Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Bandung


"Mas kamu yakin kita gak pakai supir?" kata Tiara kembali meyakinkan


"Enggak sayang, kan ada aku ada Fardhan, kamu, Risa ,Syifa juga bisa nyetir kenapa harus pakai supir?" kata Barry mengerutkan keningnya


"biar joni pada libur sayang" tambah Barry


"terus kita sekarang gimana nii? Risa Syifa belum kesini" kata Tiara bingung


"Kita mampir ke perusahaan dulu, Risa nanti nunggu disana sekalian taro mobil, Syifa ya nunggu di kantor sampai jam kantor selesai" kata Barry menjelaskan lalu di angguki oleh Tiara


***


pukul 17.00 Mereka berangkat menuju Bandung...


Fardhan menyetir mobil di dampingi oleh Barry, sementara Tiara dan ibu Erna duduk di bangku tengah, lalu Syifa dan Risa duduk di kursi belakang...


Pukul 21.30 Mereka tiba di sebuah hotel yang sebelumnya sudah mereka booking lewat aplikasi...


mereka kemudian berjalan mengekor petugas hotel...


"Risa Syifa dan mama yaa" kata Ibu Erna


"dan ku sendiri lagiiiiiiiii" kata Fardhan bermelodi


"hahaha malah ikan lagi" ledek Barry


"Sabar! kalo ga sabar nikah Ama kucing sana" kata Ibu Erna


membuat semuanya menertawakan Fardhan


"harusnya kita ber empat mah, nah mereka biar ber empat" usul Risa


"Setuju" celetuk Fardhan


"Gakkkkkkkkkkk!!!" kata Barry menggandeng isterinya


"lebay dah lebay" Ledek Risa


"bodo"


"Silakan Tuan, Nyonya, ini ketiga kamar yang di pesan" Kata Petugas hotel menunjuk tiga kamar yang dua berjejer dan satu berhadapan..


"Baik makasih mas" kata Ibu Erna...


***


"Mas, seberapa jauh makam papa dari sini?" Tanya Tiara sambil membereskan barang mereka


"hemm lima belas sampai dua puluh menit sayang, kenapa?"


"iya bisa kok, kamu ini sama Risa sama, pusing katanya kalo ga makan baso sekali seminggu" kata Barry menggelengkan kepalanya


"hettttsss aku sudah hampir dua bulan mas ga makan bakso, " kata Tiara menepis


"iyaa.. iyaa besok makan, dua mangkok juga boleh"


kata Barry terkekeh


"cih itu mah kamu" ledek Tiara


******


Pagi Hari, di makam...


"Tiara, Syifaa ... ini makam keluarga kami... ini makam papanya Barry, ini makam mama nya Fardhan dan papanya... itu di sisi sana ada nenek dan kakek, orang tuanya Papa Fardhan dan Barry... " Ucap Ibu Erna sambil menunjukan


Assalammualaikum papa, pah.. salam kenal, aku menantu papa, isteri dari laki-laki yang paling mencintai papa...


Naff baru bisa berkunjung, Insya Allah doaku selalu menyertai papa....


Tiara berjongkok di samping suaminya, hatinya berkata-kata, hingga bulir bening mengalir di pipinya, Risa juga Ibu Erna telah menitihkan air mata mereka...


setelah selesai mereka beralih ke makam kedua orang tua Fardhan yang berdampingan...


Fardhan yang terlihat tegar, nampak melemah di antara dua pusaran itu..


"mah, pah.. Adhan kesini bawa calon isteri Adhan, insya Allah dia satu untuk selamanya, semoga papa dan mama merestui kami" ucap Fardhan sambil mengusap nisan itu dengan tangannya


Syifa hanya diam namun dalam batinnya tentu terselip banyak kata.. Syifa hanya membantu mengusap bahu calon suaminya, Ia mengetahui rasa sedih pasti akan menyelimuti hati siapa saja yang di tinggal pergi selamanya...


mereka kemudian menabur bunga yang sebelumnya telah mereka beli..


Risa nampaknya merasa paling sedih kala itu, tangisnya terasa sangat menyesakkan dada.. bergantian Ibu Erna dan Barry memeluk Risa seraya menenangkan hatinya...


Usai menabur bunga dan mengirim doa, mereka kemudian pergi dari makam tersebut..


Syifa masih memandang Fardhan yang berselimut kesedihan..


Syifa meraih tangan Fardhan membuat Fardhan menoleh ke sisinya..


"Don't cry babby" kata Syifa pelan sambil mengusap pipi Fardhan


Fardhan Tersenyum mendapat perlakuan manis dari kekasihnya itu...


lalu berjalan mengekor yang lainnya...


******