Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Gara-Gara Amel Lagi


Perusahaan Atmaja...


Para pegawai sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing...


suasana kantor pun sama seperti biasanya.. Seperti biasa pula Tiara bertugas menghitung nominal yang di lakukan setiap kali terjadi kerjasama perusahaan...


"syiff kan mbak andin gak masuk, ini berkas gimana dong?" tanya Tiara sambil mengangkat berkas di tangannya


"ya kasih Bos atau Pak Fardan" kata Syifa sambil fokus menatap layar konputernya


"pak Fardan meeting, apa aku tunggu dia dateng aja ya?" kata Tiara meminya pendapat Syifa


"Anter aja ke Bos, Nanti dia ngamuk kalo kelamaan" Kata Anwar cepat menjawab pertanyaan Tiara...


"aaahhh males aku sebenarnya" kata Tiara sambil menghela nafasnya


"tapi pak Fardan kalo meeting di luar pasti selesainya abis makan siang.. Kelamaan lahh" kata Anwar yang tak ingin Team nya mendapat masalah


"iya antar aja Ti, aku lagi nangung nii.. Di tunggu bagian legal data ini" kata Syifa masih sibuk dengan tugas nya...


"hemmm baiklah, doakan aku yaa" kata Tiara berdiri sambil menarik Nafasnya kasar dan merapikan bajunya


"kaya mau ngelamar ujian aja Ti pake minta doa" ledek Anwar sambil terkekeh


"ketemu bos memang ujian hidup loh Pak Anwarrrrr!!!" kata Tiara dengan nada menggodanya...


Tiara melangkah menuju ruagan Barry, sedikit ada rasa takut dan canggung pastinya kala itu, hanya saja ini memang tak bisa ia hindari...


semoga dewi fortuna berpihak padamu Tiara...


Batin Tiara...


Tiara mengetuk pintu lalu terdengar Barry memintanya masuk...


"pagi pak... Saya mau menyerahkan hasil kerjasama dengan PT. Prakasa" kat Tiara sambil menyodorkan satu map berisi beberapa berkas.


"duduk biar saya koreksi" kata Barry


Tiara pun duduk...


kenapa harus duduk? berdiri juga kuat!


batin Tiara ...


Barry membaca berkas Tiara dengan teliti.. Selembar demi selembar...


Lama banget siiiihhh, kenapa juga gue harus di suruh nunggu disini..


"kamu lagi Happy ya" kata Barry tanpa menatap Tiara, namun pertanyaan itu pastinya di tujukan untuk Tiara


Tiara merasa kaget dengan pertanyaan barry kala itu...


"maksud bapak saya yang lagi happy?" tanya Tiara sedikit kebingungan


"kan disini manusia selain saya cuma kamu, jadi ya pertanyaan saya buat kamu" kata Barry ketus


"ohh.. mmmmm Saya selalu berusaha untuk happy pak" kata Tiara


Sial dia jutek banget! Maksudnya apa coba nanya kaya gitu... batin Tiara


"ohh begitu, yaa kamu bicara begitu mungkin karena kamu sudah nendapatkan pengganti kekasihmu" kata Barry sambil menutup berkas di tanggannya...


"maaf pak Barry seertinya Bapak sudah sangat lancang berbicara tentang hal pribadi saya... ini kantor jangan bawa masalah pribadi saya disini.... maaf Jika sudah selesai sayaa permisi kembali bekerja" kata Tiara berdiri dari duduknya...


"perbaiki" kata Barry melempar dokumen yang sebelumnya Tiara berikan


perbaiki??? apa yang salah? bahkan sejak tadi dia ga pegang pulpen buat koreksi!


"Baik" kata Tiara dengan cepat mengambil dokumen itu..


Lalu saat hendak keluar pintu tiba-tiba


barakkk


byurrrrr


"Astaga TIARAAA!!!" Kata Barry panik langsung menghampiri tiara yang sedang mengipas bagian perutnya dan menarik sedikit bajunya agar tidak menempek di area perut nya...


"AMEL!!!!! NGAPAIN KAMU DISINI, PERGI" Bentak Barry yang melihat sosom Amel bediri di ambang pintu tanpa rasa bersalah apalagi khawatir...


"hiks hikss perih, panas"kata Tiara mengeluh sambil menitihkan air mata...


"sayang aku tadi sengaja ambil alih membawakan kopi ini dari pada OB yang bawakan" Kata Amel dengan sikap menjijikannya...


Sementara Barri meraih bahu Tiara lalu mendudukannya di sofa.. Dengan refleks Barry mengangkat sedikit baju Tiara


"BARRY APA YANG KAMU LAKUKAN" Kata Amel kesal


"hiks hiks panas sekali" kata Tiara yang sudah menangis


"pak tolong panggilkan Syifa saja" kata Tiara menutupi perut mulusnya yang kini sudah memerah itu...


Barry bergerak ke arah meja kerjanya lalu menyambungkan telfonya ke bagian Syifa. Lalu memanggil security


Tak lama syifa datang melihat ada Amel sedang berdecak kesal, ada bercakan kopi di lantai, lalu terlihat Tiara setengah berbaring dengan baju yang sedikit terangkat sebagain perut...


"Astaga Tiaraa"


Kata Syifa menghampiri Tiara


"pak ada apa ini pak"


"Tiara tersiram kopi, entah sengaja atau tidak yang jelas jika kopi itu untuk saya maka sudah di pastikan airnya sangat panas bahkan baru mendidih" kata Barry masih sangat panik


"aku ga sengaja sayang, dia yang menabrakku" kata Amel dengan manja nya


"kamu jahat Amel, kamu berbohong!!!


posisi kita berjarak, bagaimana bisa kopi itu mendarat di perut ku" kata Tiara dalam isak tangisnya


"jangan kamu mengarang yang bukan-bukan!" kata Amel kesal


Barry sudah terlihat sangat marah kala itu...


Security pun datang


Syifa menutupi bagian perut Tiara dengan bantal sofa


"KALIAN SUDAH BOSAN BEKERJA DISINI? SAYA SUDAH PERINGATKAN WANITA INI JANGAN SAMPAI MENEMUI SAYA!!! JANGAN SAMPAI DIA MASUK KE DALAM KANTOR SAYA!!" bentak Barry pada dua Security


"maaf pak tadi berarti nona ini meyamar" kata Salah satu security..


"BAWA DIA PERGI DARI SINI" bentak Barry sambil menujuk Amel


"Barry sayang, kamu gak bisa bersikap gini sama aku" kata Amel sambil memegangi lengan Barry


"kalo kamu tidak mau dipaksa silakan keluar dan jangan pernah menampakan muka mu lagi" kata Barry sambil melepaskan tangan Amel yang menempel pada lengannya dengan sangat kasar...


Dengan kesal Amel keluar ruangan itu..


"pak lebih baik kita ke Rs, saya takut ini semakin melepuh, nanti bisa berbekas" kata Syifa...


"baik.. Tiara apa kamu bisa berjalan?" tanya Barry pada tiara


"bisa pak, lebih baik Syifa saja yang antar saya, saya gamau jadi gosip" kata Tiara


"persetan dengan gosip, karyawan mana yang siap saya pecat?" kata Barry berdecak kesal


"Syifa bawa Tiara ke mobil saya, saya duluan tunggu di basemnt" kata Barry kemudian melangkahkan kakinya keluar ruangan tanpa mendengar Jawaban Tiara atau pun Syifa...


****


***


**


*