Janda Hanyalah Statusku

Janda Hanyalah Statusku
JHS - kepanikan Tiara


Terlepas dari Kejadian bertemu Roy dengan Sarah, Barry tidak ingin mencampuri urusan pribadi sahabatnya, yang jelas ia sudah melayangkan peringatan untuk Roy jika berani macam-macam dengan Sarah maka urusan akan panjang nantinya...


Hari demi hari berganti.. kini usia kandungan Tiara sudah tiga bulan, perutnya sudah terlihat meski belum terlalu besar...


Pagi Hari di kediaman Atmaja..


"Sayang aku mau makan soto ayam deh" kata Barry sambil mengancingkan kemejanya


"kenapa ga bilang dari semalam mas? aku bisa siapin dari pagi-pagi" kata Tiara sambil menyisir rambutnya


"baru kepengen... "kata Barry sambil membayangkan soto ayam hangat di campur sambal dan jeruk limo juga jeruk nipis


"mau beli aja?" Tanya Tiara menghampiri suaminya memasangkan dasi seperti sebelum Tiara sulit untuk bangun pagi


"beli dimana ya yang enak..." kata Barry membayangkan


"di sebrang salon ibu juga enak mas, tapi bukanya jam 10" kata Tiara


"yah kirain sekarang udah buka, hemm kalo salad buah ada stok dirumah?" kata Barry


Tiara menghela nafasnya


"aku buatin sekarang, gak lama kok..." kata Tiara lalu di balas senyum senang suaminya


"sayang kalo bisa pake buah yang asem-asem kayaknya seger" kata Barry sedikit berteriak karena Tiara sudah keluar dari kamar itu...


kenapa dia yang pengen ini itu, aku sama sekali ga pengen apa-apa deh..


Batin Tiara...


Tiara berkutik di dapur di bantu Bibi yang untungnya sudah menyelesaikan pekerjaan memasak sarapan...


"Non itu jeruk Sunkist nya asem gapapa non? Den Barry ga suka asam-asam" kata Bibi memberi tahu sambil memarut keju


"iya aku tau ni, tapi ini dia sendiri yang minta asem-asem, semalam juga gitu, pulang-pulang bawa permen asem bii satu pack" kata Tiara yang juga heran


"ah itu mah den Barry yang ngidam non" kata Bibi terkekeh


"iya bii, biarin deh bagi tugas, aku mual pusing, dia ngidam" kata Tiara menggundang tawa keduanya


Tiara menyelesaikan membuat salad buah, Barry yang sudah siap di meja makan bersama anggota keluarga lain nya pun sudah tak sabar menantikan salad buah isterinya...


Dengan lahap bak orang kelaparan, Barry menghabiskan satu mangkuk salad buah yang dominan di isi oleh kiwi dan jeruk Sunkist...


"nikmat ya Barr ngidam gitu" ledek Bu Erna


"ko Ngidam si mah?" Tanya Fardhan heran


"Iya sekarang Tiara udah membaik, nafsu makan normal, nah sekarang Barry tuh yang pengen makan aneh-aneh... banyak ko suami yang ngidam isteri yang hamil" kata Ibu Erna menjelaskan


Mereka semua pun menyimak saja tanpa berkomentar karena memang mereka tengah menyantap sarapan pagi...


Di Kantor Atmaja Siang Hari...


Tiara datang ke kantor, ia sengaja membawakan satu porsi Soto ayam buatan nya untuk Barry...


Tiara menggunakan dress sebawah lutut dengan motif salur berwarna biru, ia tentu mengenakan flatshoes agar aman dan nyaman..


Itu isteri bos makin cantik aja yaa


iyalah perawatan nya pasti kenceng


cibirnbeberapa karyawan, namun Tiara hanya tersenyum mendengar hal itu..


Perawatan apa? mentok-mentok juga ke salon ibu, itu juga sebelum hamil- kata Tiara terkekeh


"Siang Buu" Sapa Sarah saat Tiara hendak melewati mejanya


"Siang... Pak Barry ada?" tanya Tiara


"Ada Bu, silakan" kata Sarah sopan


"makasih..." kata Tiara tersenyum namun ia kembali memundurkan dirinya


"Pras mana?" Tanya Tiara penasaran


"Di ruangan pak Fardhan Buu, apa Ibu ada perlu?"


"Ahh gak kok cuma nanya aja, yaudah aku masuk ya sar" kata Tiara sangat ramah..


"Iya Bu silakan" jawab Sarah


Pak Barry hebat, sekaya itu dia tapi isterinya ramah banget, cantik pula... pak Barry nya ganteng, anaknya pas lahir pasti perfeck banget deh, kalah tuh tomingsee- Batin Sarah sambil memperhatikan Tiara masuk kedalam ruangan Barry...


***


"Mas kamu kenapa?" tanya Tiara mendapati suaminya tengah merebahkan kepalanya di atas meja, dasi nya pun terlihat seolah terlonggar dari kerah baju itu...


"Aku mual sayang, mual banget sampe lemes nii" keluh Barry lirih..


Keringat dingin membasahi tubuh suaminya, Tiara panik dan bingung harus apa, ia keluar ruangan mengeluarkan bagian kepalanya saja...


"Sarah panggil Fardhan cepat!" kata Tiara panik... Sarah pun ikut panik dan bergegas menuju ruangan Fardhan...


"Pak Fardhan maaf pak, itu pak ada ibu Tiara di ruangan pak Barry, ibu meminta bapak kesana, Ibu kelihatan panik banget pak" kata Sarah tak kalah panik nya


Fardhan bergegas bangkit dari kursinya..


berlari kecil menuju ruangan Barry yang hanya terbatas ruang meeting itu...


**


"Ada apa?" tanya Fardhan


"Barry, lu kenapa???" Sambung Fardhan setelah melihat Barry begitu lemas dan pucat


"Dia muntah-muntah, kurang cairan kali ya Dhan.. aduh gimana ini" kata Tiara panik, ia sudah ingin menangis kala itu


"Dihh" decak Fardhan kemudian meraih ponselnya menghubungi dokter pribadi keluarga mereka...


******


Ngapa ya si Barry hahaha