Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - Kecurigaan Risa


Barry Tiba di rumahnya sudah hampir tengah malam, rasanya sangat lelah meski hanya menempuh perjalanan dua jam saja..


Barry membanting tubuhnya di atas kasur, hanya butuh sekejap Barry mampu membawa dirinya terlelap dalam tidurnya..


Jangankan untuk memberi kabar pada Tiara, untuk mengganti pakaianya pun tak ia lakukan karena lelahnya perjalanan...


Pagi Hari.. Di meja makan..


"Kamu pulang jam berapa semalam?" Tanya Ibu Erna pada Barry yang baru saja Bergabung di meja makan...


"Jam 11.40 mah" Ucap Barry sambil mengolesi rotinya denga butter


"hemm.. Barry kapan kamu mau melamar Tiara?" kata Ibu Erna mengagetkan seisi penghuni meja makan itu


"Mah..." Kata Barry yang ingin mengatakan sesuatu namun ada rasa ingin menahan ucapan itu


"Mama mau punya menantu segera Barry.. mama sudah sayang sama Tiara, mama udah cocok" Ucap Ibu Erna menatap Barry dengan serius, sementara Risa dan Fardhan hanya menatap Barry penug ketegangan..


"hemm nanti Barry bicarakan ya mah sama Tiara, Barry takut ini terlalu cepat mah" Ucap Barry dengan hati-hati


"hemm mama tunggu kabar baiknya ya sayang, pernikahan kamu tentu menentukan juga kapan Kedua adikmu akan menikah, jadi jangan lama-lama yaaa" kata Ibu Erna dengan rasa bahagianya


Barry, Fardhan dan Risa hanya terdiam.. mereka memang berada di posisi yang sulit karena harus memendam rahasia besar yang sebenarnya Ibu Erna sendiri harus mengetahuinya..


"kenapa kalian pada diem si?" tegur Ibu Erna melihat ketiga anaknya seolah kaku dan membisu


"gapap mah" ucap Risa sementara Barry dan Fardhan hanya diam tertunduk menatap piring masing-masing


sepertinya ada yang mereka Tutupi...


Tapi apa?- Batin Ibu Erna


**********


"saya butuh siang atau sore ini!!!" Ucap seorang Ibu Paruh Baya dalam sambubgan Telfon..


----


Tiba di Kantor Barry masih sangat bingung dengan permintaan Ibunya.. Ia sungguh sangat ingin menikahi Tiara, namun apa Ibu Erna mampu menerima status Tiara yang hanya seorang Janda... Lagi pula Tiara meminta waktu untuk menghabiskan Tahun ini terlebih dahulu...


Barry mengirim pesan pada kekasihnya agar dapat datang keruangannya, selain rindu Barry juga bertekat untuk membicarakan permintaan ibunya ini dengan Tiara...


Tiara masuk ke ruangan Barry setelah di persilakan..


Dengan cepat Barry memeluk Tiara..


"Aku kangennnnnn" Kata Barry sambil mengencangkan pelukan itu


"serius? kenapa semalam ga ngabarin?!" Kata Tiara agak sedikit kesal


"Maaf sayang, aku ketiduran..


ngantuk banget.. tidur aja masih pake pakaian kantor" Kata Barry melepas pelukan itu lalu menatap Tiara


"ooohh kirain udah lupa" kata Tiara cuek lalu berjalan ke arah sofa lalu ia duduk santai


"Lupa? mana mungkin sayang.." Kata Barry menghampiri Tiara duduk di sebelahnya


Barry meraih satu tangan Tiara...Lalu menoleh menatap Tiara...


"Ada apa?" Tanya Tiara yang melihat Barry tak seperti biasanya


cups!


"aku cuma rindu sayang" Kata Barry setelah mengecup pungung tangan Tiara


"Jangan bohong, bukan kita menyepakati akan mengutamakan kejujuran dalam hubungan ini?" Kata Tiara menatap Barry serius


"hmmmm iya maaf.. aku mau jujur tapi tolong sikapi dengan Bijak" Pinta Barry yang tak henti mengusap pungung tangan Tiara


"Tentu...." ucap Tiara dengan jantung yang sedikit berdebar..


"Sayang, mama minta aku segera melamarmu , mama mau kamu menjadi menantu nya" Ucap Barry dengan nada sangat lembuh dan terdengar penuh hati-hati ..


Tiara Terdiam... dan kemudian tertunduk...


jika aku berkomitmen dari awal menerima Barry, bukan hal ini tentu akan membuatku bahagia? ya! aku bahagia tapi....


" Boleh aku tanya sesuatu?" Tanya Tiara menatap Barry, lalu Barry mengangguk


"Mama... hemm mama tau Statusku?" tanya Tiara dengan sedikit terbata-bata


Barry sudah yakin jika Tiara menanyakan hal ini dengan nya...


"Mama belum tau sayang, aku bisa menjelaskannya jika kamu sudah siap" Ucap Barry dengan penuh ketulusan, membuat Toara seperti orsng bodoh jika menolak Barry untuk menikah..


Tiara diam sejenak, ia mencoba memejamkan matanya, menarik nafasnya dalam lalu membuangnya bersama segala keraguan di hatinya...


"Aku siap mama tau tentang status aku, apapun respon mama itu aku akan mencoba bertahan, tapi jika sudah sekuat mungkin aku bertahan namun Takdir berkata lain, Maka aku siap mundur" Ucap Tiara Lirih


ucapan itu membuat Barry bahagia, tapi disisi lain Barry memeiliki sedikit kecemasan akan respon Ibunya..


Namun mendengar kata "bertahan" dari Tiara tentu membuat Barry semakin yakin dengan Tiara...


"Baiklah.. bagaimana malam ini kamu makan malam dirumahku?" pinta Barry


"Maaf gak bisa malam ini sayang, aku harus ke caffe dan jemput ibu di salon" kata Tiara tersenyum tak ingin membuat Barry kecewa


"hemm bagaimana besok?" Kata Tiara


"Oke besok! aku gak sabar sayang mau nikah sama kamu" ucap Barry membuat Tiara bergidik...


"sstt itu masih panjang prosesnya.. sekarang aku mau kemabali bekerja" kata Tiara sambil mabngkit dari duduknya


"aku masih kangen sayang" ucap Barry tak rela Tiara pergi meninggalkannya


"nanti makan siang bareng ya" Ucap Tiara sebelum membuka pintu


Barry hanya memberi senyuman bahagianya


********


Di sebuah restoran...


"apa Janda?"


"Iya Nyonya... ini semua saya jamin akan kebenarannya, Bahkan mertua nona Ini seorang Jendral terpandang di kota ini"


sesak! sangat sesak dada ini menerima kenyataan yang sama sekali tidak terbesit di fikiranku.. Astaga Tiara, kenapa kamu mengecewakan ku dengan statusmu? apa kamu juga membohongi anakku?!


"Nyonya........ Ini informasi selanjutanya" Kata Seorang pria memberikan secarcik kertas


"bacakan saja" ucap Ibu Erna memegang dadanya


"dia Janda satu hari nyonya, satu hari setelah pernikahan suaminya bernama Muhammad Adam meninggal karena kecelakaan mobil, dan beliau meninggal di tempat... Keluarga beliau memberikan seluruh milik Adam pada gadis ini Nyonya, rumah, deposito, tabungan, juga satu buah mobil sedan berkelas" Ucap Pria suruhan Ibu Erna


"Cukup.. kau boleh pergi, bayaran mu akan aku kirim segera! Jaga rahasia ini dari siapapun , jika bocor kau sendiri yang akan menangung akibatnya!"


"Baik Nyonya, Permisi..."


*********


Pukul 7.00


"mama ada apa si mah mondar mandir ga jelas" Gerutu Risa smbil membaca sebuah majalah fashion di sofa..


"mana kakak mu jam segini belum pulang" Icap Ibu Erna dengan sangat cemas


"Kakak lembur mah, tadi kan kak Fardhan sudah memberi kabar di grup chat" Ucap Risa


Ibu Erna masih mondar-mandir dengan cemas... Risa merasa ada yang Aneh dari Ibunya...


"mah makan duluan yuk" Ajak Risa


"duluan aja, mama nunggu kedua kakak mu pulang" ucap Ibu Erna dingin


Risa semakin merasa aneh, aura marah, cemas dan tidak tenang memeang tengah menderai wajah cantik Ibu Erna.. dengan cepat Risa mengambil ponselnya mengirim pesan ada kedua kakanya...


hay kedua kakaku yang tampan dan rupawan..


pulang lah, mamah aneh sekali, mama nampak cemas dan berharap kalian segera pulang...


**************


Bentar lagi pasti kolom komentar heboh nih hehehhee


Please hargai pemikiran aku yang aku tumpahin disini yaa, keritik saran tentu boleh jika membangun hihii 😘😘 OTW Barry and Tiara konflik yah hihii😀😀😀😀


JUST INFO


novel ini karya ke dua ku, dan bukan karya kontrak untuk saat ini.. (senin, 15 Juni 2020)


soo... tidak ada se rupiah pun yg aku dapatkan dari sini yah... tapi aku akan tetep buat GA untuk kalian... Kapan? hemm mungkin saat novel ini masuk eps. 100 biar aku tau nii kesetiaan kalian baca novel ini sejauh apa hehe


So!!!! berhubung ini Eps. 50 Jadi tolong tinggalkan Jejak kalian disini sebanyak-banyaknya.. kalian bisa like dan komen lebih dari 1 max 10 dengan komentar berbeda tentunya...


heheehee


semoga berkenan yah.. Sehat selalu


😍😘