
Waktu berjalan begitu cepat...
"Tii.. makan siang yu" ajak Syifa
"Ayok...bentar nangung dua lagi" kata Tiara yang masih menatap layar PC nya..
"bang Anwar lu diem aja sih, ayok makan" ajak Syifa
"bentar nangung gue juga, masih lima menit lagi waktu istirahat" ucap Anwar
"yaelah bang, biasanya juga gini" kata Syifa sambil memutar bola matanya
***
Seperti biasa, Syifa, Anwar dan Tiara menuju kantin...
Tiara memang harus pandai membagi waktu makan siang dengan sahabat juga kekasihnya di kantor... Saat Tiara makan siang bersama teman-teman nya, maka Barry akan makan bersama Fardhan..
"Tiara....Tunggu" ucap seseorang sambil berlari kecil
ketiga sahabat itu menoleh bersama...
"cabe-cabean! mau ngapain dia manggil lu ti..." celetuk Syifa
"sstt nanti dia denger tersingung ifaa" ucap Tiara
"buset roknya ampe naik sendiri sangking ketatnya" ucap Anwar sambil memalingkan wajahnya ke arah lain karena merasa risih
Tiara dan Syifa hanya terkekeh dan tak mampu berkata lagi karena Luna sudah dekat sekali dengan mereka...
"kenapa Lun?" Tanya Tiara
"mau makan kan? ikut yaa... bete makan sendiri" kata Luna memelas
"oh... iya boleh kok tapi kita makan di kantin" ucap Tiara
"iya gak masalah asal ada temannya" kata Luna tersenyum
"oke ayo" ajak Tiara
Aneh bisa-bisa nya ni cabe mau ikut kita. biasanya gayanya selangit ke tujuh.. ada ape ni?-- Batin Syifa yang terus memperhatikan gerak gerik Luna
*****
Saat makan Tiara juga sibuk dengan ponselnya. Ia sedang sibuk berbalas pesan dengan kekasihnya itu...
Tiara memberi nama kontak Barry "BA❤" (Barry Atmaja)..
Syifa yang duduk di sampingnya sesekali berusaha mencuri pandang ke arah ponsel Tiara demi mengetahui siapa yang akhir-akhir ini membuat Tiara memainkan ponselnya lebih sering..
Siapa tuh BA, ada tanda love segala..
"Chatan ama siapa si Tii.." kata Syifa penasaran
"Sama ibu Fa.. nanya pulang jam berapa, kan Ayah ada dirumah sampai besok jadi kita mau dinner di luar malam ini" Kata Tiara
"Wihh.. aku kangen Ibu deh, Weekend aku main ya" ucap Syifa semangat
"Weeknd? oke! kan Mba Andin Nikah,seklian yaa kita bareng?!" kata Tiara yang memang tidak ingin pergi bersama Barry
"Okee... aku bawa mobil deh" ucap Syifa
Saat Itu Luna hanya menyimak sampai ia buka suara..
"aku boleh bareng?!" Tanya Luna
"Emang rumah kamu dimana?" Tanya Syifa sedikit ketus
"Hemm di jalan Xxxx" Ucap Luna
"ehh itu mah deket sama tempat Acaranya Andin, ngapain lu pake bareng mereka, Naik taxi paling 20 ribu" kata Anwar terkekeh
"oh iya ya.. aku belum baca sih undangannya jadi gatau lokasinya" Ucap Luna Jujur, namun ada kekesalan tersendiri di hatinya karena tidak bisa mendekatkan diri pada Tiara
"Kalian pergi sama siapa? Bawa pasangan gak?" Tanya Luna lagi
"Bawalah, cewek gue kenal Andin juga" kata Awnar
"kalo Kalian?" kata Luna Pada Syifa dan Tiara
"Lah kita berdua udah Couple loh" celetuk syifa membuat semuanya tertawa kecil
Sial mereka malah bercanda nanggepin ucapan gue..
"lu gak punya pacar lun emangnya?" Tanya Syifa
"enggak aku Jomblo, mau cariin ya?" kata Luna dengan mata berbinar
"hemm boleh, mau yang kaya apa ni?" tantang Syifa yang sebenarnya tak serius dengan perkataannya
"Yang pasti ganteng, punya rumah pribadi, mobil pribadi, deposito menjanjikan, bisnis menjanjikan" kata Luna sambil membuka jarinya satu persatu
Tiga sahabar menoleh heran
"Lun kalo kriteria nya kaya gitu, selera cowok itu bukab eloo" celetuk anwar terkekeh
Hahaha
suara tawa Syifa dan Tiara...
Luna hanya meringis menahan malu, ia harus sabar agar dapat dekat dengan Tiara dan Syifa yang menurut Luna memiliki teman kelas atas...
*****
BR ❤
sayang aku ada meeting sampai jam 5 sepertinya... kamu mau nunggu aku?
Pesan singkat di kirimkan ke Tiara sesaat setelah jam makan siang usai
Tiara membalas pesan itu dengan cepat karena memang pekerjaanya sedang santai kala itu
Mahkotaku❤
Barry mendapat pesan singkat itu hanya membaca dan berfikir sejenak
BR ❤
keruangan aku ya! aku telfon..
Tak lama membaca pesan dari Barry, Anwar menerima telfon di mejanya, yang ternyata ialah Barry.. Barry meminta tiara datang ke ruangannya dengan alasan membantu menghitung dana proyek baru..
Tiara bergegas menuju ruangan Barry
"Misi lun, aku disuruh ke ruangan Bos..." kata Tiara sopan
"iya.." ucap Luna singkat namun matanya seolah tak berkedip memperhatikan gerak gerik Tiara...
*****
Ruangan Barry
"Ada apa hem?" Tanya Tiara pada kekasihnya, sambil duduk di hadapan Barry
"Kita ke mall bareng aja sayang, aku ga tega biarin kamu sendiri" ucap Barey
"gapapa nanti kamu bisa jemput aku kan" kata Tiara bernegosiasi
"Terus kamu ke Mallnya sama siapa?" Tanya Barry posesif
"Angkot bisa, ojeg bisa, taxi bisa, hemm nebeng sama Anwar bisa juga" kata Tiara sambil berfikir
"Naik taxi aja!!! No Protes-Protes.. aku usahain meeting cepet selesai...
"huh kamu ini, berlebihan" Ucap Tiara kesal
"bukan berlebihan sayang, tapi khawatir.. ini gara-gara Luna" kata Barry frustasi
"kenapa emang nya? kok jadi Luna" Tanya Tiara dengan sangat serius
"dia buat jadwal aku meeting sam klien baru di jam 3. Namanya Klien baru pembahasan pasti banyak, gak mungkin sejam kelar..." Kata Barry kesal
"yaa kan dia baru, maklumin aja.." kata Tiara
"ya tapi kan kit--------"
"sstt kamu cerewet banget Barry!! huh! udah ah aku balik ke ruangan" kata Tiara kesal sambil meninggalkan ruangan Barry
"huh! nanti kabarin aku" kata Barry
"hemmmm" jawab Tiara..
******
Tiara berada di sebuah Mall bergengsi di Jakarta.. Tiara menggunakan Taxi menuju Mall, itu pun dengan segala ke lebay-an Barry terhadapnya..
Tiara memasuki Toko demi Toko mencari pakian yang cocok dengan nya besok..
"Tiaraaaaaaa" panggil seseorang dari kejauhan
Tiara menoleh ke kanan dan kiri mencari sumber suara...Tidak menemukan orang memanggilnya Tiara terus berjalan..
"Tiaraaaa huhh"
"Risaa..... Tan-te"
"Hay sayang" ucap Ibu Erna
"ah iya Tante, hay... Tante apa kabar?" Tanya Tiara
"baik. kamu sendirian?" tanya Ibu erna
"iya Tante" ucap Tiara
"Untung ketemu kita, kamu pasti mau cari Baju buat ke acara Andin kan?" Tebak Risa
"Iyaa Ris..."
"sama kita juga ya mah....Yaudah ayo bareng-bareng pasti seru..." Ucap Risa tersenyum bahagia..
awas aja kak, kalo kakak gak kasih upah yang setimpal... Batin Risa
Merekapun berjalan dan memasuki sebuah Toko Baju ternama.. Di dalam toki mereka berpencar mencari mana yang cocok di tubuh mereka ...
"mah Tiara mana?" Tanya Risa
"di dalam, lagi coba baju.. tunggu sini aja" kata Ibu Erna duduk di sofa depan ruang Ganti
Tak lama Tiara keluar dari ruang Ganti
"Astaga Nak... Cantik banget!! duh ini si cocok jadi calon mantu Mama" ucap Ibu erna sambil memutar-mutar tubuh Tiara
"Tantee jangan berlebihan ah" ucap Tiara merasa Malu
"jangan Panggil Tante.. Panggil MAMA"
Tiara dan Risa saling pandang, Risa menaikan kedua Alisnya..
"Kakak ipar .." kata Risa meledek Tiara
"nanti Mama jodohin kamu sama Barry, mana mungkin dia nolak" kata Ibu Erna dengan pedenya
lagi-lagi Tiara dan Risa saling menatap, kali ini Risa hanya memberi senyuman pada Tiara seolah ia mengatakan "ini akan baik-baik saja"
maaf Tante.. aku belum sanggup untuk jujur..
Dalam hati Tiara
Mahh..... andai mama tau kalo mereka sudah dalam komitmen yang lebih serius. Andai mama tau kalo tiara adalah seorang Janda..
Semoga mama tetap menerima Tiara ya mah.
Batin Risa...
*******