika Barry marah.. Barry memang tidak menyukai kehidupan Pribadinya di usik oleh orang kantor..
Barry tertawa kecil membuat Tiara memicingkan matanya karena Andin sudah terlihat sangat ketakutan sambil memeluk laptop dan Berkas-berkas yang ia Bawa..
"Sayang, mau aku atau kamu yang bilang" kata Barry membuat Andin membulatkan matanya melihat ke Arah Tiara lalu ke arah Barry
Tiara menghela Nafasnya berusah lebih rilex, Tiara berjalan menghampiri Andin, memeluk tubuh Andin dari sisi samping lalu berbisik..
"Aku dan Pak Barry saling jatuh cinta, kita sepasang kekasih rahasia mba" kata Tiara membuat Andin membulatkan matanya membuka mulutnya membuat bibirnya berbentuk bulat bolong... Andin masih memikirkan, mencerna dan memahami ucapan Tiara yang sangat jelas ia dengar..
"Gimana Andin? kami cocok gaa?" Tanya Barry terkekeh
"Mba syok ya? maaf yaa" sambung Tiara sambil melepas pelukan itu.
"kalian beneran apa lagi ngerjain aku?" tanya Andin masih tak percaya
"apa adegan tadi harus saya ulang biar kamu yakin?" tanya Barry yang langsung mendapat Pukulan di lengannya dari Tiara dan Barry hanya meringis sambil mengusap lengan itu.
"hemm Mbak, aku sudah satu bulan berkomitmen sama Pak Barry, Maaf bahkan aku yang minta merahasiakan ini" Kata Tiara mencoba menjelaskan
"jadi.. saat dirumahku, saat kamu ke ruangan Pak Barry itu......"
"Iya saat dirumah kamu, saya cemburu banget denger cerita Syifa, nah kalo Tiara saya suruh keruangan saya yaa karena Pekerjaan di selipkan pacaran tentunya.." kata Barry terkekeh
Tiara hanya menggelengkan kepalanya setelah menepuk jidatnya sendiri...
"Yaa Tuhan, kalian bener-bener serapih ini menyimpan nya selama satu bulan? Bahkan kamu Tiara, Tadi kamu di perlakukan semena-mena sama Luna kamu diem aja?" Kata Andin mencoba menerka banyak hal yang sebenarnya ganjil namun tak dapat ia sadari bahkan ia curigai
"Apa? Luna semena-mena?" Tanya Barry dengan nada suara meninggi
"ahh sayang, Mba Andin berlebihan, Luna hanya mau mengantarkan langsung, bukan itu prosedurnya kan?" Kata Tiara mencoba berkilah
"Tapi dia merebut berkas itu secara kasar dari Tangan mu Tiara" Kata Andin yang juga sudah kesal dengan Luna setelah tau kalo Tiara kekasih Barry
"Akan aku beri perhitungan" Ucap Barry kesal
"please jangan, kita masih menutupi ini semua kan Barry, tolong jangan gegabah, kita butuh tenaganya" Ucap Tiara Lirih
"hemm aku akan liat kerjanya sama satu minggu, kalo sampai dia melakukan secuil kesalahan aku pecat" Kata Barry dengan wajah devil nya
"huh Terserahlah... aku harus kembali ke kantor ini sudah telat 25 menit" kata Tiara
"Aku Antar sampai kantor" kata Barry beranjak dari duduknya
"gak usah!! kamu mau meeting kan" cegah Tiara
"udah ada Andin"
"gak usah ih kasian mba Andin"
"Bodo"
"ih ngeselih, aku bilang gak mau ya gak mau" kata Tiara kesal
Andin pusing sendiri melihat perdebatan kedua manusia yang saling mencintai itu ...
"Anter sampe depan aja! kamu bisa liatin aku samoe aku ngilang gak keliatan" kata Tiara kesal
"hemm oke kalo gitu" kata Barry setuju
"mba aku balik kantor dulu yaa, Tolong Rahasiakan Hubungan aku dan Barry , biar aku dan Barry yang memberitahu sendiri" kata Tiara yang bertatapan dengan Andin
"iya Tiara, akan aku jaga rahasia ini" kata Andin tersenyum...
"ohh sudsh mulai posesif ya, Tapi gapapa si seneng aku juga" kata Barry dengan gaya sok Coolnya
"pedeeee!!!"
"Yaudah ya mbak, aku balik kantor dulu. sukses yaa" kata Tiara sambil meninggalakn ruangan makan itu
"makasihh...." ucap andin mengiringi kepergian Tiara dan Barry...
**********
Jam Pulang Kantor...
"mba aku duluan yaa" Kata Tiara ke meja Andin Dan ada Luna disnaa
"Tapi...." kata Andin melirik Ruangan Barry
Tiara tersenyum..
"Aku sudah tau Mba, nanti dia kerumah ku..Aku juga bawa mobil hari ini" Kata Tiara kepada Andin
"oh oke deh, Hati-hati yaa"
"Iya mba, Mba juga Hati-hati yaa"
"dia bilang sebentar lagi selesai" Kata Tiara berbisin pada Andin, Karena kepulangan Andin tergantung pada Barry selesai berbincang dengan Tamu
"hahha maksih anak cantik" Kata Andin
"Mari mba Luna, duluan yaa" Ucap Tiara menyapa Luna yang sejak tadi menperhatikannya sinis
Luna Hanya Terdiam dan malas menjawab Sapaan Tiara...
Usai Tiara pergi..
"Mba Andin, Itu tadi ngomongin siapa sama si cewek tadi" Kata Luna penasaran
"oh itu, tukang pahat Cinta" kata Andin santuy
"maksudnya mba?" tanya Luna semakin penasaran
"ah kepo kamu mah, aku males bahasnya"
celetuk Andin sambil merapihkan Berkasnya
"ih Mbak mah... oh iya, dia apa sudah lama bekerja disini? dia bawa mobil?"
"Hadeh pertanyaan kamu Norak deh Luna..." kata Andin mulai risih
"yaa kan aneh aja mba, kalo dia udah kaya ngapain kerja, Aku liat bajunya bagus, begitu juga tas dan sepatunya, kulitnya sangat mulus terawat, rambutnya penuh nutrisi gitu" Kata Luna membayangkan Tiara
"Namanya Tiara, Dia Baru Tiga sampai Empat bulan bekerja... itu mobil orang tuanya yang aku tau, dan dia anak seorang Pilot senior ternama di maskapainya" Kata Andin menjelaskan,
Andin Tidak pernah Berfikir macam-macam tentang Tiara, Bahkan ia sudah mendapati Tiara yang seperti ini sejak pertama kali Tiara bekerja...
"Wahh mantep juga, cocok di jadiin temen kayaknya" Ucap Luna tanpa ragu
"maksud kamu?" tanya Andin
"mba orang kaya gitu pasti kenalannya Tajir-tajir kali aja ada yang nyangkut satu" kata Luna tanpa rasa berdosa nya.
bisa kebakar tuh rambut elo kalo tau Tiara pacarnya Pak Barry...
"Jadi kamu kalo berteman mandang status?" Tanya Andin
"iya" jawabnya penuh percaya diri
"Terus apa Status kamu bisa mengimbangi" Timbal Andin yang merasa Sangat kesal, membuat Luna mati kutu dan tidak bisa berkata apa- apa lagi...
nah diem kan lo, dasar menyedihkan hidupnya terlalu banyak Obsesi Khayal! Batin Andin
"Menyedihkan" Kata Andin sambil berjalan menuju Toilet
elo yang menyedihkan!!!!! punya kerjaan cakep malah berhenti buat kawin, kalo lakinya kaya lah ini biasa aja.. hahha bodoh! Dalam Hati Luna..
*********
aku Libur yaa (WfH sih) Jadi bisa Up lebih dari satu!! Tapi jangan lupa dukungannya yaaa hihi
😍😍😍😙😙😙