
Barry dan Tiara merasa sangat cangung berada di situasi seperti ini..
Satu Atap Berdua...
Tiara di persilakan masuk ke kamar utama dimana lengkap tersedia kamar mandi di dalam nya, sementara Barry menempati kamar yang tidak ada kamar mandinya, kamarnya juga lebih kecil dari kamar yang Tiara tempati..
Usai Mandi Tiara menggunakan kaos putih bertuliskan Tanjung Lesung, sementara Barry memakai warna hitamnya..
"mau mie cup?" Tanya Tiara yang berada di balik mini bar dapur mungil
"nanti aja... tapi mau kopi" kata Barry
"iyaa, aku lagi masak airnya nih" Ucap Tiara sambil menakar kopi yang akan dimasukan di gelas
Barry sibuk dengan ponselnya, ia membaca semua email yang masuk, meski jaringan sangat lambat tapi Barry sabar membaca nya satu per satu...
BRAKKKKKK
terdengar suara yang mebgejutkan Barry dan Tiara..
Tiara berjalan cepat membawa kopi ke arah Barry...
"Sayang apa ya itu, takut" kata Tiara sambul berjalan cepat ke arah Barry
"Dari kamar kamu suaranya, aku cek" kata Barry melangkah perlahan ke arah kamar Tiara, Saat itu Tiara yang juga penasaran hanya mengekor saja sambil membawa kopi di tanggannya...
Di buka nya pintu kamar itu..kepala Barry menengok ke kanan dan kiri...
"huh" Barry menghela Nafas lalu membuka Pintu lebar-lebar
"ada Apa?" tanya Tiara yang enggan melihat
"hem.. lihat tuh (barry menujuk dengan telunjuknya) jendelanya pasti gak ke kunci jadi ketiup angin jadi bunyi" kata Barry sambil melangkah masuk dan Tiara mengekor...
Tiara dan Barry menuju jendela yang cukup besar dan lebar itu... Ternyata itu seperti balkon mini menghadap ke arah pantai..
terdapat dua kursi santai dan satu meja kecil...
"Wahh.. ini tembus pantai? pasti bagus banget kalo pagi" Kata Tiara kagum meski samar melihat laju ombak tapi ia bisa mendengar seruan ombak dan hempasan angin laut
"kita duduk diisni yu" Kata Tiara yang menikmati hempasan angin...
Merekapun duduk berdua menatap Pantai denan cahaya remang..
Barry mengambil beberapa cemilan yang tadi ia beli...
lalu mengambil selimut untuk Tiara agar bisa melindungi tajamnya angin laut malam hari..
"Pake, aku gamau kamu sakit" Kata Barry sambil melingkarkan Selimur di atas bahu Tiara
"makasih sayang" Ucap Tiara
Tiara menyender di Bahu Barry, satu tanggannya sudah berada di gengaman Barry...
"Sayang...." ucap Tiara
"yaaa"
"kalo kita tak berjodoh, bagaimana?" ucap Tiara, entah apa yang terbesit di pikiran nya..
"aku gak mau nikah sama orang lain" ucap Barry dengan ketus
"sstt ga boleh bilang gitu"
"yaa kamu kenapa ngomong kaya gitu... Apa kamu ga sayang ga cinta ya sama aku?" Tanya Barry
"Bohong kalo aku ga sayang dan cinta.. aku cuma takut kalo perasaan kita ini salah" Ucap Tiara
"gak ada yang salah" Ucap Barry
"Sayang...."
"yaaa" sahut Barry
"Apa mama kamu bisa nerima aku dengan status aku ini?" Ucap Tiara penuh rasa debar.
begitu juga Barry, hatinya terasa sakit mendengar ucapan Tiara yang membuat pikirannya kembali mengingat ucapan sang ibunda ya g jelas-jelas menentang hubungannya dengan Tiara
"Barry, kenapa diem? Apa kamu juga khawatir dengan apa yang aku khawatirkan?" ucap Tiara
"ah engga sayang, aku cuma menelaah ucapaan kamu aja... lagi juga mama keliatannya suka, sayang sama kamu.. mungkin mama cuma syok aja nanti kalo tau" ucap Barry sambil mengusap lembut kepala Tiara
"kalo syok pasti, Tapi kalo mama ga restui gimana? aku gak mau kita memaksakan kehendak Barr" Ucap Tiara
Tiara mengangkat kepalanya, memandang Wajah kekasihnya...
"kalo aku harus pergi dari hidup kamu, aku Ikhlas.. asal kamu, mama seneng" ucap Tiara
"aku gak suka kamu bicara begitu!" kata Barry
Tiara hanya tersenyum tak tau lagi apa yang dapat ia katakan lagi...
"jangan pernah menyerah, aku udah yakin sama kamu, aku memang bukan pria yang pertama kali punya kekasih, tapi aku berani bersumpah, Rasa Berdebar ini baru sekali aku rasakan sama kamu...." Ucap Barry sambil menatap Tiara, lama kelamaan tatapan itu seolah melemahkan Tiara, Barry mendekatkan wajahnya dengan wajah Tiara, ia mulai menempelkan Bibirnya ke bibir pinky Tiara... Barry menciumnya lembut, sangat lembut hingga membuat Tiara terbuai dan membalas ciuman itu dengan lembut...
Hanya sebatas itu, Barry bukan Pria yang mengambil kesempatan dalam situasi yang memungkinkan..
Mereka menikmati dingin nya malam berdua hingga malam dingin itu terasa sangat hangat...
"Kamu tidur disini ya?" Pinta Tiara
"Sayang kita belum halal" Ucap Barry
"Aku tau, aku juga tau batasan. tapi gatau kenapa aku mau tidur sama kamu, kita gak akan melakukan apapun kan?!" Ucap Tiara membuat Barry sedikit aneh namun senang bisa menatap wajah Tiara semalaman penuh..
"oke, aku janji kok gak akan lakukan apapun... Tapi peluk boleh ya sayang" kata Barry bermanja
"hih dasar genit" kata Tiara lalu melangkah masuk ke dalam ruang tidur mengingat sudah pukul 01.00 dini hari...
Barry hanya terkekeh melihat reaksi Tiara kala itu...
****
Pagi Hari...
"Good Morning sayang" Kata Barry yang sudah lebih dulu terbangun, menatap wajah Tiara yang sedang mengulet..
"Pagi sayang" Balas Tiara memandang Barry dengan Senyuman
aku seperti djavu, seperti detik-detik sebelum kak Adam pergi... yaa Tuhan kenapa sangat sulit hidup ini tanpa aku kaitkan dengan sosok Kak Adam...
"kok bengong? Terpesona liat aku?" Kata Barry meledek
"Iya kamu ganteng" Ucap Tiara terkekeh
Cup!
Barry mengecup kening Tiara.. Tiara hanya tersenyum..
"kamu juga cantik" Kata Baary membuat toara tersipu malu
"Kita gak kerja lagi ya?" Kata Tiars mengingat tangung jawabnya
"kata bos kamu, kamu ga jerja gapapa kok, gaji tetap fulllll" kata Barry terkekeh
"Huh, bos aneh! kita mandi yu, abis itu sarapa.... aku laper" kata Tiara
"hehe mau makan apa? biar aku pesan kita makan disini" Kata Barry
"apa saja, yaudah ayo bangkit kamu keluar aku mau mandi" Kata Tiara yang sudah bangun dari posisi rebahannya
"iya iyaaa"
Barry bergegas bangun dan meninggalkan kamar Tiara..
Tiara membuka jendelanya, menghidup dalam udara yang begitu segar dan sejuk...
Kak.. Kak Adam aku harap kakak bahagia melihat aku bahagia bersama Barry, maaf aku menduakan hati ini..... dia pandai mencuri kak, tapi entah kenapa aku bahagia saat ini, meski aku merasa akan berat memperjuangkan kebersamaan dengan nya...
Kak... aku ingin sekali bertemu kamu, berbincang banyak hal, menatap mata indah mu.. aku rindu... rinduu sekali....
*
*
*
*
HAYOOOOO,,,,
Mana nih Like, Komen dan Vote nya hehee
komen yang banyak biar author seneng hahahaha