
Malam terasa sangat gelap bagi Barry, hidupnya terasa sangat hampa, air mata mengalir saat ia menatap wajah pucat Tiara..
Beberapa Alat terpasang di tubuh Tiara..
Semalam kita sedekat ini, dalam canda tawa dan bahagia.. aku bagai tak beraga sekarang sayang, ragaku terasa ikut pergi bersama ragamu...
Sayang, bangun.. jangan siksa aku seperti ini... aku rindu senyumu, aku rindu tawa mu...
hiks hiks hiks..
Barry masih dengan pakaian yang sama, jangankan mengganti pakaian, untuk sekedar bernafas pun rasanya sangat sulit..
Barry berjaga di Rumah Sakit persis di samping tubuh Tiara...
Barry merebahkan kepalanya persis di samping pinggul Tiara, di genggamnya tangan Tiara yang terpasang infus...
Tak henti Barry menciumi tangan Tiara, hatinya terus memohon pada Tuhan agar segera menyembuhkan Tiara..
*******
Ke Esokan Harinya..
Matahari nampaknya sangat bersemangat memancarkan cahayanya..
"selamat pagi sayang, aku mencintaimu" Ucap Barry persis di telinga Tiara lalu mengecup kening Tiara
suara ketukan pintu terdengar..
Tak lama, masuk sosok Wanita Paruh Baya..
"Sayang..."
Barry menoleh, namun tatapannya seolah dingin..
"Barry, mama bawa baju dan makanan.. kamu mandi yaa biar mama jaga Tiara" Ucap Ibu Erna
"jangan dekat-dekat dengan Tiara mah! Barry gak mau Tiara makin Drop!" Ucap Barry dingin tanpa menatap ibu Erna
"Barry mana minta maaf, ini salah mama" Ucap Ibu Erna Lirih...
"Apa yang mama katakan pada Tiara waktu kalian ngobrol di teras caffe?" Tanya Barry sinis
Ibu Erna tertunduk..
"dari mana kamu tau" Ucap Ibu Erna
"Bukannya mama di mintai keterangan polisi semalam?! Jangan bodohi Barry mah!" Ucap Barry kesal
"Mama bicara dari hati ke Hati sayang, Tiara juga bilang dia sangat mencintai mu, dan mama juga jujur kalo mama menyayangi dia" Ucap Ibu Erna sambil menatap Tubuh Tiara yang terbaring penuh dengan alat di tubuhnya
"Termaksud mama minta Tiara jauhi Barry?!" Kata Barry sinis dan membuat Ibu Erna merasa tertusuk hatinya..
"Maaf" kata Ibu Erna lirih sambil menitihkan air matanya
Barry meraih paperbag yang ia yakini berisi pakaian miliknya dengan kasar..
Barry memilih untuk membersihkan Tubuhnya dengan cepat.. ia Tidak akan membiarkan Tiara berlama-lama dengan Ibunya itu...
******
Tak Lama Ibu Sulis datang, Barry bersama Ibu Sulis berada di dalam ruangan rawat itu, sementara Ibu Erna hanya berada di ruang rawat...
"Barry... kenapa mama ga di ajak masuk aja" Ucap Ibu Sulis
"Gak usah tante.. kan dokter cuma bolehin maksimal dua" kata Barry
"kemarin manggil ibu sekarang tante, ibu senengnya di panggil ibu loh padahal" Ucap Ibu Sulis
"eh iya. buu" kata Barry sedikit menahan rasa malu nya
"Ajak mama masuk yah, perkataan dokter cuma Formalitas aja kok, gapapa kalo gak ketahuan kan" ucap Ibu Sulis pada Barry
Bagaimana mungkin aku membiarkan mama disini, mama udah bikin Tiara begini..
"Hemm bagaimana ya bu, Barry takut ketahuan dokter, Barry juga takut ini semua berdampak buruk sm Tiara" Ucap Barry berusaha memberi alasan apapun kala itu
"gapap Nak, yaudah Ibu yang panggil ya" Ucap Ibu Sulis bangkit dari duduknya
Namun Barry nampaknya tak bisa menolak ke inginan Ibu Sulis, namun Barry berusaha sebisa mungkin untuk menutupi kekesalannya pada ibunya..
*******
Perusahaan Atmaja
Suasana Kantor hari ini di sibukkan dengan berita soal Tiara yang mengalami kecelakaan, pasalnya kecelakaan yang bertempat di daerah ibu kota ini membuat ramai berita televisi pagi ini.. Beberapa koran online juga memberitakan tentang kejadian yang menimpah Tiara..
"Tragis, jangan-jangan Tiara mau ngambil hati ibu ini" ucap Salah satu Karyawan
"eh lu gak tau, perhatiin baik-baik, ibu ini itu ibunya Pak Barry" ucap Salah satu karyawan perempuan
"ohh jangan-jangan dia ada niat lagi di balik nolong ibu nya Pak Barry
Fardhan pagi ini datang ke kantor seperti biasanya.. kebisingan tentang Kecelakaan Tiara pun terdengar di telinga Fardhan..
Namun Fardhan masih harus menahan diri sampai saatnya ia meledak tiba...
Fardhan menuju ruanganya, Rupanya Luna sudah datang dan hanya diam tertunduk melihat kedatangan Fardhan..
Syifa ingin sekali bekerja namun dengan tegas Fardhan melarangnya, bahkan Fardhan tak segan memecat Syifa jika Ia memaksa tetap masuk..
*****
Rumah Sakit..
Barry, Ibu Sulis dan Ibu Diana tengah berada di sekeliling Tiara, mereka bergantian berbicara pada Tiara memberi semangat pada Tiara..
"ibu... Ayah sudah tau?" Tanya Barry
"Sudah, Ayah tiba malam ini..." kata Ibu Sulis
"mau Barry suruh orang jemput bu?" Tanya Barry
"gak usah Nak, kamu gak mau istirahat aja dirumah? kamu pucat,jangan sampe sakit"
kata Ibu Sulis
"Nggak bu, Barry akan disini sampai Tiara sadar" Ucap Barry menatap Tiara dalam tatapan sedihnya..
Ibu Sulis dan Ibu Erna saling menatap..
Ibu Erna sadar jika Barry benar-benar jatuh cinta pada Tiara, kali ini ia mengaku salah atas perbuatannya..
Ia begitu menyesal jika ingatannya membawa nya kembali ke kejadian kemarin...
"Bu, Baiknya kita makan siang dulu" Ucap Ibu Erna
"sekalian sholat ya bu" ucap Ibu Sulis
Ibu Erna mengangguk..
"Nak Barry mau pesan sesuatu?" Tanya ibu sulis
"kalo gak merepotkan Barry mau kopi hitam bu" Ucap Barry
"Makanannya?" Sahut ibu Erna
namun Barry hanya diam, Tidak menjawab satu katapun
"Nak Barry harus makan, Mau makan apa nanti kita cariin" Ucap Ibu Sulis
Barry menatap lesuh kedua wanita itu..
"Apa aja bu, Barry gak susah makan kok" Ucap Barry pasrah..
Ibu Erna merasa sakit hatinya...
Se benci itu kamu sama Mama nak, Mama yang melahirkan kamu Barry, Mama yang membesarkan kamu nak.. Yaa Tuhan ini sakit sekali rasanya ... Batin ibu Erna membuat bola matanya penuh dengan genangan air mata...
"Bu... kenapa?" tegur Ibu Sulis
"Gapapa" ucap Ibu Erna seolah tak ingin berbagi duka pada ibu Sulis..
Ibu sulis hanya mengangguk seolah mengerti dan tak ingin mencampuri urusan orang...
****
Di ruangan rawat..
"Sayang, ayolah bangun... aku janji akan membahagiakan kamu, aku janji akan menjadi sandaran untuk kamu sayang, ayo bangun, aku kangen kamu"
Ucap Barry sambil mengusap kening Tiara perlahan karena di pucuk kepalanya masih terpasang perban pasca operasi...
Sampai kapanpun Tuhan, aku akan tetap disini, bersamanya..
Ini janjiku yang pertama aku ucapkan pada-Mu untuk bertahan pada satu wanita Tuhan, Tolong Izinkan... meski aku tau, semua tak akan mudah, namun izinkan aku mencobanya bersama Tiara....
"Percayalah Sayang, aku akan Setia disini mendampingi kamu" Ucap Barry kembali setelah hatinya berbisik pada Batinnya...
*******
huh malem banget yaa Author Up nya.. hehe
Maaf Maaf...
lanjut besok yaa...
jangan lupa yaa, Like Komen and Vote sebanyak-banyaknya hehe
😍💗💗💗💗💗