
Fardhan merasa tak tenang ia terus melacak keberadaan Risa lewat GPS yang terhubung di ponselnya..
"Yank ayo, kok masih rebahan" kata Syifa
"eh iya bentar, aku Ashar dulu" kata Fardhan kemudian beranjak ke kamar mandi untuk bersuci
Syifa memutuskan untuk menunggu Fardhan di ruang keluarga, saat akan keluar kamar ia mendapati Tiara dan Barry baru saja pulang..
Namun Tiara bergegas masuk kamar dengan wajah yang sangat pucat..
"Tiara kenapa bar??" kata Syifa panik
"biasa muntah-muntah terus" kata Barry
"aku masuk dulu" kata Barry dengan cepat menyusul isterinya
Syifa mengangguk..
Kalo aku hamil, bakal kaya gitu ga yaa- Batin Syifa mengusap perut ratanya..
***
Tiara memuntahkan isi perutnya yang hanya ada cairan..
air matanya sampai menetes membasahi pipi..
"Sabar ya sayang, ikhlas" kata Barry sambil memijit pelan leher belakang isterinya
Tiara mengangguk..
"Nikmat Mas" kata Tiara pelan
"iya... gimana sekarang? udah enakkan?" kata Barry
"udah mas, aku mau kamarnya gelap mas.. pusing aku liat yang terang-terang"pinta Tiara yang segera di kabulkan suaminya..
"Kamar sudah gelap, sekarang aku turun, aku buatin teh anget ya?" kata Barry sambil mepah isterinya ke atas kasur
"yang panas yah mas teh nya, pake lemon" kata Tiara
"iya siap tuan puteriku sayang" kata Barry lembut
"yaudah bentar yaa" kata Barry kemudian ia keluar kamarnya..
Fardhan juga keluar dari kamarnya..
"mau kemana lu?" tanya Barry pada Fardhan
"Rumah bunda... Ada yang mau gue omongin bentar Barr..." kata Fardhan dengan serius
"apaan?" kata Barry mendekati Fardhan ke arah sofa di lantai dua itu
"panjang ceritanya, lu ke rumah bunda dulu.. gue urus Tiara dulu lagi mabok parah" kata Barry menggantung pembahasan tersebut, meninggat Syifa sudah menunggu Fardhan pun menyetujui apa yang di katakan Barry..
***
Malam hari..
Karena Besok Fardhan dan Syifa sudah mulai masuk kantor maka mereka tidak berlama-lama di rumah Bunda...
Merekapun pulang setelah makan malam bersama...
Pukul 8 malam Barry tengah memainkan laptopnya di sofa depan kamarnya, karena mermasa bosan mengerjakan pekerjaannya di ruang kerja, sementara Tiara asyik menonton film di Tv kamarnya...
Fardhan pun datang dan menuntut penjelasan apa yang telah terjadi pada adiknya Risa....
"Risa belum pulang, gue liat GPS abdi dari bandara dia ke Dua resto berbeda dan sekarang dia arah pulang" kata Fardhan yang begitu posesif dengan adiknya itu
Barry menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara dirinya dan Reza.. semua sesuai dengan cerita Tiara pada Barry kala itu termaksud soal Reza yang harus menjalankan rehabilitasi...
"gue yakin dia orang baik, gue akan selidiki lebih lanjut" kata Fardhan
"gak bisa gitu lah, kalo udah sekali make besok gimana? bisa lu jamin Ade lu aman sama dia?" kata Fardhan kesal
"Sure.. menurut info dia cuma terjebak sampe kena hal itu" kata Barry santai
"Semua pecandu juga bicara gitu Bar, come on lah, dia adik kiata satu-satunya.. jangan sampe dia korbankan Kevin demi laki-laki yang bisa bikin dia ga bahagia" kata Fardhan kesal
"Tapi Risa ga cinta, kalo hubungan terpaksa apa bisa bikin dia bahagia? Ayolah Dhan jangan kaku gitu" kata Barry santai..
Entah apa yang membuat amarah Fardhan memuncak...
Padahal Barry pun tak mempermasalahkan hal itu, pasalnya Reza telah bersih dari segala zat terlarang, bahakn untuk merokok saja tidak...
Syifa dan Ibu Erna masih berada di ruang keluarga tengah berbincang..
tak lama Risa pulang dan Fardhan yang mengetahuinya bergegas turun dan hendak menuntut penjelasan dari mulut risa..
"jangan kerasin Risa Dhan" kata Barry sedikit berteriak karena ia melihat amarah di mata Fardhan
****
NAH KANNNNNNNN
😂😂😂😂🙏🙏🙏
like dulu baru komen baru deh Vote hehee
Mampir juga yaa ke Pelangi Setelah Hujan...
hehe