Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS 2 - Perpisahan


"Ada Barry?" tanya seorang wanita bertubuh tinggi ramping, berpakaian sexy dan harum mewangi..


"Pak Barry lagi meeting Bu sama pak Fardhan di ruangannya... maaf ibu siapa dan ada perlu apa ya Buuu?" Tanya Pras sopan


"Meeting sama Kevin dan Roy?". Tanya wanita itu lagi


"iya Bu benar..." kata Pras membuat wanita itu berjalan sigap ke arah ruangan Fardhan


"eh Bu tunggu buu" kata Pras sambil mengekor


Wanita itu Vita...


Vita membuka pintu ruangan Fardhan dengan sedikit kasar ...


"Vitaaaa" kata Roy,


"Vit..." kata Kevin


"Maaf pak dia nyelonong masuk" kata Pras sedikit takut dan gugup


"gapapa, tinggal aja Pras" kata Fardhan membuat Pras meninggalkan ruangan itu sambil menutupnya karena Vita telah melangkah maju ke tengah ruangan...


*


"Kalian jahat!!! elo Vin.. Lo ngabarin gue mau nikah pagi sebelum lu menikah, elu Roy, lu lamaran aja ga bilang ke gue, kenapa si kalian? kalian lupa sama gue? hah???" tanya Vita kesal, terlihat jelas Vita menahan tangisnya


"gak gitu Vit, kita kan tau nya lonlagi ada kerjaan di luar.. lagian pernikahan gue emang mendadak VIT...." kata Kevin


"Kenapa si kalian ngejauhin gue? karena isterinya Barry ga suka sama gue? hah?"


"Eh tunggu Vit, kok ngomongnya agak ngelantur yaa.. atas dasar apa Lo bilang isteri gue ga suka sama Lo?" kata Barry kesal


"atas dasar sikap dia ke gue, atas dasar sikap kalian ke gue"


"Lo salah Vit, isteri gue selalu nanyain Lo, kemana Lo, gimana Lo , tapi dari awal kita semua juga tau kok gimana Lo memandang isteri gue" kata Barry santai karena tau apa yang terjadi antara Vita dan Tiara ...


"Vit Lo tenang dulu deh, kita bisa selesaikan salah faham ini loh" kata Roy mencoba menenangkan Vita


"Lo juga Roy, kita di Semarang sama-sama kenapa pas disini Lo jauhin gue, lo lupa sama gue? hah?" kata Vita pada Roy


"Vit.. ada insiden yang bikin gue harus segera melamar Sarah, dan semua juga syok tau-tau gue melamar Sarah... sama halnya sama Kevin, dia nikah bahkan kita baru tau satu hari dia mau nikah vit..." kata Roy menjelaskan, Roy memang satu-satunya sahabat yang paling benci dengan salah paham, untuk banyak hal Roy selalu menggunakan banyak cara untuk menuntasi permasalahannya di dalam ikatan persahabatan mereka...


"gue salah gue akui, gue minta maaf... tapi gue juga emang niat ngasih tau kalian mendadak, ga cuma ke Lo vit, ke yang lain juga sama" kata Kevin menjelaskan


"kita semua salah faham, udah VIT tenangin diri Lo, kita semua minta maaf" kata Fardhan menghela nafasnya


"Gue mau kita hangout" kata Vita seolah meminta waktu teman-temannya


"Hangout kemana? kapan?" Tanya Roy kegirangan


"Malam ini... " kata Vita dingin


"gue belum bilang isteri gue..." kata Barry


"Iya gue juga gabisa kayaknya, kasian bini gue" kata Fardhan


"Nah isteri gue lagi ga enak badan" kata Kevin


Sebenrnya gue juga mau nolak, Sarah pasti ga seneng gue mulai hangout gitu lagi... Batin Roy


"Terus Roy, Lo perlu izin cewek Lo?" kata Sarah ketus


"sebenernya gue hari ini mau ketemu vendor wedding gue VIT..." kata Roy mencari alasan


"ngopi sore???" kata Vita membuat tiga lelaki itu saling pandang....


"oke tapi gue gak bisa lama" kata Fardhan lebih baik berkata yaa dari pada Vita akan marah


"iya gue juga"


"Sama gue juga" sahut Kevin


"oke jam dua gue tunggu di Caffe Ext" kata Vita kemudian ia berjalan keluar tanpa mendapatkan jawaban apapun dari ketiga pria itu...


Secara terpaksa mereka menuruti kemauan vita... merekapun sibuk mengatur ulang jadwal yang sudah tersusun rapih.. bahkan rencana mereka menyambangi proyek mereka pun harus mereka pending sementara...


***


Vita telah tiba di cafe lebih dulu, di susul dengan ke empat sekawan yang datang berbarengan karena mereka melakukan lunch bersama di sambi dengan pembahasan proyek mereka...


"Lama" kata Vita dengan wajah cemberutnya..


"macet vit, kayak gatau Jakarta aja" kata Kevin sedikit kesal


Barry dan Fardhan memilih duduk berdampingan di sisi Kevin, Barry sadar hubungan Vita dan isterinya tak nampak baik, meski itu di buat oleh Vita yang memandang Tiara sebelah mata, namun Barry hanya berusaha menjaga perasaan isterinya..


Perbincangan mereka sudah mulai.. mereka membahas segala hal, mulai dari mengulas masa lalu mereka hingga cerita lucu yang pernah mereka lakukan bersama...


"Vit, Lo stay disini kan? Minggu depan gue nikah, ga mungkin kan Lo ga Dateng" kata Roy


Vita hanya tersenyum..


"mungkin aja....kenapa ga mungkin" kata Vita sambil menyunggingkan senyum


"Ah Lo mah, serius gue VIT" kata Roy sementara tiga pria lain sibuk menyimak Roy dan Vita yang tengah berbincang


"Serius, gue gak bisa hadir... gue mau pergi" kata Vita sambil mengaduk ice coffe miliknya


"pergi kemana si, sok sibuk males" kata Roy kesal


"Gue ada kerjaan yang bagus di Sidney.. besok gue terbang kesana, sengaja gue ambil penerbangan dari sini supaya bisa ketemu kalian orang yang hampir melupakan gue" kata Vita sedikit menahan haru nya


"Vit Lo jangan bercanda.... " kata Kevin


"emang muka gue keliatann bercanda?" kata Vita sambil membuka ponselnya


"see... itu tiket gue" kata Vita memperlihatkan e-tiket kepada teman-teman nya


"Lo lama disana?" Tanya Fardhan menatap Vita


"gak lah.. satu atau dua tahun cukup lah" kata Vita santai


"Buset... lama itu mah VIT" kata Roy


"Kapan kawin nya Lo" ledek Kevin


"Level gue bule, jadi gue cari bule kaya disana" kata Vita jujur membuat temannya tertawa


Merekapun akhirnya melepas tawa canda kala itu, seperti tidak ada perbedaan saat mereka masih muda.. ada raut kesedihan dari Vita menatap Barry, pria yang ia anggap lebih dari seorang sahabat, namun ia harus berfikir realistis dalam hidup, prinsip hidupnya juga kuat, ia tidak akan mengambil hak yang bukan hak nya...


***


Like komen Vote..


mendekati end sesungguhnya ❤️😘😘