
Tiara dan Roy tiba di rumah sakit.. Menurut Roy Risa berada di UGD kala itu..
"Mana Risa Vin?" Tanya Tiara dengan nada Khawatirnya
"Di dalam, tadi kena dua jahitan" kata Kevin menjelaskan kemudian Tiara masuk menuju kebradaan Risa dan Ibu Erna
"Mah..."
"ssttt" Kata Ibu Erna agar Tiara tidak berisik
ibu Erna mengajak Tiara keluar..
"Bagaimana?Mana Barry? Mana Fardhan?" Tanya Ibu Erna panik hingga melontarkan banyak pertanyaan untuk Tiara
"Mama tenang dulu, semua akan baik-baik aja mah" Kata Tiara mencoba menenangkan hati Ibu Erna
"Sayang bagaimana mama bisa tenang, sekarang kita bisa kehilang------""
"Mahhh, Mas Barry dan Fardhan sedang mengurus semuanya, mereka sudah menemukan dalangnya, bukan Tari dalangnya mah, dia hanya korban yang di manfaatkan sepihak" kata Tiara
ibu Erna mulai kesal
"Kamu lihat adik kamu Risa! Dia terluka kan kamu masih membela Wanita itu, jangan terlalu Baik Nak, kita hidup di dunia yang kejam,, mama akan tuntut Tari karena berani menyakiti anak mama" ucap Ibu Erna penuh amarah...
"mah.. Istighfar.. Tiara tau Tari salah, dia keterlaluan, tapi mah setidaknya biar aja hukum berjalan, kita sebagai manusia gaperlu mengotori hati dengan dendam mah.. Maaf bukan Tiara merasa paling benar apalagi paling suci, enggak mah...!! dari pelajaran hidup selama ini, aku sadar mah, cara paling damai hidup di dunia ini adalah melepas dendam di hati..."
Ibu Erna terdiam, ia mencerna perkataan menantu nya..
Yaa Allah... aku hampir saja lupa..
dengan mudah ia memaafkan aku yang pernah menentang nya, meragukan, meremehkannya bahkan aku penyebab ia koma,,, tapi ia mudah memaafkan ku, menjadikan aku salah satu tempat berlindung ya meski aku pernah menoreh luka.....
Aku malu, malu sekali yaa Allahh....
"Mah, mama istirahat yaa... mama mau pulang?" tanya Tiara pelan karena ia sudah melihat mata mertuanya akan mengeluarkan caira bening...
Dengan cepat Ibu Erna memeluk Tiara..
"Maafkan mama, mama malu sama kamu.. Terimakasih sayang sudah banyak merubah kami menjadi lebih baik...."
ucap Ibu Erna kemudian melepas pelukan itu..
"Mah kalian memang sudah baik kok,, sekarang mama istirahat yaa, mama mau aku antar pulang?" Tanya Tiara
Ibu Erna menggeleng..
"Risa sudah boleh pulang, tapi dokter kasih obat rasa sakit sampe Risa tidur.. kita tunggu Risa bangun yaa" Kata Ibu Erna
"Iya mah... yaudah mama tenang yaa, yakin semua akan baik-baik aja ya mah..." kata Tiara meski kini kekhawatiran melanda dirinya, pikirannya selalu membayangi Barry...
Tak lama suster datang memberi kabar jika Risa sudah siuman...
ternyata Sudah ada Kevin dan Roy disana..
"Mama pulang aja ya mah"Rengek Risa..
""iya sayang kita pulang, eh tapi mama belum urus Administrasi, mama ga bawa dompet apalagi ponsel" kata Ibu Erna
"aku juga gabawa mah, Astagfirullah kenapa ga kepikiran ya" Sahut Tiara
"Sudah saya urus Tante, obat juga sudah saya ambil nii"Kata Kevin kemudian memberlihatkan kantung obat di tangannya
"Ahh syukurlah, maaf merepotkan nanti biar Barry atau Fardhan yang urus ke kamu yah" Kata Ibu Ern
"Yaa Ampun tanteeee, kaya sama siapa aja" kata Kevin terkekeh malu
"yaudah Lo Anyer Tante Er, Tiara dan Risa make mobil gue, gue make mobil lu nyusul Barry dan Fardhan"
"oh iya bener mobil gue ga muat ya" sahut Fardhan bertukar kunci mobil
Risa berjalan ke arah mobil di papah oleh Kevin.. Risa tak perduli apa yang ada di pikiran Kevin, kepalanya sungguh sakit membuatnya malas berfikir apalagi harus memikirkan perasaan orang lain..
*****
Pukul 10 Malam... Barry belum juga kembali kerumah, Ibu Erna dan Risa sudah terlelap dalam tidurnya, Kevin pun memilih menyusul Roy, Barry dan Fardhan...
Tiara masih duduk memegangi ponselnya sambil menunggu kabar suaminya..
Tiara mencoba menenangkan dirinya dengan menyibukkan dirinya membuka media sosial miliknya, posisi duduk, rebahan, tengkurap, bahkan duduk di lantai pun sudah ia lakukan demi menunggu suaminya pulang... minimal memberi kabar...
Pukul 12 Malam.. Barry masih belum terlihat kehadirannya dirumah tersebut.. Tiara sudah sangat lelah karena acara pagi tadi hingga kejadian di sore hari yang benar-benar menguras energinya.. Ingin sekali ia merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk, namun apalah daya, rasa khawatirnya lebih besar dari rasa lelahnya..
Berkali-kali Tiara menghubungi Barry dan Fardhan namun hasilnya nihil.. Satu dari mereka tidak ada yang memberi kabar...
Sekuat Apapun Menahan Tiara akhirnya terlelap dengan sendirinya dalam posisi duduk dengan memegangi ponselnya..
Waktu terus berjalan, hingga pukul 3 dini hari Barry dan Fardhan tiba di rumah..Pintu rumah tidak terkunci, lampu juga masih dengan terangnya menyalah..
******
Udeh buka puasa bagi yang menjalankan??
Allhamdulillah Author juga lagi kekenyangan makan semangkok Muesli 😀
kangen lontong sama bakwan make bumbu kacang si sebenernya wkwkwk
btw jangan lupa loh like komen dan votenya...
Minggu akan aku tutup voting untuk GA yah 😀🙏😘