
Maaf aku dua hari ini sibuk banget, hari ini harusnya libur tapi aku ada kerjaan yang gak bisa di tinggal...
MOHON PENGERTIANNYA YAAA😘
*****
Tiara beristirahat di kamarnya bersama Syifa..
Ia masih merasakan hal yang aneh kala ia berdekatan dengan Barry, bahkan anehnya lagi tubuhnya tak menolak saat Barry mencium keningnya...
baru saja kak Adam di Makamkan kenapa aku merasa nyaman dekat dengan Barry? - Batin Tiara menatap langit kamarnya
"Woy...." Bentak Syifa
"Bengong" lanjut Syifa
"Mikirin Pak Barry?" Tanya Syifa
Tiara menggeleng...
"Syif besok kita ada kuliah?" Tanya Tiara Tiba-tiba, Syifa langsung menatap Tiara bingung..
Bingung harus berkata apa...
"Ti.. hemmmm... Kita udah lulus hampir lima bulan.." Kata Syifa secara Hati-hati
Tiara terkejut seolah tak percaya
"Maksud kamu? bukannya pernikah----- aakkkkkk hhhhhhh" Kata Tiara yang belum selesai berbicara sudah merasa sakit di kepalanya..
"Astaga Ti... udah yaa istirahat aja yaa.. gak usah mikir macem-macem..." Kata Syifa mendorong perlahan bagu tiara agar dapat merebahkan tubuh nya...
"ifaaa..." kata Tiara lirih, lalu Syifa menatao Syifa
"Tolong jelaskan, aku rasa ini akan membantu rasa ga nyaman aku" kata Tiara memohon lirih...
Syifa menghela nafasnya kasar..
"minum obat mu dulu ya Ti" Ucap Syifa mengingat Tiara belum minum obatnya
"Please cerita Syif... aku mohon" kata Tiara sambil mengoyakan tubuh Syifa
"oke aku janji akan cerita, tapi minumlah obatmu dulu Ti.. yaa?" Ucap Syifa yang sebenarnya merasa takut untuk bercerita..
Tiara mengangguk dengan cepat dan membuka satu persatu kemasan obat miliknya..
Saat Obat terakhir hendak ia minum, ponsel Syifa berbunyi menandakan panggilan masuk..
Fardhan,- Batin Syifa
"Minumlah" Kata Syifa kepada Tiara
Tiara pun meminum obatnya...
"aku terima telfon dari Fardhan dulu sebentar, takut ada yang penting" ucap Syifa kepada Tiara
Tiara terpaksa memberi anggukan.....
Syifa berjalan keluar pintu kamar Tiara...
kau penyelamatku sayang, Aku gak mau di salahin kalo sampe Tiara kenapa-napa...
Batin Syifa..
Tak terlalu lama Syifa dan Fardhan berbincang, Fardhan hanya hendak menjemput Syifa nanti malam untuk mengantarkan pulang... Namun Syifa memilih berdiam di depan pintu kamar Tiara, dari pada ia harus masuk dan menjelaskan semuanya, rasanya tak sanggup...
Setelah Syifa membuka perlahan pintu kamar Tiara, di lihatnya Tiara tengah tertidur pulas.. Syifa mengehela nafasnya lega..
Ia memilih merapihkan kamar Tiara yang sedikit berantakan oleh obat dan beberapa barang yang baru ia bawa pulang dari Rumah sakit, Sambil menunggu Fardhan menjemput...
**********
Pagi Hari
Dengan Langkah Pasti, setelah hampir tiga bulan lama nya Barry tidak berada di kantor lebih dari dua jam.. Mulai hari ini ia akan menjadi CEO seerti biasanya, dengan sekertaris barunya Sarah...
"panggil Syifa dan Fardhan segera keruangan saya" Ucap Barry pada Sarah dan pasti di dengar oleh Prasetya (Tya) sekertaris Fardhan...
Sarah menghubungi Syifa lewat anggilan telfon kantor yang tersambung..
Syifa kemudian segera menuju ruangan Barry..
"Ada apa Mbak Sar?" Tanya syifa
"Aku gatau. kamu sama pak Fardhan di panggil," Kata Sarah sambil mengangkat bahunya
"Shay.... beb Fardhan bilang 15 menit lagi, sampein ke Bos beb yaa" Kata ParaseTya yang mejanya bersampingan dengan Sarah
Syifa terkekeh setiap melihat gaya PraseTya berbicara...Syifa mengangguk lalu masuk ke ruangan Barry di awali dengan ketukan Pintu hingga Barry memersilakannya masuk...
"gak usah begitu Formal, aku memanggilmu sebagai teman sekaligus calon adik ipar" Ucap Barry meledek
"cepat katakan, aku gak suka basa-basi" ucap Syifa ketus guna menutupi rasa malu nya...
"Mana Fardhan? aku gak akan bicara dua kali, membuang energi" kata Barry cuek..
"entahlah, dia bilang ke Tya lima belas menit lagi
"Tya????" Tanya Barry merasa bingung
"PraseTya......Sekertaris Fardhan yang paling aduhaiii" Ucap Syifa tertawa, Barry pun tertawa
"Eheeemmmmm" suara orang berdehem dari balik pintu..
"Seru banget yaa" Ucap Fardhan sambil melangkah masuk
"Lucu lah, ngebayangin lo bersanding sama Tya" Ucap Barry tertawa terbahak-bahak
Syifs pun ikut tertawa hingga matanua mengeluarkan setitik air mata..
"DIAM!!!! biar bagaimanapun pekerjaan yang dia lakukan selalu sempurna! hemm apa maksud mu memanggil kita? Mau mensponsori pernikahan kami?" kata Fardhan dengan gaya konyolnya
"Sungguh pelit hingga mencari sponsor" Kata Barry menggelengkan kepalanya
"Bukan pelit, selagi bisa menghemat kenapa harus boros?" Kata Fardhan sambil mengangkat kedua telapak tangganya
"Sama saja pelit! jangan-jangan makan pun Syifa yang bayar" celetuk Barry
"Eh enak aja lu kambing, gue bawa anak orang gak pernah kelaperan, selalu terjamin" Ucap Fardhan kesal
"Tapi bayar parkir selalu uang aku deh perasaan" celetuk Syofa dengan wajah tak kalah meledek
"Bahahahhaa sungguh ironis nasib mu syifa" ledek Barry
"Sayang, aku ga pegang uang cash kamu liat kan aku selalu bayar semua tagihan kita secara debit"Ucap Fardhan membela diri
"huh entah itu kebiasaan baik atau buruk,,,, sudah sudah! Barry ayo katakan apa maksud mu memanggil kita kesini?"
"soal Tiara" Kata Barry seketika merubah wajah gembiranya menjadi sedikit tak bersemangat..
"Dia pasti inget sama lo" Ucap Fardhan
Barry diam sejenak sambil memegang pelipisnya,, kemudian ia kembali berbicara meski sedikit ragu...
"bisa ga buat dia kerja lagi disini, mungkin dengan begitu gue bisa buat dia jatuh cinta lagi?" ucap Barry menatap sepasang kekasih itu, seolah meminta persetujuan..
Syifa dan Fardhan saling memandang, lalu Fardhan menaik turunkan Bahunya..
"Akan aku coba" kata Syifa semangat
"yakin?" kata Fardhan
"kenapa enggak, dia bahkan mau aku cerita semuanya kemarin, tapi aku terlalu gugup, aku juga takut dia drop... Tapi mungkin aku akan bicarakan ini dulu sama Ibu" Ucap syifa
"gue juga akan bicara sama Ibu" Ucap Barry
"lalu kita harus bersikap seperti apa disini?"
kata Fardhan
"smua karyawan tau dia pacar lu, tapi Tiara ga kenal lu..." kata Fardhan
"sayang ih jangan bodoh deh, karyawan sini juga udah di ancem sama si bos jutek ini, (tunjuk syifa ke arah Barry) mana mungkin mereka bicara mecam2 apalagai sekedar nanya sama Tiara tentang hubungannya sama Barry, lagi pula dengan sikap Tiara nanti yang acuh sama Barry bener-bener nunjukin ke Naturalan seorang Karyawan dan Bos kan?" Ucap Syifa menjelaskan.
Barry dan Fardhan mengangguk mengerti..
"Gue gak bisa deket-deket dia dulu terutama anter atau jemput dia,, Tapi gue gak nungkin biarin dia nyetir sendiri, apalagi bawa motor" kata Barry menghela nafas
"Itu bisa gue atur, asal lu paham sebagai bos kalo gue bakal telat dikit-dikit nantinya... karna gue usahain anter jemput Tiara Tiap hari" Kata Syifa dengan Tegasnta
"ehhh Jangan lupa Transfer duit bensin! boros naik mobil tiap Hari Pulang Pergi" kata Syifa santai
"Aduh, ga cewek ga cowok nya sama! perhitungan" Kata Barry menggaruk kepalanya
"yaudah kalo gak mau" kata Syifa memalingkan wajahnya
"Tunggu deh, kalian merencanakan ini tapi di sisi lain gue loh yang paling di rugikan!!! Gue gak bisa balik bareng Syifa dong?" Kata Fardhan Frustasi
Barry terkekh kala itu..
"Masih ada weekend, tenang aja" Ucap Syifa sambil menepuk bahu Kekasihnya lalu berjalan keluar ruangan..
"Aku kembali bekerja" kata Syifa dengan senyum manisnya
**************
Sekali lagi aku minta Maaf up nya dikit dan lama.... aku harap kalian memaklumi.. aku juga udh mulai flu kaya kecapek-an huhuuu